Oh My Senior

Oh My Senior
Kak vicko?



"Em....Manusia es gue mau tanya ni sama lo.Tapi lo jangan marah ya hehe...." ucapku sambil cengengesan tanpa dosa.


"Nanya apa?"Ucapnya sambil meletakkan polselnya.


"Gue nggak nyangka kalo lo itu bucin juga ya..."Ucapku sambil cekikikan.


"Hah?Maksud lo?"Den tatapan serius.


"Gue denger dari tante ratna kalo lo udah pernah hampir bunuh diri gara gara pacar lo selingkuh....Hahaha"


"Hah....eng...engak."


"Udah lah...oh ya katanya dia lebih tua dari lo ya...sekitar 22 tahun kalo nggak salah pas tante ratna cerita."


"Iya...."


"Lo certain dong ke gue...gue kan penasaran hehe..."


"Emm....dia itu cinta pertama gue....gue kenal dia udah dari lama banget.kita sahabatan dan pacaran selama kurang lebih 2 tahun.gue liat dia ke mall sama cowok terus gue nyamperin dia...ya dia mutusin gue dan ya gitu....Dan besok dia mau nikah."Ucapnya panjang lebar.aku membulatkan mataku tidak percaya kalo manusia es ngomong panjang dan lebar kayak gitu.


"Hah dia mau nikah?Lo di undang?Kapan acaranya?"


"Emm...Tiga hari lagi."Dia mengangguk.


"Lo mau detang?"


"Enggak lah...Cuma bikin gue sakit hati doang.mendingan juga di rumah."


"Kalo saran gue mendingan lo datangin aja tu acara."


"Kenapa?"sambil mengankat salah satu aslisnya.


"Gini ya manusia es yang super dingin.lo itu harus tunjukin kalo lo itu udah bahagia.Dan lo harus bikin mantan lo itu nyesel karna udah ninggalin elo.Dan satu lagi kalo lo mau dateng lo harus bawa cewek buat buktiin ke dia kalo lo itu udah move on dari dia..."


"Emm bener juga...tapi siapa?...Bantu cari cewek buat pura pura jadi pacar gue ya..." Ucapnya hangat sambil tersenyum....


"Ni manusia es kesambet apa?Kok jadi gini?Apa tingkat kebucinannya naik?Atau dia punya penyakit bucin tersendiri?Kok jadi hangat gini?"Ucapku dalam hati.


"Oke kalo masalah itu mah gampang...banyak temen temen gua yang cantik dan sexy...lo tenang aja...."Ucapku.


Aku lalu mengambil polselku...membuka kontak whassapp yang berisi dominan kontak cewek.Dan memberikannya pada kak vicko.


"Ni lo pilih sendiri aja...nanti kalo udah ketemu yang pas gue yang bakal bilang ke dia nya..."Ucapku sambil menyondorkan polsel ku ke gengnggaman kak vicko.


Kak vicko mengangguk dan mencari cari kontak atau lebih tepatnya cewek yang akan di ajaknya pergi ke nikahan mantannya.


Sekitar 25 menit kak vicko melihat lihat.Akhirnya dia mengambalikan polselnya padaku.


"gimana?Udah ketemu?"Ucapku.


"Belum kontak lo isinya kek gituan semua gue nggak suka...gue mau wanita yang cantik , Manis , terus yang bisa manas manasin orang biar rencana kita berhasil."Ucapnya.


"Ah elah lu mah...susah nyari yang bagutuan..."


"Ya udah kenapa nggak lo aja?"Ucapnya yang membuatku sedikit terkejut.


"Gue?..."


"Iya elo..."


"Yakin lo mau ngajak gue ke acara itu?Yang ada bukannya nyesel nanti malah lo di ketawain ****..."


"Siapa bilang?Kita liat aja nanti....lo mau ya cuma sehari doang..."Ucapnya sambil tersenyum manis.


"Emm...Boleh tapi ada syaratnya hehe...."


"Ribet...."


"Ya udah kalo nggak mau.."


"Ya udah apa?"


"Tapi janji dulu...."Ucapku sambil tersenyum polos.


"Em..."


"Bawa gue ke pasar malem ya....hee"Sambil tersenyum.


"Itu doang?"


"Iya..."Sambil mengangguk semangat.


"Gue kira lo mau minta tas , sepatu , baju , atau apa lah eh ternyata..."


"Gue nggak terlalu suka sama begituan.Jadi lo mau kan ajak gue ke pasar malem..."


"Oke...nanti malem gue njemput lo...Briyan sama nico di ajak?"


"Oke deal...."


Aku tersenyum dan membuka polselku untuk mengecek sesuatu.Suasana pun kembali hening.Tiba tiba kak vicko memecahkan keheningan tersebut.


"Sekarang gue yang mau nanya sama lo..." Ucapnya.memang ini bukanlah lagi kak vicko yang super dingin.


"Nanya apa?"Ucapku sambil meletak kan polselku.


"Lo pernah sakit hati?"Ucapnya.Aku pun hanya menggeleng kan kepala ku.


"Lo yang nyakitin hati mereka?"


"Mereka siapa?"


"Mantan mantan lo."


"Gue nggak punya mantan , nggak pernah sakit hati , dan nggak pernah jatuh cinta..."


"Masak iya?"Ucapnya dengan nada super kepo.


"Iya...."


"Pentesan lo kalo liat mei sama xelina ada gandengan muka lo berubah."


"Ya gitu deh..."


"Eh tapi ngomong ngomong kenapa sampe lo nggak mau kenal cinta?"


"Bagi gue cinta itu pembunuh..buktinya aja ada orang yang bunuh diri cuma gara gara cinta. kan konyol..."


"emm lo ngejek gue ya...."Ucapnya.


"Eh ada tersungging.Hahaha....".


"TERSINGGUNG."


"Nah iya itu...hahahahah."Aku tertawa terpingkal pingkal.


Kami pun melanjutkan pembicaraa kami.bercerita tentang masa kecil dan hal hal konyol lainnya.


"Pulang yuk udah jam segini nanti malem kan kita mau ke pasar malem."Ajakku.Kak vicko hanya mengangguk dan pergi meninggalkan kedai cokalt tersebut.


Menuju mobik putih mewah milik kak sanjaya dan langsung menuju ke rumah ku.


"Makasih...eh manusia es nanti jangan lupa jam setengah 7 lo jemput gue."


"Iya bawel..."


Kak vicko membunyikan klakson mobilnya dan pergi meninggalka pekarangan rumah ku.


"Kamu pulang di anter vicko yo?Tadi mama telfon xelina dia bilang gitu..."Ucap mama.Aku pun langsung mencium punngung tangan mama.


"Iya ma..."


"Nggak di suruh mampir dulu?"Ucap mama.


"Katanya kak vicko buru buru.Ya udah ma yaya ke atas."Mama hanya mengeleng nggeleng kan kepalanya.


Chat grup.


-CIWI CIWI-


Vreya DA :"Eh guys...nanti kita ke pasar malem yukk..."


Meilinda Putri :"Yuk...seru kayaknya..."


Xelina Anggraeni :"Gue ngikut aja..."


Meilinda Putri :"Oke nanti gue jemput kalian berdua."


Xelina Anggraeni :"Engga usah mei gue baru aja di chat sama kak briyan suruh bareng dia aja."


Meilinda putri :"Eh gue juga baru aja di chat kak nico.Lah terus vreya gimana?Naik motor sendiri nggak papa?"


Vreya DA :"Engak Nanti gue pergi sama Manusia es."


Meilinda Putri :"Hah Beneran?"


Xelina Anggraeni :"Serius?"


Vreya DA :"Emm..."


Belum sempat aku melihat balasan mereka aku memutuskan untuk mematikan polseku dan tidur sejenak sebelum nanti malam.


-Selamat membaca