
Perlahan kak nisa membuka pintunya. Hingga pintu itu benar benar terbuka.
"Aaaaaaaaaaa........." kak nisa berteriak histeris dan langsung menutup pintunya lagi.
Vreya yang mendengarkan teriakan kak nisa ia langsung menuju ke kamar oxcel.
"Kak lo kenapa? " tanya nya.
Kak nisa masih berusaha mengatur nafasnya. "Hahh, ituu... Anuu.." kak nisa terbata bata.
"Apa sihh..." ia membuka pintu kamar oxcel. Saat pintu di buka ia melihat oxcel yang sedang memakai baju. Ya rambut oxcel basah dan wajah yang masih terlihat sedikit pucat.
Oxcel selesai mengenakan baju ia berjalan menghampiri vreya dengan santai, ia tidak tau bahwa tadi kak nisa yang membuka pintu kamarnya.
"Tumben lu teriak liat gue ngga pake baju." ucapnya santai.
"Lo mandi? " tanya vreya.
"Iya."
"Lo kan lagi sakit, beg* banget sih lo." protes vreya.
"Kan udah gue bilang gue ngga papa, lo nya aja yang lebay." ia masih belum menyadari kalo kak nisa berada di luar kamarnya.
"Serah dah, oh iya cel ada kak nisa di luar." ujar vreya.
"Hahh... Beneran? Dia jengukin gue? " mata oxcel berbinar.
Vreya mengangguk. "Kak nisa masuk aja ngga papa kok." ujar vreya sedikit teriak.
kak nisa masuk dengan perlahan. Kak nisa berdiri di samping vreya.
"Ya udah gue tinggal dulu ya, bayy kak nisa." vreya melambaikan tanganya dan pergi meninggalkan kak nisa dan oxcel.
Suasana menjadi canggung. Hingga akhirnya kak nisa mulai bicara. Kak nisa lebih memilih untuk melupakan kejadian beberapa menit lalu.
"Lo baik baik aja? " tanya nya. Oxcel menggelengkan kepalanya.
"Gue nggak baik baik aja." jawabnya berbohong, ya walaupun kini ia sudah sedikit lebih baik tapi ia takkan melewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan perhatian kak nisa.
"Masak, tadi lo bilang udah baik baik aja." kak nisa mengangkat salah satu alisnya.
"Ahh kayaknya kelapa gue sakit lagi dehh... Aduhhh..." oxcel meletakkan kepalanya di bahu kak nisa. Kak nisa hanya diam sambil membulatkan matanya.
"Ahkhhh, kepala guee..." ucap oxcel lagi, kepalanya masih berada di bahu kak nisa.
"Ahh jadi ngga tega gue," batin kak nisa. Ia memang melihat wajah oxcel yang masih terlihat pucat.
"Eh lo tiduran aja," kak nisa menuntun oxcel ke kasur dan membantunya untuk berbaring, ya walaupun kenyataannya oxcel bisa melakukan itu sendiri.
"lo udah minum obat? " tanya kak nisa. Oxcel menggeleng.
"Udah makan? " oxcel menggeleng lagi.
"Lo tunggu bentar gue bikinin bubur dulu. Lo di sini aja jangan kemana mana." kak nisa beranjak dari duduknya tapi di tahan oleh oxcel.
"Enggak usah." ujarnya.
"Ngga papa." kak nisa tersenyum, ia membelai rambut oxcel sejenak dan pergi dari kamar oxcel.
Oxcel tersenyum melihat kepergian kak nisa. "Gue ngga nyangka kalo orang sakit bisa se enak ini." batinya.
Kak nisa kebingungan mencari di maan dapur berada, sampai ia berada di suatu ruangan dan disitu ada mama vreya. Ia sedang menbaca majalah hari ini.
Ia menghampiri mama vreya. "Tante... "
Sapanya.
"Eh, nisa ya? Ada apa? " tanya mama vreya...
"Emm itu tante saya mau bikinin oxcel bubur, ngga papa kan tan? "
"Eh, udah ngga usah biar mbak lia aja yang bikinin,"
"Ah ya udah lah, tapi ngga ngerepotin kamu lagi ni? "
"Enggak lah tan." kak nisa tertawa kecil.
"Emm tan, dapurnya sebelah mana ya? "
"Kamu lurus aja nanti mentok itu dapurnya." jawab mama vreya.
"Oh ya udah tan, nisa kesana dulu ya."
"Hati hati, kalo kamu butuh apa apa panggil aja mbak lia."
"Siap tan. " kak nisa pergi meninggalkan mamanya vreya.
"Cantik, manis, baik, perhatian lagi. Masa sih oxcel ngga suka sama dia." batin mama vreya. Ia memang belum mengetahui bahwa oxcel menyukai kak nisa.
Kak nisa sampai di dapur, ia langsung memulai memasak bubur untuk oxcel. Di tengah ia memasak vreya datang untuk mengambil menuman di kulkas.
"Kak nisa? Ngapain masak coba? " tanya nya.
"Eh vreya, ini gue lagi masakin bubur buat oxcel." jawabnya sambil mengaduk bubur tersebut.
"Eh repot repot sih kak, beli aja." ia memasukkan minuman ke dalam tas ranselnya.
"Enggak lah vrey, oh iya ngomong ngomong udah rapi aja lo. Mau kemana? " tanya kak nisa.
"Hehe biasa lah kak, main gituu." vreya tertawa kecil.
"Ya udah kak vreya berangkat dulu yaa. Dahh kak nisaa, semangat ngurus oxcelnya. Gue tau oxcel pasti manja kalo lagi ama lo." vreya lergi meninggalkan kak nisa, sedangkan kak nisa hanya tersenyum sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.
Setelah beberapa saat kemudian kak nisa berjalan menuju kamar oxcel dengan membawa semangkuk bubur dan air putih.
Sesampainya di kamar ia melihat oxcel yang sedang menutup matanya, kak nisa meletakkan bubur dan air itu di meja yang berada di samping ranjang oxcel.
Tiba tiba oxcel membuka mata. "Udah? " tanyanya.
"Lo ngga tidur? " tanya kak nisa balik.
"Enggak. "Jawabnya dengan senyum hangat.
"Lama ya, maaf hehe. Ni sekarang di makan. " kak nisa menyondorkan mangkuk itu ke oxcel.
"Suapinnn..." ujar oxcel manja.
Kak nisa menghela nafasnya dan menyuapi oxcel. Sedangkan oxcel hanya senyum senyum dari tadi.
Sedangkan di sisi lain.
Vreya sudah sampai di rumah kak vicko. Ia melihat kak vicko yang sedang menyiram tanaman.
"Manusiaa es..." ujarnya setelah ia berada di samping kak vicko.
"Loh lo udah nyampe? Kok lo ngga ngasih tau gue? " tanyanya.
"Harus banget ya? Kan gue ke sini mau main ama ziva bukan ama lo."
"Ziva lagi les. Bentar lagi juga pulang." jawab nya, ia melanjutkan kegiatannya kembali.
"Lo suka berkebun? " tanya vreya.
"Enggak, ini gue cuma di suruh mama aja." jawabnya santai.
"Ohh..." vreya mengangguk mengerti.
"Cuma oh aja? Lo ngga mau bantuin gue gitu? "
"Enggak. " jawabnya kemudian ia tertawa.
...