
Beberapa minggu kemudian setelah acara itu.
Vreya dan kak vicko semakin dekat, kak nisa yang masih terus berusaha mendekati kak vicko dan oxcel yang selalu menggoda kak nisa. Vreya selalu berusaha untuk membantu kak nisa agar dekat dengan kak vicko tapi hasilnya sama saja.
Mei dan kak nico yang masih seperti biasa, xelina dan kak briyan juga sama, hubungan tanpa kejelasan. Ya memang nyatanya begitu, mereka belum jadian tapi mereka merasakan cemburu jika salah satu dari mereka dekat dengan orang lain. Tapi kalo cemburu, mereka siapa? Mereka kan bukan siapa siapa.
Mama dan ayah vreya masih di luar kota, sedangkan mama dan papa kak vicko sudah pulang.
-pagi
Vreya, oxcel dan kak sanjaya sedang sarapan.
"Kita berangkat bareng kan ya? " tanya oxcel.
"Emm, kayaknya enggak deh. Gue mau bawa motor aja."
"Lah kok gitu sih ya."
"Biarin, gue males kudu satu mobil ama lo, cerewet kek emak emak."
Kak sanjaya hanya menyimak.
"Gue duluan ya..." vreya beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang makan.
"Bang yaya kenapa dah? " tanya oxcel.
"Kaga tau." jawabnya ia masih fokus dengan makanya.
Tak lama kemudian oxcel berangkat ke sekolah menggunakan mobilnya.
-parkiran sekolah.
Oxcel melihat kak nisa yang sedang memarkirkan mobilnya.
"Buehhh... Pagi pagi udah ketemu bidadari aja. Gue godain ah." oxcel menghampiri kak nisa.
"Oyyy...." sapanya.
"Eh oxcel? Ngapain? " tanya kak nisa.
"Nyamperin elo." jawab oxcel santai.
"Nyamperin gue? "
"Iya." oxcel tersenyum manis.
"Kenapa? " tanya kak nisa.
"Karna lo cantik. " jawab oxcel asal.
"Heleh. Basi." kak nisa pergi meninggalkan oxcel. Kak nisa sudah terlalu sering mendengarkan kata kata itu dari mulut oxcel.
"Eh tungguin." oxcel menyusul kak nisa dan menyesuaikan langkahnya.
"Kenapa lo ngikutin gue? " tanya kak nisa.
"Siapa yang ngikutin elo. Kelas kita sebelahan kali. Kalo ngga lewat sini, lewat mana coba?" oxcel mengarang, ya sebenarnya ia memang mengikuti kak nisa.
"Lah iya, nisss kenapa lo jadi ke DP an gini sih. Mau di taro mana coba ni muka." batin kak nisa. Ia benar benar merasa malu.
"Udah ngga usah di kemana manain tu muka." jawab oxcel, ia seakan akan tau isi pikiran kak nisa.
"Kok dia tau apa yang gue pikirin?" batin Kak nisa lagi.
"Ya tau lah, itu namanya ikatan batin. Keren kan gue." oxcel tersenyum sombong.
"Sinting."
"Ngga jelas benget tu orang, ngapa coba. Kaya ngga punya kerjaan aja." batin kak nisa yang mempercepat jalannya.
Oxcel seketika manghantikan langkahnya dan tersenyum. "Lo bakal jadi milik gue." batin oxcel, lalu ia kembali menyusul kak nisa. Oxcel selalu mengatakan itu setelah menggoda kak nisa.
-jam istirahat.
Seperti biasa vreya dan komplotanya menuju ke kantin.
"Bakso kan? Gue pesenin dan gue traktir." ujar kak nico dari belakang.
"Ha serius? " tanya mei.
"Ya gue seruis." jawab kak nico.
"Demi apa lo mau traktir kita? " ujar xelina.
"Demi mei." ia tersenyum ke arah mei.
"Heleh, hubungan tanpa kejelasan aja bangga." oxcel menyambar.
"Biarin, dari pada elo." jawab kak nico. Vreya dan kak vicko hanya menyimak.
Mereka memesan makanan. Tak lama kemudian makanan itu pun datang.
"Kita kayaknya harus bikin nama deh buat geng kita." usul oxcel.
"Iya ni, seru gitu kayaknya. " sambar kak nico.
"Geng? " tanya vreya.
"Iya kita ber empat." kak briyan tersenyum.
"Aneh." jawab vreya ia pun melanjutkan makannya.
"Usul dong. " kata kak nico.
"Iya ni, vic lo ngomong kek." kak briyan menyenggol lengan kak vicko.
"Gue terserah kalian aja. " kak vicko sibuk dengan game nya.
"Gimana kalo the cogan geng? " ucap oxcel,
"Cogan? " tanya mereka berbarengan.
Oxcel mengangguk. "Emm kita kan cogan."
"Empppfff... " vreya dan teman temanya tertawa terbahak bahak.
"Hahahahahahahaha......"
"Gila lo pada..." ucap mei sambil tertawa terbahak bahak.
"Bagus juga namanya. Gue setuju." jawab kak nico.
"Ya memuji diri sendiri itu emang penting. Oke gue setuju." ucap kak briyan.
"Lo gimana?" tanya oxcel kepada kak vicko.
"Terserah." masih sibuk game.
"Oke gue, Daniel Oxcel Pratama memutuskan untuk memberi nama The Cogan Geng pada komplotan gue yang beranggota. Siapa nama lo? "Tanyanya Berbisik kepada kak briyan.
"Briyan Tanos."
"Lo? " tanya kak nico.
"Nicola Putra."
"Lo? "
"Vicko. " jawab kak vicko. Oxcel kini memang sudah menjadi gila.
Oxcel beranjak dari duduknya.
"Oke gue ulangin sekali lagi. Gue Daniel Oxcel Pratama memutuskan memberi nama The Cogan Geng pada komplotan gue yang berangnggota, Briyan Tanos, Nicola Putra, dan Vicko. Sekian pengumuman dari gue."
Oxcel kembali duduk.
"Stres." kata vreya.
"Gila ya lo? Kita jadi pusat perhatian." kata mei.
"Biarin, itu tandanya mereka iri sama kita." jawab oxcel santai.
"Iri lo bilang? Mereka ngetawain lo." sambar xelina.
"Nggak mungkin, mereka ngga tau aja pesona gue." oxcel semakin besar kepala.
"Pesona pesona mata lo jeplak." kak briyan menjitak kepala oxcel.
"Udah lanjutin makan nya. Bentar lagi bel." vreya menyela.
Mereka mengangguk dan melanjutkan makan mereka.
-Pulang sekolah.
Oxcel keluar dari kelasnya.
"Bebeb gue kemana? Kok ngga keliatan." batin oxcel. Ia terus menerus mencari kak nisa.
Sampai matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang membawa banyak buku hingga menutupi wajah cantik nya. Ya gadis itu adalah kak nisa.
Oxcel segera menghampiri gadis itu.
"Uwuwww. Pucuk di cinta ulan pun tiba. Bener ya kata orang orang, jodoh itu emang ngga bakal kemana." kata oxcel kepada kak nisa.
"Stres." kak nisa melanjutakan jalannya.
"Mau gue bantu ngga? Tangan gue nganggur." oxcel mengikuti kak nisa.
"Ngga usah." jawabnya ketus.
"Yakin? "
"Pegel juga ni tangan, boleh deh." kak nisa memberi sebagian buku kepada oxcel.
"Lo ngga perlu sungkan, kalo lo mau minta bantuan ama gue, gue sedia 25 jam buat lo."
"Kok 25 jam? "
"Iya yang 1 jam nya khusus buat lo, baik kan gue."
"Narsis."
Mereka berjalan menuju raung guru. Setelah ke ruang guru mereka berjalan menuju parkiran.
"Pulang bareng ngga? " tanya oxcel.
"Gue bawa mobil sendiri."
"Oh iya lupa gue. Gue ikutin lo dari belakang ya."
"Terserah. " kak nisa mempercepat langkahnya.
Langkah kak nisa berhenti saat melihat adegan di depan matanya.
Melihat kak vicko yang sedang membelai rambut vreya. Tersenyum manis ke arah vreya, dan...
Jlebb.
Dadanya terasa sesak, hatinya terasa hancur berkeping keping.
Oxcel yang melihat kak nisa berhenti seakan. paham ia berhenti tepat di belakang kak nisa.
Kak nisa geram. Ia menghampiri kak vicko dan vreya.
"Vreya? "
...