Oh My Senior

Oh My Senior
Pandangan Pertama



Kak vicko kini sedang berjalan menuju rooftop.


"Vic.." panggil seorang gadis. Kak vicko menghentikan langkahnya.


"Mau kemana? " tanya nya.


"Nggak." kak vicko pergi meninggalkan gadis itu.


"Vic... Tunggin gue..." kak nisa mencoba mengikuti langkah kak vicko. Ya, orang itu adalah kak nisa. Setiap hari ia mencoba untuk menarik perhatian lelaki itu.


"Kenapa? " kak vicko berkata dingin.


"Gue ikut ya..." rengek nya.


"Nggak, gue lagi pengen sendiri." ia pergi meninggalkan kak nisa lagi.


Kak nisa mendengus kesal. Ia segera menuju kelasnya.


Saat ia berjalan ia tak sengaja di tabrak seseorang.


Brukk...


Tubuh gadis itu tersungkur di lantai.


"Ehh... Sori sori gue ngga sengaja." ucap oxcel. Ya orang itu adalah oxcel. Ia kini sedang berusaha membantu kak nisa berdiri.


"Oke." jawab kak nisa singkat. Oxcel terus memandangi wajah cantik kak nisa. Merasa tidak nyaman Ia segera pergi meninggalkan oxcel, tapi di hentikan olehnya.


"Siapa nama lo? " tanya oxcel.


Kak nisa menghembuskan nafasnya, "Nisa." jawab nya dingin.


Oxcel kini tersenyum kepada kak nisa sedangkan ia menatab oxcel datar.


"Udah kan? Oke gue pergi." kak nisa meninggalkan oxcel yang masih tersenyum.


"Cakep anjaii, gue cerita ama yaya ah. " ia segera mengambil polselnya dan mengirim pesan kepada vreya.


Chat.


Oxcel Tamvan


Yayaaa.......


Oxcel Tamvan


Oyyyyy


Oxcel Tamvan


Gue ketemu bidadari sekolah.


Sis Gue


Siapa?


Sis Gue


Lu jangan coba coba jadi fak boy ya...


Oxcel Tamvan


Enak aja, tapi ini beneran cantik,


Oxcel Tamvan


Etdah cantiknya bahkan ngalahin eluu...


Oxcel Tamvan


Nanti gue ceritain pulang sekolah.


(Read)


____________


Vreya , ia sedang berjalan menuju rooftop juga, tapi ia tidak tau kalo kak vicko juga menuju ke sana.


Ia memasang earphone dan melanjutkan jalanya setelah membaca pesan oxcel.


Sampai di rooftop ia melihat seseorang yang sedang duduk bersantai di sana.


"Oh jadi manusia es dari tadi di sini, pantesan gue cari dimana mana ngga ada. Eh tapi kenapa tu anak." batin vreya, ia pun segera menghampiri kak vicko.


"Oyy..." vreya duduk di samping kak vicko.


Kak vicko melihat vreya sekilas dan segera memalingkan wajahnya.


"Lo kenapa sihh... Aneh banget. " tanya vreya.


Kak vicko masih diam.


"Ohh...ya udah kalo ngga mau cerita. Eh ya manusia es lo sekelas ya ama oxcel? "


"Emm... " jawabnya dingin.


"Sebangku ama lo ya? " tanyanya lagi.


"Emm..."


"Lo kenapa sih manusia es? Lo marah ama gue soal gue suruh lo nganterin kak nisa kemaren?"


"Enggak." jawabnya singkat.


"Terus lo kenapa? "


"Ni anak ngga peka banget sih. Dia ngga tau apa pura pura ngga tau? " batin kak vicko.


"Lo beneran mau tunangan ama oxcel? " tanya kak vicko.


"Ha? " vreya berusaha menahan tawanya.


"Emmmpffff...." vreya kini tertawa lepas.


"Lo kerasukan? " tanya kak vicko.


"Astaga, lo percaya? " tanya vreya masih tertawa.


"Lah? " kak vicko bingung.


"Hahahahahha... Oxcel oxcel.emang bener bener gila tu anak. " embat vreya.


"Kenapa sih? " tanya nya yang semakin di buat bingung oleh vreya.


"Ha? Sepupuan? Gue ngga salah denger ni? Astaga jadi selama ini gue salah paham? Kok bisa gitu? " batin kak vicko.


"Serius? " tanya nya lagi menyakinkan vreya.


"Serius lah, buat apa gue boong? "


"Ohhh...." kak vicko hanya ber oh ria. Ia merasa terbang saat ini.


"Jadi kenapa lo kemaren ninggalin gue? Dan kenapa tadi di kantin lo pergi gitu aja? " tanya vreya berhasil membuat kak vicko gugup setengah mati.


"Emmm.... Itu.... Gue ngga enak aja kalo dia tunangan lo." jawab nya asal.


"Maksudnya? " tanya vreya.


"Lo makan apa sih? Kok jadi lola gini? " tanya kak vicko. Sekarang ia sudah tidak menjadi manusia es lagi.


"Hehe... Gue makan bakso, " jawab vreya cengengesan.


"Ni anak kenapa sih? Demen banget bikin gue ngomong banyak." batin kak vicko lagi.


"Astaga kaga tau lagi gue mau ngomong apa." jawab kak vicko pasrah sambil tersenyum.


"Hehe..." vreya cengengesan.


"Nanti pulang bareng? " tanya kak vicko.


"Gue ama oxcel. " jawab vreya.


"Ya udah. Jangan lupa nanti malem jam 7."


"Lah iya lupa gue. Oke lah nanti kabarin gue aja. "


"Mantab. "


Bel masuk pelajaran berbunyi.


"Gue duluan. " vreya beranjak dari duduknya.


"Mau kemana? "


"Ke kelas lah. "


"Tumben ngga bolos? " tanya kak vicko terkekeh.


"Masa depan gue masih panjang kalek." jawab vreya pergi meninggalkan kak vicko.


Kak vicko tersenyum melihat punggung vreya yang mulai menjauh.


Setelah vreya sudah tidak terlihat lagi.


"Akhirnya....." ia berteriak. Hatinya sangat bahagia saat ini.


"Gue tembak dia ngga ya? "


Kak vicko kini begitu yakin dengan perasaannya. Ia sudah menyukai vreya saat pertama kali mereka bertemu. Hingga mereka di ijinkan untuk lebih dekat saru sama lain dengan adanya lomba basket kemaren.


Ia hanya pura pura dingin saat di hadapan vreya. Sebenarnya ia sangat senang jika kedua teman nya itu meninggalkan mereka berdua.


Seiring berjalannya waktu, rasa yang ada pada diri kak vicko bertambah. Mungkin karna terlalu terbiasa bersama.


Ia berfikir keras untuk ini. Vreya sudah pernah bercerita padanya jika ada yang ingin menjadikan vreya pacarnya dengan keras hati ia akan menolak. Vreya masih fokus untuk mengejar karirnya dari pada memikirkan masalah perasaan.


"Enggak ah, gue tunggu ampe lo sukses besok. Gue ngga akan ngebiarin orang ngambil elo. " dengan rasa bangga dan sumringah ia pergi meninggalkan rooftop.


Sepanjang jalan ia terus menerus tersenyum. Kalian tau kak vicko itu ganteng. Senyumnya mampu membuat para kaum hawa berteriak baper. Tapi kak vicko tidak memperdulikanya ia tetap berjalan dengan tegap dan memasukkan kedua tangannya ke kantong celana.


-Pulang sekolah


Oxcel merangkul vreya yang sedang berjalan menuju parkiran dengan teman temannya.


"Pulang kuyy..." ucap oxcel.


"Siapa juga yang mau nginep. Gue duluan ya. ", vreya melambaikan tangannya kepada mei dan xelina.


"Oke.. "Jawab mereka serentak. Melambaikan tanyanya balik.


Saat di parkiran vreya melihat kak nisa.


"Kak..." sapanya.


Kak nisa menghampiri vreya.


Mata oxcel membulat begitu besar ia melepaskan rangkulan vreya dan menatap kak nisa sambil tersenyum.


"Hai..."kak nisa tersenyum manis.


"Wanjir senyumnyaaa.... Meleleh gue..." batin oxcel.


"Kak nisa bawa mobil? " tanya vreya.


"Iya. " jawabnya.


"Eh, lo yang nabrak gue tadi kan? " tanya kak nisa kepada oxcel.


Oxcel tersenyum.


"Kenalin gue oxcel." ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Lo udah tau nama gue kan? " ucap kak nisa.


Oxcel tersenyum.


"Aneh ni bocah. Ganteng sih tapi... " batin kak nisa.


"Gue duluan ya. " kak nisa melambaikan tangan.


"Ati ati kak... " ucap vreya. Oxcel masih setia tersenyum sambil melihat kepergian kak nisa.


Vreya dan oxcel maauk mobil.


"Sumpah cakep kan ya... " ucap oxcel sambil melajukan mobilnya.


"Ohh kak nisa? "


"Iya... Uh bidadari gue. "


"Emm... itu..." jawab vreya ragu. Ia teringat oleh kata kata kak nisa yang mengatakan bahwa ia menyukai kak vicko. Ini benar benar membuat vreya bingung.


...