MY SUGAR

MY SUGAR
MY SUGAR BAB 51 - Menjalar Kemana-Mana



Malam itu.


Bagas makan malam di rumah Hanan.


Sorenya, Hanaf dan Nadia pamit untuk pulang. Jadi kini, di ruang makan itu hanya ada Mariam, Hanan, Sena, Felli, Bagas dan Mbok Darti yang ikut makan bersama mereka.


Tadi sore, Sena yang membawa Noah sementara Felli membantu mbok Darti masak. Mereka saling bantu membantu untuk mengurus rumah.


"Bagas, kamu menginap disini saja Nak, diluar hujan deras, pasti susah lihat jalanan," ucap Mariam, setelah mereka semua menyelesaikan makan malam.


"Iya Ma, aku setuju," sahut Sena seraya melihat keadaan sang anak yang sedang tidur disampingnya.


Noah, tidur ditempat tidur portable miliknya. Tempat tidur kecil yang bisa dibawa kemana-mana.


"Bagas kan laki-laki Ma, hujan bukan hambatan untuknya," jelas Hanan yang ikut buka suara.


"Tapi kalau Mama memaksa, aku akan menginap," sahut Bagas cepat.


Mendengar pembicaraan itu, entah kenapa Felli mapah ketar-ketir sendiri. Ia bahkan terus meremat-meremat kedua tangannya, merasa gugup.


"Nah gitu dong, nurut sama Mama," jelas Mariam seraya tersenyum lebar. Ia memang senang sekali jika rumahnya nampak ramai seperti ini.


Tapi entah kenapa, Hanaf malah mengajak Nadia untuk pulang.


Selesai makan malam, para perempuan masih berbincang di ruang tengah. Sementara Bagas, melaporkan beberapa penemuannya pada Hanan tentang penyelidikannya pada sang presdir, Hanaf.


Ternyata pengacara mendiang sang ayah sudah pindah keluar negeri, bahkan setiap bulannya Hanaf mengirimkan sejumlah uang untuk pengacara itu.


Dari data yang mereka peroleh, nampak jelas ada persengkokolan antara Hanaf dan pengacara itu, apalagi kalau bukan tentang surat wasiat sang ayah.


"Bagaimanapun caranya, buat si tua bangka itu kembali ke Indonesia. Aku akan membuat perhitungan dengannya."


"Baik Pak," jawab Bagas patuh.


Terlepas dari masalah surat wasiat yang mereka curigai, Hartono juga masuk ke dalam jajaran penerima uang korupsi Hanaf. Padahal setahu Hanan, Hartono adalah orang kepercayaan mendiang sang ayah. Tapi entah kenapa, pengacara itu sampai tega berkhianat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam 9 malam lebih sedikit.


Semua orang rumah memutuskan untuk beristirahat.


Noah sudah berada di dalam kamarnya sendiri bersama Felli. Sementara Sena, menunggu kedatangan sang suami di dalam kamar.


Menggunakan lingeri tipis berwarna hitam, Sena duduk diatas ranjang dan bersandar.


Menunggu, hingga dilihatnya pintu kamar itu terbuka. Hanan masuk dan langsung menatap lekat ke arah sang istri.


Duduk disisi ranjang, memperhatikan Sena yang tersenyum malu.


"Mana Black Card nya?" tanya Sena dengan suara yang mendayu-dayu, ia bahkan menggunakan jari telunjuknya untuk membuat lukisan abstrak diatas dada bidang sang suami.


"Sensen!" teriaknya gemas.


"Gadis nakal," timpal Hanan lagi lalu menyerang sang istri.


Sena menyambutnya tak kalah antusias, ia bahkan langsung mengangkat tubuh kecilnya hingga duduk diatas pangkuan sang suami.


Malam itu, Sena kembali menjelma menjadi seorang sugar baby.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu ditemoat lain, Bagas dengan percaya dirinya menghampiri kamar sang kekasih, Felli.


Tanpa canggung, ia langsung membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu, lalu menguncinya sendiri.


Kedua netra Felli terbelalak, ingin teriak namun takut membangunkan Noah.


"Kata om Hanan pintunya jangan dikunci, kata mama Mariam juga," ucap Felli langsung saat Bagas sudah duduk disampingnya. Duduk di sofa yang berada disamping boxs bayi Noah.


"Kamu belum tidur?" tanya Bagas, tidak menanggapi ucapan Felli tadi.


"Belum, Noah baru saja minum susu, aku takut dia gumoh, jadi tunggu 15 menit dulu," jawab Felli jujur, lalu berdiri kembali melihat keadaan Noah yang tertidur pulas.


Entah kenapa, Bagas tersenyum kala mendengar jawaban Felli itu. Seolah perhatian sang kekasih pada bayi mungil ini makin membuat ia semakin suka.


Bagas ikut berdiri dan memeluk Felli dari belakang. Lalu memutar tubuh Felli hingga keduanya berhadapan. Dan melabuhkan sebuah ciuman dalam di bibir sang kekasih.


Mulai dari ciuman itulah, akhirnya menjalar kemana-mana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sapa Author 👋


Jangan lupa dukungannya ya, Insya Allah Hanan dan Sena akan up setiap hari jam 5 subuh.


Jika berkenan, terus berikan dukungannya ya, like dan komen sebanyak-banyaknya, Vote dan juga Hadiah.


Karena dengan dukungan kalian, buat author jadi semangat nulis, meski hujan badai ataupun panas terik 🙈😆


Salam HS (Hanan & Sensen)🌹