MY SUGAR

MY SUGAR
MY SUGAR BAB 54 - Siapa Yang Melakukannya?



Siang hari, akhirnya Sena baru bisa keluar dari dalam kamar.


Napasnya pendek-pendek, merasa lelah. Bahkan intinya masih terasa berkedut, kala membayangkan betapa tangguhnya sang suami saat diatas ranjang.


Jika seperti ini, rasanya Sena lebih senang jika suaminya itu pergi masuk kerja saja, tidak perlu ambil cuti pengantin baru. Jika sang suami bekerja, setidaknya ia hanya akan melayani di malam hari.


Tidak seperti ini, setiap saat, setiap waktu, ia harus selalu membuka kakinya lebar-labar.


“Sayang, tunggu,” panggil Hanan, yang baru keluar dari dalam kamar dan sedikit berlari menyusul sang istri.


Mereka berencana, menemui Noah di kamar bayi mungil itu.


Sampai disamping sang istri, Hanan langsung memeluk pinggang Sena membawanya mendekat dan berjalan beriringan.


“Sepertinya Noah sedang tidur sayang, mungkin juga Felli juga sedang tidur,” ucap Hanan pada istrinya itu.


Teringat kebiasaan tidur Felli yang selalu menggunakan baju pendek, Sena langsung menghentikan langkahnya seketika.


“Mas jangan ikut masuk, biar aku sendiri yang masuk ke kamar Noah,” ucap Sena langsung, tak ingin suaminya ini disuguhi tubuh wanita lain. Cukup tubuhnya saja yang menjadi santapan. Bahkan ia rela diapa-apakan, agar suaminya ini merasa puas.


“kenapa?” tanya Hanan, mengeryit bingung.


“Felli kalau tidur biasanya Cuma pakai tangtop. Aku tidak mau mas melihat itu.” Jawab Sena jujur, tak ingin ada yang ditutup-tutupi diantara keduanya.


Dan mendengar itu, Hanan, malah tersenyum setan. Merasa bisa memanfaatkan situasi ini untuk keuntungannya sendiri.


“Baiklah, jika aku tidak boleh melihat tubuh wanita lain, berarti kamu harus terus memperlihatkan tubuh ini saat sedang bersamaku,” bisik Hanan, menggoda, hingga membuat Sena bergidik geli.


Hanya membayangkan ucapan suaminya itupun intinya kembali terasa ngilu.


Namun karena benar-benar tak ingin sang suami melihat tubuh wnaita lain, Sena akhirnya hanya bia menganggukkan kepalanya, patuh.


"Baiklah," jawab Sena, menurut seperti anak kecil.


Dan Hanan, tersenyum penuh kemenangan.


Selesai bersepakat, Sena masuk seorang diri ke dalam kamar anak mereka.


Sementara Hanan, langsung menghubungi sang asisten pribadi, Bagas.


“Bagas, beli 30 pasang bikini, dan segera kirim ke rumahku,” titah Hanan, pada sang asisten.


Bagas diujung sana sejenak tercenung, namun ketika menyadari jika bikini-bikini itu akan digunakan oleh sang nyonya, ia pun langsung mengulum senyum.


Jadi teringat pula dengan sang kekasih, Felli. juga membayangkan, bagaimana jika Felli juga menggunakan bikini.


Dan sambungan telepon itupun terputus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam kamar Noah.


Sena masuk kesana dengan mengendap-ngendap.


Benar seperti dugaan sang suami, saat ini Noah dan Felli sama-sama sedang terlelap. Tidur siang. Dan benar pula seperti dugaannya, jika Felli hanya tidur menggunakan tangtop dan hotpants.


“Untung mas Hanan tidak masuk,” gumam Sena pelan.


“Aku akan bangunkan Felli dan memintanya untuk mengunci pintu jika sedang tertidur seperti ini,” gumam Sena lagi. Namun sebelum ia membangunkan sang sepupu. Sena, lebih dulu memeriksa keadaan sang anak.


Dilihatnya Noah yang sedang tertidur dengan pulas.


Bahkan dengkuran halus pun terdengar dari mulut kecilnya.


Menyadari itu, entah kenapa hati Sena menghangat, ia tersenyum penuh syukur. Lalu mengelus kepala sang anak dengan sayang.


Puas mamandangi anaknya, Sena kini hendak membangunkan Felli.


Namun niatnya terhenti saat ia melihat banyak tanda merah di dada sepupunya itu.


Sena, hapal betul tanpa apa itu. Tanda ciuman kasar yang diberikan oleh seorang pria.


“Siapa yang melakukan itu? Apa mas Hanan?” gumam Sena, mulai cemas.


Tak ingin semakin berburuk sangka, Sena langsung membangunkan Felli dengan tidak sabaran.


Ketika terbangun, kedua mata Felli langsung membola kala melihat Sena dihadapannya.


Ia bahkan langsung buru-buru bangkit dan menutup dadanya dengan kedua tangan, berniat menutupi tanda merah yang tercetak asal didada itu.


Namun usahanya sia-sia. Karena Sena sudah lebih dulu tahu.


“Siapa yang melakukan itu? Apa mas Hanan?” tanya Sena langsung hingga membuat Felli langsung terbelalak.


“Bukan! Ini mas Bagas yang melakukannya!” sanggah Felli cepat, tak ingin sena salah paham.


Dan kini, giliran Sena yang terbelalak.


"Bagas?"