Oh My Senior

Oh My Senior
Hari yang Indah



-Pagi


Vreya mulai membuka matanya saat cahaya matahari mulai mengganggu tidurnya.


"Hoaaahh....."


Pagi ini sangatlah cerah.Vreya ingin sekali keluar.Vreya melihat seorang laki laki yang sedang tidur di sampingnya.Vreya menatap dalam laki laki itu.Kak vicko mulai membuka matanya.Vreya langsung mengalihkan pandanganya.


"Eh lo udah bangun?"Ucap Kak vicko yang sedang berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Hemm...manusia es lo ngga sekolah?"Tanyaku.


"Enggak.kan kemaren gue udah bilang gue mau bantuin papa.Tapi tenang aja masih nanti siang juga.Jadi sekarang gue masih bisa di sini."


"Ohhh...."verya membukatkan mulut nya membentuk O dan mengangguk.


"Gue cuci muka bentar."vreya kembali mengngguk.


Tak lama di kamar mandi kak vicko keluar dari kamar mandi dengan muka segar dan rambut basah.Vreya mengamatinya dengan detail.Uhh tak bisa di pungkiri saat ini dia sangatlah tampan.


"Lo mandi?"Tanya vreya.


"enggak."Kak vicko mengusap wajahnya yang basah dengan tisu.


"Emm...manusia es.."Ucap vreya ragu ragu.


"Lo mau apa?"Mendekat ke arah vreya.


"Gue mau ke toilet tapi gimana?"


"Biar gue bantu."


Vreya mengangguk semangat karna vreya sudah menahanya sejak tadi.Kak vicko membantu vreya menuju kamar mandi.Tak lama kemudia vreya keluar mukanya sudah basah dan kelihatan lebih cerah.Kak vicko pun membantu vreya untuk kembali ke tempat tidurnya.


"Ni tisu.Muka lo basah.Pori pori lo nanti tambah besar lagi."Ucap kak vicko sambil mengulurkan tisu ke arah vreya.


"Emm...lo ngga pulang?"Tanya vreya sambil mengelap mukanya dengan tisu.


"Enggak."Jawabnya santai.


"Lo udah bilang mama lo?"


"Belum tapi mungkin Briyan sama nico udah kasih tau mama.Lagian polsel gue ngga tau kemana.Kayaknya ketinggalan di sekolahn sama tas gue dan juga tas lo.Gue kan belum pulang dari kemaren."Jawabnya santai.


"Lah kalo polsel lo ilang gimana?"


"Ah ngga penting.lagian gue pegang polsel cuma buat main game."


"Emm thanks ya."


"emm.."


Suasana pun hening sejenak.


"Manusia es kita keluar yuk gue bosen di sini." Ucapnya memecah keheningan dan juga mengganggu kak vicko yang sedang asik menonton tv.


"Emm..bentar."


"Ayo lahh...."Vreya mulai merengek.


"Ah...ya udah ayo."Beranjak dan mematikan tv nya.


Kak vicko mengambil kursi roda yang berada si sebelah tempat tidur vreya.Vreya pun turun dari tempat tidurnya di bantu dengan kak vicko.


Mereka pun sampai di sebuah taman rumah sakit tersebut.Mereka mencari suasana yang sepi.Vreya tidak tega harus melihat orang orang sakit yang berkeliaran.


"Kita di sini aja."kak vicko pun menghentikan korsi roda vreya.


"Makan."Ucap kak vicko menyondorkan makanan rumah sakit yang sudah ia ambil sebelum menuju taman rumah sakit.


Vreya mengngguk dan mulai memakanya.Kak vicko hanya melihat nya sambil tersenyum membawa minuman untuk vreya.


"Lo ngga makan?"


"Udah makan gue."


"Masa?Kapan?Kok gue ngga liat."Tanya vreya


"Semalem pas lo udah tidur."Jawabnya berbohong padahal kak vicko belum makan sama sekali.


"Bohong.Semalem pas gue tidur lo aja langsung ikut tidur."Ucap vreya santai.


"Lah kok lo tau."


"Kan gue peramal lo lupa."Jawab vreya sambil cengengesan.Kak vicko memandang vreya datar.


"Udah makan bareng gue aja gue juga ngga habis.ini banyak banget."


"Enggak ah buat lo aja.Gue minum nanti juga kenyang."


"Lo minum terus kembung perut lo nanti.Udah ngga ada penolakan.aaa...."Vreya mengarahkan sendok berisi dengan makanan ke dalam mulut kak vicko.kak vicko hanya menurut.


Makanan mereka pun habis.Walaupun satu untuk dua orang tapi perut mereka kenyang.


"Gue kapan boleh pulangnya?"Tanya vreya setelah selesai meminum air mineral yang di berikan kak vicko.


"Nanti."


"Oh ya...lo ngga boong kan?"


"emm..."kak vicko mengangguk.


"Eh ngarang aja lo.Lo itu di guyur pake air es.Kalo lo demam gimana?Lagian kenapa bisa kayak gitu sih kemaren?"Tanya kak vicko penasaran.


"Kak celsi cemburu ama gue di kira gue deket sama lo.Ngga penting banget kan?ini yang paling gue benci.Cewek rela ngelakiun hal segila itu demi seorang cowok.Kaya ngga ada cowok lain aja."Jawab vreya polos.


"Emm jadi karna itu."


"hemm..yaudah gue ngga mau deket deket ama lo ah.Nanti gue di labrak lagi."Jawab vreya.


"Ya udah dasar ngga tau terima kasih."Kak vicko ketus dan mulai membalik ke sifat dinginya itu.


"hehe gue becanda kali.Masa iya gue takut sama begituan."


"emm.."


"Manusia es...kok lo balik dingin lagi sih.."


"Biarin."Jawabnya acuh.


"Astaga iya deh gue minta maaf.Ya ampun lo ini..."


"Maaf di terima."Vreya tersenyum mendengar kata kata itu.


Setelah vreya puas berada di luar mereka pun memutuskan untuk kembali kekamar vreya.


Saat mereka membuka pintu kamar nya terasa sangatlah ramai.


"Loh kalian ngga sekolah?"Vreya terkejut saat melihat kedua sahabatnya berada di dalam ruangannya itu.


"Enggak kita bolos hehe...lagian kita juga udah ijin kok...tadinya mau pulang sekolah tapi kelamaan hehe..."Jawab mei cengengesan dan xelina hanya mengangguk.


"Bro...ni polsel lo yang lo tinggal kemaren."Ucap kak nico memberikan polselnya kepada kak vicko.


"Lah kalian bolos juga?"Ucap vreya lagi.Kak briyan dan kak nico mengngguk.


"Astaga kalian ini..."Ucap vreya pasrah.


Kak vicko membantu vreya untuk kembali ke tempat tidur nya.


"Kalian tadi dari mana?"Tanya xelina memecah keheningan.


"Kepo."Jawabku acuh.


Mereka mulai duduk dan mengobrol.polsel kak vicko tiba tiba berdering.Karna kebetulan polsel kak vicko di letakkan di laci yang berdekatan dengan vreya.Vreya pun berniat memberi tau kak vicko.


"Manusia es polsel lo bunyi."Ucap vreya yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.


Kak vicko langsung mengambil polselnya dan keluar ruangan.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka.


-Di Luar Ruangan


Tak di sangka yang menelfon kak vicko adalah mantan kekasihnya.Elis yang hari ini sedang melaksanakan pernikahan.


Kak vicko :"Apa?"


Elis :"Apa kau tidak datang ke acara ku?"


Kak vicko "Aku sibuk."


Elis :"Oh ya...Bukanya kau masih tidak rela jika aku menikah?"


Kak vicko :"Kau salah aku sudah menemukan penggantimu.Bahkan jauh lebih baik darimu."


Elis :"Benarkah?Baguslah...Sayang kau sedang apa?Apa kau tidak lelah? .....Iya...."


Kak vicko :"Cih.."


Elis :"Oke baiklah SUAMI ku memanggil.akan ku akhiri telfonnya."


tutt...tutt...tutt....


Kak vicko langsung kembali masuk ke ruangan vreya dengan raut wajah kesal.


"Lo kenapa?"Tanya kak briyan yang melihat wajah kesal kak vicko.


"Elis telfon?"Tanya kak nico.


"Ya dia sombong sekali.Gue akan membalasnya besok."Ucap kak vicko ketus.


"Sudahlah lupain aja. kaya lo ngga tau aja sifat dia itu kaya apa."Ucap kak briyan lagi.


"Emmm...."Kak vicko kini kembali duduk.


"Elis?Apa dia mantan kekasih kak vicko? Ah ngga penting juga." bantin vreya bergejolak.


"Vreya lo ngelamunin apaan?"Ucap mei mengakhiri lamunan vreya.Semua mata langsung tertuju pada vreya.


"Eh...enggak gue cuma bingung aja.Kakak gue masa ngga kesini?"Jawab vreya mengalihkan pemikiranya.


"Mungkin dia sibuk."Jawab xelina.


Vreya jadi mengingat kejadian kakak nya yang tidak mengajaknya untuk melamar kak angel.


"Ah dia ngga pernah peduli sama gue."Ucap vreya kesal.


....