
RUANG RAWAT VREYA
Mama,ayah dan kak sanjaya sudah pergi karna ayah dan kak sanjaya ada miting sedangkan mama vreya sedang ada arisan.Kak vicko masih di rumah" sakit sedang mencari makanan untuk ia makan sambil menjaga vreya.
Pintu ruang rawat vreya terbuka.seorang laki laki membawa kan makanan dan buah buah yang terlihat segar masuk ke dalam ruangan vreya.Ya siapa lagi kalo bukan kak vicko.Kak vicko menghampiri vreya yang sedang melamun.
"Hei kepala batu.Mau makan buah ngga lo?"Kak vicko membuka plastik yang ia bawa tadi.
"Emm...gue ngga nafsu.gue pengen pulang.gue ngga betah di sini."Ucap vreya kesal.Vreya memang tidak manyukai orang sakit.Dia tidak tega dengan orang yang menderita.
"Nggak.Lo belum sembuh total.Sekarang makan ini bentar lagi suster dateng bawa makanan khusus buat lo."kak vicko menyondorkan apel yang sudak ia cuci.
"Ahh....gue ngga mau makan makanan rumah sakit.Manusia es anterin gue pulang ya..."mengeluarkan puppyeyes nya.
"Ah lo ini memang kepala batu.Gua ngga mau anterin lo pulang."Jawabnya ketus.
"Ya udah gue bisa pulang sendiri."vreya yang ingin neranjak dari tempatnya namun di tahan olah kak vicko.
"Lo ini ada ada aja.Besok lo bisa balik.Lo istirahat gih gue capek ndengerin ocehan lo itu."Kak vicko merebahkan dirinya di sofa.
Vreya diam sementara.sambil memakan apel yang di berikan oleh kak vicko.
"Manusia es..."panggilnya dengan nada lembut.
"Emm.."
"Makasih ya udah nolongin gue."
"Emm.."
"Manusia es..."
"His...apa lagi..."
"Gue kan lagi sakit dan gue belum bisa memenuhi kesepakatan kita.gue ngga bisa nemenin lo ke acara mantan lo besok."
"Ah iya kenapa aku bisa lupa soal itu.Kalo aku tidak datang...ah bagaimana ini.sudah lah acara puncaknya saja aku datang."Batin kak vicko bergejolak.
"Udah ngga papa gue juga ngga akan dateng.Kita dateng ke acara puncaknya saja.itu juga masih agak lama."Jawab kak vicko santai.
"Tapi manusia es ngga bisa gitu dong lo itu harus tunjukin..."kalimatnya terputus.
"Nah itu tau.Tenang aja gue akan cariin pengganti gue buat dateng ke acara mantan lo besok.di jamin deh lebih cantik dari gue.Lebih sexy dari gue.uh pokoknya sip deh..."sambil mengacungkan ibu jarinya.
"Nggak ah gue besok sibuk.Mau bantuin papa di kantor.Lagian ni ya kita kan bisa dateng ke acara puncaknya.Di sana malah lebih seru dari pada pernikahan ngga jelas itu."
"Ngaco lo pernikahan ngga jelas.Bilang aja lo cemburu iya kan...gue jadi penasaran secantik apa sih dia sampe sampe lo susah banget buat move on dari dia."jawab vreya sambil membayangkan sesuatu.
"Dia ngga cantik.dia jelek banget.Dia jahat.Gue bodoh udah sayang sama dia."Nampak wajah frustasi di wajah kak vicko.
"****** gue salah ngomong lagi.aduh gimana ini.sedih kan dia jadinya.lo juga **** sih orang lagi patah hati malah di gituin."Batin vreya bergejolak.
"Emm...gue ngga bermaksud..."
"Iya ngga papa.udah ko istirahat gih.nanti kalo suster bawa makanan buat lo...."Belum sempat selesai bicara.
"Lo yang makan.yey ko emang terbaik deh."ucap vreya memotong pembicaraan kak vicko.
"Enak aja.gue suruh suster bawa lagi lah terus kalo lo udah bangun tinggal suruh nganterin lagi.Beres kan."
"Kasian susternya mondar mandir."
"Biarin tugas seorang suster itu ya kayak gitu."
"Kayak gitu gimana?"
"Ah sudah lah."
Vreya tertawa kecil.dan merebahkan dirinya.Tak butuh waktu lama vreya pun tertidur pulas.Kak vicko yang melihat itu pun menghampiri vreya.
"Lo ini tidur aja ngga bener."Kak vicko melihat selimut yang hanya sampai di kaki vreya pun menaikkannya sampai melutupi seluruh tubuh vreya.dan sekarang hanya kepala vreya yang terlihat.
Kak vicko melihat vreya tertidur hanya tersenyum.
"Lo cantik kalo lagi tidur.Lo kaliatan adem di liat."
Kak vicko menarik kursi dan duduk di kursi dengan meletakkan kepalanya di tempat vreya tidur.Tak lama kemudian kak vicko pun ikut terbawa mimpinya.
....