
"Omaa, plissss ya. Cuma tiga hari doang kokk." bujuk vreya.
Ya gadis itu sekarang sedang berada di kamar omanya dan berusaha membujuk oma dan opanya. Ia ingin ikut pergi bersama oma dan opa nya ke prancis. Jadwal penerbangan oma dan opa vreya nanti sore. Makanya ia sekarang sedang barusaha sebisa mungkin agar di ijin kan ikut.
"Enggak sayang kamu harus sekolah." ujar omanya. Ia sudah lumayan lelah menanggapi vreya.
"Yaya udah lah, besok liburan kita kesana tapi jangan sekarang, kamu kan mau ujian akhir taun." bujuk mamanya.
"Ya ampun ma, cuma tiga hari doang, ayo lahh."
"Enggak sayang, besok kalo oxcel udah selesai ujian kamu boleh kesana sama oxcel oke?" ujar mamanya lagi.
"Masih lama ma. " rengek vreya.
"Dua bulan lagi sayang." mama vreya membelai rambut vreya.
Vreya hanya membuang nafasnya kasar.
Vreya, mama, oma dan opanya turun menuju ruang keluarga.
Vreya duduk di sebelah oxcel dengan muka lesu nya.
"Jadi gimana? " tanya ayah vreya.
"Yaya ngga jadi ikut." ujar nya. Ia membaringkan kepalanya di dada bidang milik oxcel.
"Anak pintar. Besok kita kesana berdua. Santai aja. " oxcel membelai rambut vreya.
"Em." jawab vreya malas.
Semua menatap oxcel dan vreya sambil tersenyum.
"Untung kamu di sini cel, coba kalo enggak. Ngga ada yang bisa nenangin dia." Ujar ayah nya.
"Iya yah, sebenernya oxcel juga bingung tapi untung aja yaya nurut kalo ama oxcel." ujar oxcel yang masih setia membelai rambut vreya.
Vreya hanya memutar bola matanya jengah mendengar percakapan mereka.
•••
sore harinya. Oxcel dan vreya mengantarkan oma dan opa nya ke bandara. Ayah, mama, kak sanjaya dan kak angel memutuskan untuk menunggu di rumah.
"Oma hati hati ya kalo udah sampe sana nanti telfon mama atau enggak ayah." ujar vreya sambil memeluk oma nya.
"iya sayang, oma nunggu kamu di prancis."jawab oma nya.
Mereka melepaskan pelukannya.
"Opa hati hati juga ya." vreya bergantian memeluk opa nya.
"Opa nunggu kamu di prancis."
"Iya opa." vreya melepaskan pelukanya.
Setelah oxcel berpamitan oma dan opa vreya segera menuju pesawat. Vreya dan oxcel meninggalkan bandara.
"Mau kemana? " tanya oxcel.
"Terserah." jawab vreya lesu.
"Udah kali, gue janji abis ujian gue temenin lo ke prancis." oxcel merangkul vreya. Vreya hanya membuang nafasnya kasar.
oxcel membawa vreya ke mall.
"Ngapain ke sini? " tanya vreya.
"Udah lo ikut aja."
Oxcel menarik tangan vreya dan segera masuk ke mall tersebut.
"mau nonton apa mau belanja?" tawarnya.
"Terserah."
"Kita cari baju aja. Yukk gue belanjain."
Mereka menuju ke salah satu toko baju.
"Lo pilih." suruh oxcel.
"Males ah."
"Iss. " geruntu oxcel.
Oxcel memilihkan baju untuk vreya.
Tiba tiba oxcel menginjak kaki seseorang.
"Eh maaf tante." oxcel menginjak kaki seorang paruh baya yang sedang ikut memilih baju di sebelah oxcel.
"Ah iya ngga papa kok, lagian cuma nyenggol aja." jawab nya.
Tiba tiba vreya datang.
"Kenapa cel?...Eh tante ratna? " tanya vreya melihat wanita yang sedang bersama oxcel.
"Eh vreya? Kamu ama siapa ke sini." tanya nya.
"Vreya sama oxcel tante, ni orang nya." vreya menepuk bahu oxcel pelan.
"Tante kesini sendiri? " tanya vreya.
"Enggak itu tante ke sini sama supir. Oh iya vrey kamu tadi ngga sekolah? " tanya tante ratna atau mama kak vicko.
"Hehe enggak tan, kemarin kakak vreya nikah. "
"Oh ya? Bilang selamat sama kakak kamu, bilang dari tante gitu." ujar nya.
"Ya udah tante duluan ya." ia menepuk bahu vreya dan pergi meninggalkan vreya dan oxcel. Vreya hanya mengangguk dan tersenyum.
"Lo kenal? " tanya oxcel setelah mama kak vicko pergi.
"Em, mamanya manusia es." jawab vreya.
"Mama vicko? "
"Em." jawab nya singkat.
"Lo deket? " tanya nya lagi.
"Ya gitu, "
"Kok bisa? "
"Kebanyakan tanya lo kek wartawan." vreya pergi meninggalkan oxcel.
"Eh belanjanya belom kelar, elah." oxcel pergi menyusul vreya.
•••
"Huftt."
Drtt....
Polsel vreya bergetar. Ia langsung membuka polsel nya dan mengangkat telfon.
_telfon_
Kak vicko :"lo tadi abis dari mall? "
Vreya :"kenapa? "
Kak vicko :"gue di bilangin ama mama."
Vreya :"Iya tadi gue ketemu mama lo."
Kak vicko :"lo ama oxcel? "
Vreya :"em. "
Kak vicko :"key lo pms?"
Vreya mengerutkan keningnya.
Vreya :"enggak."
Kak vicko :"lo lagi ada masalah?"
Vreya :"ya gitu."
Kak vicko :"kita jalan jalan yuk, gue ke rumah lo sekarang. "
Tuttt.....
_________________
"Kebiasaan" guman vreya. Ia meletakkan polselnya kembali dan memejamkan matanya sejenak.
Lalu ia berganti baju dan bersiap untuk pergi bersama kak vicko.
Tak lama kemudian.
"Naik." ujar kak vicko.
Setelah berpamitan mereka memutuskan untuk langsung berangkat.
"Tau." vreya menaiki motor kak vicko. Setelah vreya siap kak vicko segera melajukan motornya.
"Lo udah makan belom? " tanya kak vicko sedikit teriak.
"Belom." jawab vreya.
"Kita makan dulu ya." dan hanya di angguki oleh vreya. Seperti biasa kak vicko melirik lewat kaca spion sambil tersenyum kecil.
Mereka sampai di warung pinggir jalan seperti biasa. Mereka telah memesan makanan dan makanan mereka pun sudah siap.
"Makan key, polsel mulu." ujar kak vicko di tengah tengah ia menyunyah makananya.
Vreya tidak menjawab. Di polsel ia melihat foto nya yang tadi di berikan oleh omanya dan ia foto ulang di polselnya. Bahkan ia menjadikan foto itu sebagai wallpaper.
"Lo main apa sih." ujar kak vicko lagi.
"Bukan apa apa." jawabnya cuek. Lalu ia meletakkan polselnya dan memakan makanannya.
Setelah selesai makan mereka menuju taman. Seperti biasa, bagi vreya taman tempat yang cocok dengan keadaannya saat ini.
"Lo kenapa sih key? " tanya kak vicko. Ia merasa cemas dengan keadaan vreya saat ini. Ia lebih sering diam tidak seperti biasanya.
"Gue ngga papa."
"Boong."
"Serah." jawab vreya malas
"Manusia es, lo kan bentar lagi ujian, rencana lo mau kuliah di mana? " tanya vreya tiba tiba.
"Masih belom tau, gue nurut aja ama papa. "
"Kenapa harus nurut kalo lo punya pilihan sendiri?" vreya menatap kak vicko.
"Gue tau karna orang tua gue itu pasti pilih yang terbaik buat gue." jawabnya santai.
"Soal impian dan cita cita?"
"Gue bakal pikirin kalo gue udah nemu tempat kuliahnya. Yang penting niat key."
"Huftt." vreya membuang nafasnya lagi.
"Lo ada masalah soal kuliah lo? " tanya kak vicko.
"Gue masih kelas sebelas santai aja, masih ada banyak waktu buat mikirin itu semua. "
"Pinter banget boong nya." kak vicko tertawa kecil.
"Oh iya key, pas gue ujian lo mau kan nemenin gue belajar?" tanya kak vicko.
"Nggak ah males gue. gue sibuk."
"Sok sibuk, lagian cuma 4 hari doang, nanti gue belanjaiin."
"Gue atur jadwal gue dulu." jawab vreya. Lalu ia tertawa. Bertemu dengan kak vicko mampu membuatnya sedikit membaik.
"Dih."
•
"Hati hati, ngga usah ngebut ngebut bawa motornya." vreya melambaikan tangan kepada kak vicko.
"Tumben."
"Hehe, oh iya manusia es, di pertigaan jalan ati ati nanti motor lo ada yang boncengin mampuss lo."
"Gue biasa lewat sono sendiri ngga usah nakut nakutin gue lo," ia menyalakan mesin motornya.
"Gue duluan." vreya hanya mengangguk dan tersenyum melihat motor kak vicko yang sudah berlalu meninggalkan pekarangan rumahnya.
Ia segera masuk ke rumahnya dan menuju kamar.
"Pusing..."
Ia memutuskan untuk tertidur.
....