
Aku terkejut karna laki laki yang sedang berdiri di depan tiang bendera itu adalah kak vicko.Aku melirik ke arahnya dan dia menengok ke arahku.
"Ngapain lo ngeliatin gue...."Ucap kak vicko sinis.
"Siapa juga yang ngeliatin lo.geer..." jawabku sambil hormat di depan tiang bendera.
"Gue di hukum gini itu gara gara elo.gara gara kemaren gue gak ikut les dan itu karna gue mau ngajarin lo basket."Jawabnya lagi tanpa melihat ke arahku.
"Itu kan juga bukan gue yang nyuruh.lo marahin aja tu pak sandi.gue juga ga maksa lo buat ngajarin gue basket.lagi pula gue juga punya kakak yang pinter basket.ngapain juga gue nyuruh lo buat ajarin gue."Ucapku panjang lebar.
"Ya udah ga usah latian lagi sama gue."Sambil melirik ke arahku dengan tatapan kesal.
"Ya udah lagian gue juga ga mau lagi latian sama lo."jawabku tanpa melihat ke arah kak vicko.
setelah beberapa saat kemudian seorang guru datang menghampiri kami.
Oh ada murid yang lagi di hukum juga?"Ucap pak nur sambil berjalan ke arahku dan kak vicko.ya itu pak nur kalian tau kan guru itu.
"Gimana vicko udah capek?"Ucapnya lagi sambil melirik ke arah kak vicko.
"Udah pak capek banget saya.."jawabnya sambil menurunkan tangannya.
"Suruh siapa kemaren kamu ga masuk les?"Ucapnya singkat
"Pak saya itu kemaren ngajarin basket anak ini pak.dan itu udah dapet ijin dari pak sandi."Katanya sambil melirik ke arahku.
"Kamu kan dapet ijin dari pak sandi tapi kamu ga dapet ijin dari saya."jawabnya santai.dan berjalan ke arahku.
"Kamu kenapa?"tanyanya ke arahku.
"Hehe belum ngerjain tugas pak." jawabku sambil menggaruk kepala ku yang tidak gatal.
"Udah sering mbolos les.ga pernah ngerjain tugas...untung kamu bukan saya yang ngajar.coba kalo saya...." ucapnya lagi
"Hehe ampun pak...."kataku sambil cengengesan.dan pak sandi pun pergi gitu aja sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.
Kami pun melanjutkan hukuman kami.Hingga pada akhirnya saat yang ku tunggu tunggu yaitu bel istirahat.akhirnya pertanda baik.
"Akhirnya yang ku tunggu tunggu...." ucapku sambil menurunkan tanganku dan mengusap keringat yang ada di leherku.
Sedangkan kak vicko langsung di sambut dengan ke dua sahabatnya yaitu Briyan Tanos dan Nicola Putra.Mereka memang sangatlah dekat.kemana mana mereka salalu saja bertiga.
"Pantesan lo betah ada yang nemenin..."Kata kak briyan sambil melirik ke arahku.aku mengangkat salah satu alisku.
"ya iyalah apalagi yang nemenin itu cantikk....iya kan..." ucap kak nico Sambil cekikikan.
"Kalian benar benar berisik." Ucapnya langsung pergi gitu aja.
"Yah dianya malah pergi.ya sudahlah."ucap kak briyan sambil merangkul kak nico dan pergi meninggalkanku.aku mengangkat bahuku dan segera pargi ke kantin untuk menyusul Mei dan Xelina.
-KANTIN
Aku langsung menghampiri Mei dan Xelina yang sedang memakan makanan kesukaan Mei yaitu bakso.
"Gimana tadi enak nggak?" Tanya mei sambil memasukkan basko ke dalam mulutnya.
"Enak enak pala lo itu enak.tangan gue mau patah ni.."Jawabku kesal.dan mei hanya cengengesan.
"COWOK RESEK!"jawabku singkat
"Hah beneran.kok bisa barengan ya?" ucap mei sambil menggoda ku.
"Apa jangan jangan kalian jodoh?" ucap xelina sambil tertawa terbahak bahak.
"Ngaco...Kak vicko itu di hukum karna dia nggak masuk les kemaren dan kalian tau siapa gurunya?PAK NUR."jawabku sambil menekan kata pada bagian terakhir.
"Untung kita nggak sama pak nur. Coba kalo iya pasti udah item tu Vreya." Ucap xelina sambil cengengesan.Ya aku adalah murid yang suka bolos les.bolos pelajaran dan juga jarang ngerjain tugas.dan untung Bu Ainun tidak mengetahui semua itu mungkin. Bu Ainun penat dengan ku hahaha....
"Xelina lo bawa mobil ga?"Tanyaku pada Xelina yang sedang memakan kerupuk.
"Iya.kenapa?"masih asik dengan kerupuknya.
"Nanti anterin gue ke rumah kak vicko ya mau ambil motor hemm.."Jawabku malas
"Oke. nanti mei ikut?"Tanyanya.
"Oke"Jawab mei yang asik dengan baksonya.
-PULANG SEKOLAH
Aku mei dan Xelina berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil mobil Xelina.Aku dan Mei menunggu Xelina di depan tempat parkir atau lebih tepatnya tempat parkir motor.
Aku melihat Xelina membawa mobilnya keluar dari parkiran sekolah.Aku dan mei segera masuk.dan kami memutuskan untuk membeli minuman di warung depan sekolah.
"Turun ayuk masak gue doang."ucapku kesal sambil menarik tangan Xelina.
"Iya ayo turun."Jawab mei sambil keluar dari mobil Xelina dan akhirnya Xelina menyusul.
Aku langsung menuju ke warung tersebut.warung itu lumayan besar dan cocok juga untuk anak anak menongkrong.
Setelah kami selesai membeli minum kami memutuskan untuk duduk sejenak di warung tersebut.
Tiba tiba ada seorang laki laki yang menghampiri kami.siapa lagi kalo bukan geng nya kak vicko.
"Hai boleh gabung nggak ni?"ucapnya sambil memegang muniman mereka.
-Vicko Alex Presetyo
-Briyan Tanos
-Nicola Putra
SELAMAT MEMBACA
-MAKASIH-
😊😊😊