Oh My Senior

Oh My Senior
Belanja



"Kita ke mall yukk. Gue pengen belanja..." xelina merengek.


"Lo itu kerjaanya ke mall mulu." Ucap vreya.


"Biarin gini gini kan gue cewe vre..."


"Ya gue juga cewe kali lin , tapi kan ngga kaya lo tiap hari belanja mulu kerjaan lo."


"Udah lah kalian ini. Yaudah yuk kita ke mall." Lerai mei.


"Ah lo mah sama aja me." dengus vreya


Vreya yang akhirnya pasrah pun mengikuti keinginan teman temannya itu.


Mereka pun langsung menuju mall yang tidak jauh dari kedai tersebut.Tak lama kemudian mereka sampai. Tanpa pikir panjang mereka pun langsung masuk ke dalam mall itu. Saat mereka sedang malihat lihat polsel xelina tiba tiba berbunyi. Xelina pun dengan segera mengambil polselnya .


"Eh bentar ye..kak briyan telfon hehe.."Xelina pun langsung mengangkat telfon dari kak briyan.


Telfon.


Xelina :"Halo kak?kenapa?"


Kak briyan :"Lo dimana?"


Xelina :"Di mall."


Kak briyan :"oke tunggu gue ke sana."


Xelina :"Sama siapa aja kak?"


Kak briyan :"Biasa.ya udah gue ke situ sekarang ya."


Xelina :"oke."


_____________


"Kenapa?" Ucap mei setelah xelina memasukan polselnya kembali.


"Kak briyan mau nyusul hehe..."jawab xelina sambil cengengesan.


"Yee di buntutin mulu..."Vreya menyambar.


"Biarin syirik aja lo."


"Dih."


"Ada kak nico nggak?" Ucap mei.


"Kayaknya iya deh. Tapi ngga tau juga."jawab mei.


"Ya udah yuk tungguin di depan aja."ucap mei lagi.


"Ah nggak ah , tungguin sini aja kenapa sih.."Rengek vreya.


"Udah ayo aja lah."Paksa mei. Akhirnya mei dan xelina berhasil membujuk vreya untuk ikut mereka.


Mereka pun menunggu di depan mall.Tak lama kemudian Kak briyan dan kawan kawanya pun datang dan langsung menghampiri mereka.


"Yuk masuk." Ajak mei.


"Kita mau kemana?"Tanya kak nico.


"Sebenernya kita mau belanja. Tapi karna ada kalian kita nonton aja gimana?" Ajak xelina.


"Ya udah kita nonton aja yukk..." kak briyan menarik tangan xelina.


"Lah kita ngga di ajak?" Teriak vreya.


"Enak aja. Mau jadi nyamuk?" Jawab kak briyan.


"Ya udah kita belanja aja yuk me." Ajak kak nico. Dan langsung menarik tangan mei.


"Lah di tinggal lagi."Dengus kesal vreya.


Vreya dan kak vicko hanya hening tanpa pembicaraan dan masih berada agak jauh dari pintu masuk mall atau lebih tepatnya tempat berpisahnya mereka dari teman teman laknatnya.


"Kita mau kemana?" Vreya memecahkan keheningan. Sedangkan kak vicko hanya mengangkat bahunya yang artinya tidak tau.


"Kita belanja." Kata kak vicko tiba tiba.


"Ha? Belanja?"


"Hemm.."


"Buat apaan?"


"Buat kita dateng ke acara itu. Acaranya 3 hari lagi gue mau belanjain lo baju."


"Kaga usah manusia es. Gue udah punya bajunya lo tenang aja." Jawab vreya santai.


"Udah lah lo itu diem aja."kak vicko langsung menarik tangan vreya.


"Lah kan jadi gue yang di salain lagi." Dengus vreya.


Sampailah mereka di sebuah toko baju yang cukup mewah dan banyak menjual baju baju bermodel.


Semua bajunya terlihat sangatlah bagus di mata vreya. Elegan dan tak berlebihan itulah yang ada dalam pikiranya saat ini.


"Lo mau yang mana?" Tanya kak vicko.


"Kaga usah manusia es."


"Kalo lo ngga mau biar gue aja yang pilihin." Kak vicko langsung pergi mencari cari baju yang bagus untuk di kenakan vreya.


Kak vicko memilih tiga baju untuk vreya. Tapi vreya tidak menyukai semuanya sama sekali. Ada yang terlalu terbuka , ada yang terlalu mewah, dan juga terlalu ketat vreya tidak menyukai semua itu. Sampai akhirnya vreya memutuskan untuk memilih sendiri.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya vreya mendapatkan salah satu baju yang menurutnya bagus dan tidak terlalu terbuka , mewah , dan ketat.


"Ya udah kita ke kasir." Kak vicko singkat.


"Hemm.." vreya hanya mengangguk.


Setelah selesai membayar mereka pun memutuskan untuk ke toko sepatu. Kak vicko yang mengajak vreya mencari sepatu yang cocok untuk baju yang barusan mereka beli.


"Ngapain lagi sih manusia es. Ni kan udah , gue juga udah punya sepatu yang cocok sama baju ini. Udah lah kita pulang aja." Vreya langsung menarik tangan kak vicko dan segera pergi dari tempat itu.


"Aneh biasanya cewek cewek itu paling suka kalo di ajak belanja. Lah ini malah nolak. Ya walaupun udah gue beliin baju itu tapi mukanya kok biasa aja sih. Ngga ada seneng seneng nya." Batin kak vicko.


Ya memang lah raut wajah vreya terlihat biasa biasa saja malah dia merasa tidak enak hati karna sudah di belanjakan oleh kak vicko.


"Nanti gue ganti duitnya santai aja." Ucap vreya yang sekarang sedang berjalan menuju pintu keluar mall.


"Ngga usah. Itu juga buat ucapan makasih dari gue karna lo udah mau nemenin gue ke acara itu besok."


"Hemm ya tetep aja lo kan udah belanjain gue banyak es krim sama gulali waktu di pasar malem kemaren."


"Itu beda.kalo kemaren itu perjanjian kita tapi kalo sekarang ucapan terima kasih dari gue."


"Serah lo deh. Tapi ini banjunya mahal ngga?" Tanya vreya dan kak vicko pun hanya mengelengkan kepalanya.


"Berapa emang?"Tanya vreya lagi.


"Rahasia." Ucap kak vicko lirih sambil membisikkan ke telinga vreya.


"Serah lo dah."dengus vreya.


Kak vicko mengambil motornya dan segera pergi dari mall tersebut tanpa memikirkan teman temannya. Setelah vreya memakai helm nya ia naik ke motor kak vicko dan kak vicko pun segera melajukan motornya.


"Kita mau kemana lagi?" Ucap kak vicko di sela sela perjalanan mereka.


"Terserah lo aja." Jawab vreya.


"Kita makan dulu."ucap kak vicko dan vreya hanya mengangguk di lihat dari kaca spion motor kak vicko hanya tersenyum.


"Kita makan di pangkalan pertigaan depan situ aja ya." ucap vreya.kak vucko mengangguk.


Mereka pun sampai ke tempat tujuan.


"Makan di sini?" Ucap kak vicko sambil melepaskan helm nya.


"Iya. tenang aja tempatnya bersih kok." ucap vreya.Mereka pun akhirnya duduk di salah satu kursi yang kosong.Ya pangkalan itu memang sedikit rame.