Oh My Senior

Oh My Senior
Oma



Pagi.


Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Ada oma dan opa vreya. Kakek nenek vreya sudah pulang waktu acara pesta pernikahan berakhir.


"Yaya semalem lo denger ngga di kamar sebelah berisik benget. Gue aja ampe ngga bisa tidur." ujar oxcel.


"Suara apaan yaya ngga denger apa apa tu." jawab vreya.


"Lo emang adek gue yang paling the best. Lo ngga usah dengerin ocehan si oxcel. Ngga penting." sambar kak sanjaya.


"Kalian ngomongin apaan sih, " geruntu vreya.


"Sudah sudah mari kita sarapan dulu." ujar opa vreya.mereka semua mengangguk patuh.


Selesai sarapan. Mereka berkumpul di ruang keluarga.


Mama dan papa vreya duduk bersebelahan, opa dan oma vreya juga duduk bersebelahan. Kak sanjaya sedang bermanja manjaan dengan kak angel. Sedangan vreya dan oxcel.


"Nasib jadi jomblo ya gini." oxcel meratapi nasib nya. Ia duduk di bawah menggunakan karpet dan tidur di paha vreya.


"Kalian ngga sekolah? " tanya oma.


"Enggak oma, yaya capek hehe." vreya cengengesan.


"Oxcel? "


"Sama oma oxcel juga cepek hehe."


"Gue aja yang kemaran kawin, b aja." sambar kak sanjaya.


"Iya b aja orang semalem lo udah..." ucapan oxcel terpotong karna kak sanjaya melemparnya dengan bantal.


"Sakit goblokk." oxcel bangun dari tidurnya dan mengusap usap wajahnya.


"Oxcel." tegur mama vreya.


"Kak sanjaya bunda, bukan oxcel. Suer deh." oxcel berusaha membela dirinya.


Semua hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran kecil tersebut.


Mereka terus berbincang, sedangkan vreya yang merasa bosan ia lebih memilih untuk pergi ke taman belakang rumah.


Vreya duduk sendiri sambil memikirkan perkataan oxcel waktu itu.


"Kalo oxcel ngga berhasil ngebujuk ayah, gue terpaksa harus kuliah di sini dan salah satu impian gue harus gue lupain. " ujar vreya lirih.


Tiba tiba oma vreya datang.


"Yaya." ujar oma vreya dengan lembut dan duduk di samping vreya.


"Eh oma." vreya tersenyum dan sedikit menggeser duduk nya untuk oma.


"kamu kenapa? " tanya nya.


"Yaya ngga papa kok oma." jawab vreya sambil tersenyum.


"Yakin, oma tau kamu lagi mikirin kuliah kan? " ujar oma nya.


"Hehe iya oma. Yaya bingung."


"Kamu ngga usah khawatir, kamu masih punya waktu satu tahun lagi buat mikirin ini semua."


"Iya oma."


Oma vreya mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


"Kamu ingat ini, kamu dulu sangat suka sekali ke prancis hanya untuk pergi ke tempat ini." ujar oma vreya.


Ia memperlihatkan foto vreya yang sedang tersenyum di salah satu tempat kuliah yang ada di prancis dan yang menjadi tempat kuliah impian vreya.


"Dulu kamu suka sekali maksa opa kamu untuk mengantarkan mu kesini." lanjutnya.


"Oma dapet foto itu dari mana? Yaya cariin ngga ketemu waktu itu."


"Di saku jas milik opa kamu. Nih simpan baik baik semoga impian mu menjadi nyata." oma vreya menyerahkan foto itu kepada vreya.


Vreya menatap foto itu dengan tatapan sendu.


"Yaya ngga mungkin bisa kuliah disini." lirihnya.


"Emang apa susahnya oma, yaya kan cuma mau wujutin impian yaya doang." lanjut nya, mata vreya sudah mulai berkaca kaca.


"Ayah kamu terlalu sayang sama kamu, dia tidak ingin berpisah dengan anak perempuan satu satu nya. Kamu harus mengerti itu."


"Tapi oma, harusnya ayah juga ngertiin perasaan yaya dong."


"Makasih oma." vreya masih melihat foto tersebut. Oma vreya terus mengusap pundak vreya.


Tak lama polsel vreya berbunyi.


"Maaf oma polsel yaya bunyi." ujar nya.


"Iya ngga papa, angkat aja siapa tau penting."


"Iya oma." vreya mengambil polsel nya dan melihat siapa yang menelfon.


Salah bukan menelfon tapi panggilan vidio.


"Manusia es?" ujar nya lirih.


Akhirnya ia mengangkat panggilan vidio tersebut.


_panggilan vidio_


Vreya DA :"emm apaan? "


Manusia es :"ngapa lo ngga masuk? Lo sakit?"


Vreya DA :"ngapa lo ngga masuk kelas? Lo bolos?"


Manusia es :"gue nanya malah nanya balik."


Vreya DA :"gue ijin."


Manusia es :"oh."


oma vreya sedikit melirik ke arah polsel vreya. Wajah oma vreya masuk ke dalam panggilan vidio.


Manusia es :"lo lagi ama siapa? "


Vreya DA :"oma."


Vreya mengarahkan polselnya dan mendekat ke arah oma nya supaya terlihat di layar polsel.


manusia es :"eh halo oma."


Vreya DA :"sok manis."


Oma vreya tersenyum tulus.


Oma :"ya, halo."


Manusia es :"kenalin oma saya vicko teman nya key."


Oma :"key? "


Manusia es :"eh vreya maksudnya oma."


Oma :"hahaha, saya oma nya yaya."


Vreya DA :"dia bukan temen aku oma, aku ngga kenal ama dia."


Manusia es :"key, awas lo."


Oma :"hahaha kalian terlihat akrab, oma seneng liat nya. "


Vreya DA :"oma apaan sih."


Kak vicko dan oma malah tertawa. Tiba tiba dari polsel vreya terdengar sesuatu.


?? :"Ternyata kamu di sini. Mau bolos lagi kamu hah? "


Sepertinya vreya mengenali suara tersebut.


Manusia es :"gue duluan ya, oma vicko duluan ya."


Kak vicko mengakhiri panggilan vidio nya.


Tut


____________


"Ngga salah lagi, pasti pak nur. " ujar vreya, ia meletakkan polselnya sambil menggeleng kan kepalanya.


"Kamu deket ama dia? " tanya oma nya sambil tersenyum menggoda.


"Oma apaan sih. "


...