Oh My Senior

Oh My Senior
Malam



"Mau pesen apa neng?" Tanya penjual tersebut.


"Mau makan apa lo?" Ucap vreya kepada kak vicko.


"Samain lo aja." jawab kak vicko.


"emm...mang pesen nasi uduk 2 sama es teh 2 udah itu aja."


"Siap neng di tunggu ya."Vreya hanya mengangguk dan tersenyum.


Sambil menunggu makanan datang vreya dan kak vicko membuka polselnya masing masing.Kak vicko membuka game nya sedangkan vreya membuka instagram nya.


Suasana hening hanya orang orang yang berbicara di sekitar mereka.Tak lama kamudian makanan pun datang.Vreya mengucapkan terima kasih dan penjual itu langsung pergi.


Dengan cepat vreya meletakkan polselnya. Sedangkan kak vicko masih sibuk dengan game nya.


"Manusia es."


"emm.."


"Ini di makan dulu." Ucap vreya sambil memberikan piring yang berisi nasi uduk tersebut.


"Bentar lagi.Mau menang ni gue." kak vicko masih belum mengalihkan pandanganya.


"Astaga cepetan."


"ahh gue kalah. Ini gara gara lo." Kak vicko melempar polselnya pelan ke meja.


"Lah kan gue lagi yang di salahin." Vreya pun mulai melahap makananya di ikuti oleh kak vicko.


"Abis ini kita mau kemana?" Kak vicko di sela sela mereka makan.


"Terserah."Vreya yang masih fokus dengan makanan nya.


"Lo ngga mau pulang?" tanya kak vicko.


"Males gue di rumah.Ayah nanyain lo mulu." Jawab vreya dengan nada kesal.


"Gue?"


"emm."


"Sama dong mama juga nanyain lo mulu." Ujar kak vicko.


"Oh ya? soal apa?" tanya vreya.


"Ngga penting males gue.Tiap gue pulang pasti bilang 'Vreya ngga di ajak?' gitu." kak vicko menirukan gaya bicara mamanya.


"Terus abis ini kita mau kamana?"


"kita ke taman aja gimana?"


"Boleh."


Setelah menghabiskan makanan mereka pun vreya beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ngapain lo?" tanya kak vicko.


"Bayar lah."Vreya singkat.


"Biar gue aja."


"Enggak ah lo tadi udah belanjain gue baju, sekarang gantian gue yang belanjain lo nasi uduk ini."


"Ya kali lo jalan ama cowok , cewek nya yang bayar.Mau di taro mana muka gue." Sambar kak vicko.


"Muka lo taro di situ aja.Udah lah ngga penting banget.Mendingan bayar aja makananya sendiri sendiri bereskan?"


"Ya udah deh serah."


Mereka pun membayar makanan mereka masing masing.Setelah membayar mereka langsung menuju ke taman.


"Duduk di situ aja." ucap vreya menunjuk bangku taman yang kosong.Ya malam ini taman memang agak rame.


kak vicko hanya mengangguk dan mengikuti langkah vreya.Akhirnya mereka duduk di salah satu kursi taman yang tak jauh dari penjual gulali.


"Bentar ya gue mau beli gulali dulu." Ucap vreya.Saat ia ingin beranjak dari tampat duduknya ia di cegah oleh kak vicko.


"Biar gue aja." Kak vicko tak memperdulikan vreya.Ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan membelikan vreya gulali.


Sedangkan vreya langsung duduk kembali. Tak lama kemudian kak vicko membawa satu gulali yang besarnya lumayan.


"Nih.."Ujar kak vicko memberikan gulali tersebut kepada vreya.


"Emm..makasih."dengan cepat vreya mengambil gulali tersebut dari tangan kak vicko dan langsung melahapnya.


"Jangan kebanyakan makan gulali. sakit gigi itu ngga enak." Ucap kak vicko yang dari tadi hanya memperhatikan vreya.


"Iya gue tau kok."


"Lo mau kuliah dimana?" ucap kak vicko tiba tiba.


"Gue sih pengenya ke pranciss tapi ngga boleh sama ayah."


"Kenapa?"


"Katanya gue ngga boleh nyusahin oma sama opa gue.Secara mereka kan tinggal di sana."


"Lo ngga ada niat buat ngebujuk bokap lo gitu?"


"Mau di bujuk ampe amandel gue copot juga ayah ngga bakal ngijinin."


"Oh...Terus lo mau kuliah di mana?" Tanya kak vicko lagi.


"Ngga tau kayaknya gue mau kawin aja deh." Ucap vreya lesu.


"Kawin? Serius lo?" ucapan vreya sukses membuat mata kak vicko hampir copot.


"Ya enggak lah,gila kali gue kawin muda.Gue juga punya banyak impian kali."


"apa impian lo?"


Vreya menatap langit langit yang berhamburan bintang.Angin malam juga tidak cukup kencang malam ini.Seolah malam merestui mereka.Vreya masih diam dengan pertanyaan kak vicko tadi.


"Ya impian gue banyak.Gue pengen punya rumah sakit , pengen punya panti asuhan , pengen punya perpustakaan , pengen punya sekolah khusus anak anak , dan yang terpenting gue pengen punya perusahaan dari jerih payah gue sendiri..."


"Gue kayak anak kecil ya? Hehe gue cuma mau nolong orang aja walaupun secara tidak langsung." Ucap vreya tanpa ragu ragu.


"Sebanyak itu?"


"Hemm...Gue awalnya mikir itu ngga mungkin tapi kan gue belum nyoba.Gue bakal bangun itu semua satu satu dan yang terpenting dari jerih payah gue sendiri."


"Impian lo gede benget gue aja kalah." kak vicko kini tertawa kecil sambil menatap langit langit.


"Apa impian lo?" Tanya vraya.


"Gue cuma mau bahagia, udah itu aja ngga lebih." Ucap kak vicko singkat.


"Impian lo bahkan lebih gede dari pada impian gue."


"Ha?"Kak vicko kini mengalihakan pandanganya menuju vreya.


"Ya mencari kebahagiaan itu lebih susah dari pada cari duit.Buktinya aja ada yang sukses tapi ngga bahagia."


"Sejak kapan lo jadi bijak kayak gini?"


"Ngga tau."vreya mengangkat bahunya bersamaan.Mereka pun tertawa bersama. Diam diam ada rasa nyaman pada diri mereka masing masing.


Mereka melanjutkan cerita mereka.Vreya memang terbuka saat dengan kak vicko. Dan mereka juga sering bersama sama akhir akhir ini.ya kalian tau lah 'Cinta ada karna terbiasa.'


Jam sudah menunjukkan pukul 10. Kak vicko pun bergegas melajukan motornya menuju rumah vreya.Vreya megucapkan terima kasih dan kak vicko langsung melajukan motornya.


Vreya berjalan menuju ke rumahnya dengan santai.Saat vreya membuka pintu...


"Dari mana aja kamu?"Vreya langsung di sambar dengan perkataan ayahnya.


"Aduh gue jawab apa ini...ngga mungkin dong gue jawab abis pergi sama kak vicko. Tapi kalo gue bilang gitu pasti gue ngga di samber lagi.hemm..." Batin vreya.


"Pergi ama kak vicko."Jawab vreya santai.Mama ayah dan kak sanjaya saling bertatapan.


"Baru tadi siang kamu bilang ngga ada hubungan apa apa, sekarang kamu malah pergi sama dia sampe malem." Ujar ayah vreya.


"Ya itu juga ngga sengaja ketemu yah. Ya udah lah yaya mau tidur."Vreya berjalan menuju kamarnya. sementara di ruang tamu ayah mama dan kak sanjaya masih saling bertatapan secara bergantian.


-Di rumah kak vicko


Setelah kak vicko memasukkan motornya ke dalam garasi ia langsung bergegas membuka pintu rumah.Dan....


"Kamu dari mana...Besok sekolah lo..." ucap mama kak vicko dengan lembut.


"Pergi..."


"Kemana?sama vreya?" Ayah kak vicko menyambar.


"Emn...enggak."


"Halah ayah udah telfon temen temen kamu semua bilang kamu jalan ama vreya."


"Emm iya."Kak vicko lesu.dan langsung menuju kamarnya.


"Kapan kapan ajakin mampir dong vic." ucap mama kak vicko sedikit teriak.


"Iya ma.."


Mama dan papa kak vicko tertawa cekikikan melihat anak nya lesu seperti itu.Huh benar benar orang tua lukcnut...