
Vreya langsung berjalan menuju rumahnya.Saat vreya membuka pintu ia sudah di sambut dengan mama ayah dan juga kakaknya.
"Loh kalian ngapain?"Ucap vreya bingung.
"Duduk."Ayahnya mengeluarkan aura dingin.
"Ayah serem banget dah."
"Ma ini apaan sih?Vreya mau di jodohin?"
"Lo itu pikirannya cuma di jodohinn mulu lo mau di jodohin beneran?"Sambar kak sanjaya.
"Yang tadi bilang sibuk ngga bisa jemput siapa ya?"Vreya melirik ke arah kak sanjaya.
"Gue emang sibuk lo nya aja yang ngga tau." Kak sanjaya tidak mau kalah.
"Udah kalian ini berantem mulu kerjaanya kalian bisa ngga sih akur sehari aja."Ucap mama vreya dengan nada sedikit kesal.
"Udah ayah mau bicara serius sama kamu."Menunjuk ke arah vreya.
"Hemm?"Vreya mengangkat salah satu alisnya.
"Sebenarnya hubungan kamu sama vicko itu apaan sih ayah jadi bingung.Kadang berantem kadang akur,kadang vickonya baik kadang dingin."Ucap ayah vreya.
"Iya sanjaya juga bingung.Tadi waktu sanjaya suruh dia ngenterin yaya dia langsung mau."
"Langsung mau palalo peang?"Ucap vreya ketus.
"Vreya...."
"Eh iya ma hehe..."Vreya menunduk.
"Jadinya apaan ya?"Ayah vreya kembali menyambar.
"Apaan apanya sih yah.Ya ampun kalian ini ga jelas benget dah.Udah lah yaya capek yaya mau istirahat."Vreya langsung beranjak dari tempat duduk nya.
"VREYA DIVA ANANTA."Ayah vreya sedikit teriak.
"Hemm...iya ayah.."Vreya pun duduk kembali.
"Ayah ngga suka ya kalo kamu ngga punya kejelasan sama hubungan kamu ini." Ucap ayah vreya lagi.Mama dan kak sanjaya hanya menyimak.
"Ayah.ayah kan tau yaya ngga suka kayak gituan yaya mau fokus dulu."Vreya pasrah.
"Ya jadi hubungan kamu sama vicko apaan?" Tanya nya lagi.
"Cuma senior yaya di sekolah.Udah itu aja."
"Ayah ngga percaya."
"Mama juga ngga percaya."
"Sanjaya juga."
"Astaga kalian ini.Udah lah yaya capek beneran ini."Vreya kembali beranjak dari tampat duduknya.
"Vreya..."
"Ayah bahasnya nanti lagi ya yaya ngantuk." Vreya langsung pergi menuju kamarnya.
Setelah selesai mandi vreya merebahkan badanya di kasur.Membuka chat grup seperti biasa.
chat.
-CIWI CIWI
Vreya DA :"Kita kemana yuk...Gue males di rumah."
Meilinda Putri :"Tumben ngajakin biasanya betah di rumah kenapa?"
Vreya DA :"Gue habis di introgasi sama bokap nyokap gue."
Xelina Anggraeni :"What introgasi?"
Meilinda Putri :"Soal apa?"
Vreya DA :"Nanti gue cerita.Sekarang kita ke kedai coklat aja oke?"
Meilinda Putri :"Oke bentar lagi gue jemput lo."
Xelina Anggraeni :"Lah gue?"
Xelina anggraeni :"Hehe oke dah."
________________
Vreya langsung bersiap siap untuk pergi dengan teman temannya.Setelah beberapa saat kemudian mei dan juga xelina datang.
"Ma yaya pergi dulu ya."Vreya menghampiri mama ayah dan kak sanjaya yang berada di ruang keluarga.
"Yang kemaren nyuruh kita di rumah siapa ya?" Kak sanjaya dengan nada meledek.
"Mau kemana?Jalan sama vicko?" ayah vreya pun tak kalah.
"Ayah apaan sih kak vicko terus dah.Udah lah yaya pamit."Vreya langsung mencium punggung tangan mereka.
"Hati hati ya..."
"Iya ma.."
"Tadi katanya ngantuk."Kak sanjaya kembali meledek vreya.
"Bodo amet."Vreya pergi meninggalkan ruang keluarga.ia menghampiri mei dan xelina yang dari tadi menunggunya.
Mereka pun akhirnya pergi ke kedai coklat yang biasa mereka kunjungi.tak lama kemudian mereka pun sampai.pelayan yang sudah sangat mengenal mereka pun tersenyum menyambut mereka.
"Eh ada mbak vreya mau pesen kaya biasa mbak?"Tanya pelayang yang melayani mereka.
"Iya mbak."Ucap vreya tersenyum.Pelayan itu pun pergi.
Tak lama kemudian pesanan vreya dan yang lainya pun datang.Ia sempat mengucapkan terima kasih dan pelayan itu pun berpamitan.
"Lo tadi mau cerita apaan?" mei mulai memecah keheningan.
"Eh iya vre lo tadi katanya di introgasi.Soal apaan emang?" xelina mulai menyambar.
"Kalian pasti ngga bakal percaya soal ini.Masa gue di introgasi soal hubungan gue sama kak vicko." vreya masih terlihat santai.
"WHAT!!!" ucap mei dan xelina bersamaan.
"Apaan sih kaya gitu doang.Ya iya sih gue kesel tapi kan emang ngga ada apa apa ya udah lah." vreya tetap santai.
"Lo ngga di restuin sama bokap lo?" tanya mei.
"Malahan bokap gue setuju kalo gue sama kak vicko pacaran."
"APA!!!" mei dan xelina bersamaan lagi.
"Astaga kalian ini."
"Lo ngga salah?Lo di boleh in pacaran?"Tanya xelina.
"Dari dulu gue emang di boleh in tapi gue nya aja yang ngga mau.Kalian tau kan kenapa."
" 'Gue ngga suka kayak begituan'...Iya kan?" Jawab mei sambil menirukan gaya vreya.
" 'Gue mau ngejar karir gue dulu.' Gue bener kan?" ucap xelina.
"Tepat sekali..Uh kalian emang the best deh.."
Mei dan xelina sama sama memukul jidat mereka.
"Tapi ya vre lo itu juga harus beradaptasi sama cowok vre." Ujar xelina lagi dan mendapat anggukan dari mei.
"Ya gue tau gue kan juga manusia normal."
"ya jadi gimana?"Mei sambil menaik turunkan alisnya.
"Ha gimana apanya?"Vreya mulai bingung.
"Itu kak vicko."
"Lo mau gue gampar?"Vreya kesal.Vreya merasa teman temannya tidak membantunya sama sekali.
"Ye galak amat buk."Xelina meledek.
"Udah lah mbahas yang lain aja."
Mereka pun akhirnya tertawa melihat sikap vreya yang menurutnya lucu.Ya vreya memanglah care dengan siapa saja tapi dia tidak pernah kepikiran sama sekali soal perasaan.
....