Oh My Senior

Oh My Senior
Kakel baluu



-pagi


"Woiii.... Bangun keboo..." oxcel menarik kaki vreya.


"Waaaaaaaaaa......Oxcel gue bunuh lo. " teriak vreya.


"Woi apaan sih?Astaga... " kak sanjaya terkejut saat melihat kondisi vreya.


Kak sanjaya dan oxcel tertawa lepas.


"Lo ngga bisa ya mbangunin gue pake cara alus? " ujar vreya.


"Enggak. Daras kebo.. " oxcel menjulurkan lidahnya.


"Wah gue di bantui ni." kak sanjaya menyambar.


"Di bantuin apaan bang? " tanya oxcel


"Bangunin kebo." kak sanjaya tertawa.


"Awas aja kalian." vreya bangun dan langsung menuju kamar mandi.


"Trik baru ." ujar kak sanjaya.


"Mantab kan? "


"Mantab... "Kak sanjaya mengacungkan ibu jarinya.


"Kaga usah nggibah."teriak vreya dari kamar mandi.


Kak sanjaya dan Oxcel keluar dari kamar vreya dengan tertawa pecah.


"Oxcelll....." teriak vreya lagi.


"Apaan?"


"Ambilin baju ganti gue."


Oxcel kembali masuk ke kamar vreya dan mengambilkan baju ganti vreya.


"Nii..." oxcel mengatungkan tanganya.


"Makasih baik deh... " nampak wajah vreya dan sampo di rambut yang belum di bilas oleh vreya.


"Hemm." oxcel keluar kamar vreya.


Vreya sengaja menyuruh oxcel. Karna jika ia menyuruh kak sanjaya sama saja. Kak sanjaya ngga bakalan mau di suruh kaya begituan. Dan oxcel sudah terbiasa akan hal itu.


-Rumah kak vicko


"Hoammm...."


"Males banget gue sekolah,bolos aja kali ya?"


"Eh ngapain coba? "


"Ah tau ah."


Ia segera menuju kamar mandi dan bersiap.


Kak vicko lengkap dengan seragam sepatu dan tas ransel nya, ia siap berangkat.


Ia berangkat menggunakan motornya seperti biasa. Beberapa saat kemudian ia sampai di sekolah tercintanya.


Di sana kak vicko sudah di sambut oleh ke dua teman nya.


"Oyyy... Kenapa lo? Lesu gitu? " tanya kak briyan. Kak vicko melepas helm nya dan tidak menanggapi ucapan teman laknatnya itu.


"Lo galoo yaaa? " tebak kak nico.


Kak vicko memutar matanya jengah sampai matanya tertuju pada mobil yang baru saja masuk gerbang sekolah itu.


Bukan mobilnya yang membuat mata kak vicko melotot, tapi orang yang baru saja keluar dari mobil tersebut. Di tambah lagi mereka keluar bergandengan tangan sambil sesekali tertawa. Ya orang itu adalah oxcel dan vreya.


Kak briyan dan kak nico mengikuti arah mata kak vicko.


"Ohh pantesan." kak nico mengangguk mengerti.


Kak briyan melihat ke arah vreya dan kak vicko bergantian. Seketika sebuah lagu keluar begitu saja dari mulut kak briyan.


(Mencintai dalam sepi.)


(Dan rasa sabar mana lagi.)


(Yang harus ku pendam dalam.)


(Mengagumi dirimu...)


Kak briyan berhenti sejenak.


(Melihatmu genggam tanyanya.)


(Nyaman di dalam pelukanya.)


(Yang mampu membuatku.)


(Tersadar dan sedikit menepi.)


Dengan suara yang pas pas an ia bernyanyi dengan sangat pd.


"Ngga ampe pelukan juga beg*" kak nico menyentil dahi kak briyan.


"Heleh sama aja." jawab kak briyan.


"Bacott! " sambar kak vicko dengan nada dinginnya. Ia segera pergi meninggalkan teman nya itu.


"Lah kan di tinggalin. Lo sih. " kak nico menyalah kan kak briyan.


"Loh kok gue? " tanya kak briyan.


"Ah ngga tau ah. " kak nico berjalan menyusul kak vicko. Tak lama kak briyan ikut menyusul juga.


-Di Tempat Vreya


Vreya berjalan bergandengan tangan dengan oxcel layaknya sepasang kekasih.


"Anterin gue ke ruang kepsek. " ucap oxcel.


"Siap bos kuu..." vreya tersenyum.


"Sedeng."


Mereka berjalan menuju ruang kepsek.


Sepanjang jalan seluruh siswi tak henti henti memuji ketampanan oxcel. Banyak juga yang iri karna ia berjalan mesra dengan vreya.


Setelah menuju ruang kepsek vreya dan oxcel menuju kelas masing masing.


Oxcel di tempatkan di kelas XII IPA 2. Yaitu kelas kak vicko. Kerna kelas itu adalah satu satunya kelas yang kekurangan murid.


"Selamat pagi anak anak..." sapa pak nur.


"Hari ini kita kedatangan murid baru bari pranciss. Mari silahkan masuk. "


Oxcel tersenyum dan memasuki kelas. Mata semua siswi langsung tertuju kepada oxcel.


"Silahkan perkenalkan diri kamu. " ujar pak nur lagi. Oxcel mengangguk dan tersenyum.


"Hai. Kenalin nama gue Daniel Oxcel Pratama. Kalian bisa panggil gue oxcel." ucap oxcel di iringi oleh senyum manis nya.


Semua siswi berteriak mendapatkan senyuman oxcel. Sedangkan kak vicko memilih tidak peduli dan melanjutkan game nya.


"Eh itu bukanya lakinya vreya ya? " tanya kak nico kepada kak vicko yang berada di belakangnya.


"Emm... " jawabnya singkat tanpa menoleh sedikitpun.


"Silahkan oxcel duduk di sebelah vicko." ujar pak nur.


"Tepat sasaran." batin oxcel. Ia mengangguk dan kemudian berlalu menuju bangkunya.


"Boleh duduk? " tanya oxcel.


"Emm..." jawab kak vicko tanpa menatap pria tersebut.


Oxcel tersenyum. "Keren juga ni cowok. Yaya pinter milihnya." batin oxcel. Ia pun segera duduk di bangku kosong sebelah kak vicko.


Setelah oxcel duduk kak briyan dan kak nico serentak membalikan badanya.


"Weyy brooo. Kenalin gue briyan. Ini temen gue namanya nico dan yang ini namanya vicko. " kak briyan menujukkan teman temannya.


"Haha... Gue oxcel. " jawab oxcel sambil tertawa.


"Susah bener nama lo? " keluh kak briyan.


"Protess aja anak siapa sih? ..." kak nico menyentil dahi kak briyan lagi.


"Hahahaha..." oxcel tertawa karna tingkah laku teman barunya itu.


Palajaran pun di mulai.


-jam istirahat.


Pak nur telah meninggalkan kelas XII IPA 2.


"Kantin kuyy... Mau apel gue." ajak kak briyan.


"Kuyy gue juga." sambar kak nico.


Kak vicko hanya mengikutinya saja. Dari tadi ia hanya diam dan bermain game.


"Gue boleh gabung? " tanya oxcel.


"Kuyy... " jawab kak briyan dan kak nico berbarengan.


Mereka pun berjalan menuju kantin.


Disana sudah terlihat vreya dan teman temannya yang sedang mekana bakso.


"Oyyy... Udah lama? " tanya kak briyan kepada vreya and the geng.


"Belum. " jawab xelina yang sednag mengunyah bakso.


Mereka pun duduk di bangku yang kosong.


"Lohh bang oxcel? " tanya mei.


"Oyy..." oxcel tersenyum.


"Loh bang kok di sini? " tanya xelina.


"Pengan aja. Hahahaha... " oxcel tertawa.


"Lo Pada kenal? " tanya kak briyan.


"Lah iya dia kan sep-" ucapan xelina terpotong.


"Pacar yaya." lanjut oxcel.


Semua menatab oxcel tidak percaya kecuali kak vicko. Ia masih fokus game nya.


" Pacar?" tanya mei, xelina, kak nico, dan vreya.


Oxcel mengedipkan salah saru matanya ke arah vreya.


"Iya pacar." oxcel kini merangkul vreya.


"Hah? Vreya punya cowok?Gue kira becanda." Kak briyan heboh.


"Hahaha... Iya. Dan gue bakal tunangan ama dia secepat nya." kata oxcel lagi.


"Tu.. Tu.. Tunagan? " tanya mei dan xelina.


"What? " kak briyan dan kak nico berbarengan.


"Iya. Nanti gue bakal undang kalian semua tenang aja." kata oxcel dengan nada super santai nya.


Vreya menatap oxcel dengan tatapan membunuh.


Sedangkan kak vicko ia sudah muak. Ia kepanasan di sana padahal hari ini cuaca tidak begitu terik. Kak vicko memutuskan untuk pergi.


Tanpa ada pertanyaan dari teman teman nya. Ia segera pergi menjauh dan entah kemana.


Setelah kak vicko sudah tidak terlihat lagi, oxcel tertawa terbahak bahak...


Mei, xelina, dan vreya menatap datar oxcel sedangkan kak nico dan kak briyan masih bingung.


"Astaga....hahahahah...." oxcel masih tertawa.


"Lu kenapa dah? " tanya kak nico.


"Lah dia pergi beneran? Hahahahaha...." oxcel masih tertawa.


"Hah? " ucap kak briyan.


Mei xelina dan vreya melanjutkan makanya tanpa memperdulikan sekitarnya.


"Bhahaha... Jadi kalian juga percaya? " tanya oxcel.


"ini gimana sih? " kak briyan semakin bingung.


"Astaga...." oxcel menyudahi tawanya.


"Gue ama yaya itu sepupuan." lanjut oxcel.


"Sepupu? " kak nico dan kak briyan berbarengan.


Oxcel menangguk semangat.


"Lah... "


______________________