MY SUGAR

MY SUGAR
MY SUGAR BAB 50 - Pengakuan Bagas



Sena terkekeh, sesaat setelah ia mengucapkan kata Black Card. Rasanya ia sudah seperti jalaang yang haus akan uang.


"Tidak Mas, aku hanya bercanda," ucap Sena diantara kekehannya itu.


Tawa yang menular sampai ke bibir Hanan.


"Tidak, aku akan menganggapnya serius. Jadi malam ini, beri aku laganan sugar baby." jawab Hanan dengan suaranya yang menggoda, ia bahkan menepuk pelan bokong sang istri.


Tawa Sena langsung surut, ia cemberut, sampai membuat bibir itu mengerucut.


"Mesum," ketus Sena.


Dan Hanan malah tergelak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, di dalam sebuah mobil yang terparkir tepat dihalaman rumah Hanan. Bagas mulai melepas pagutannya pada bibir Felli.


Hingga membuat bibir itu memerah dan terasa kebas. Awalnya ia hanya ingin mengecup, namun seolah seperti magnet ia malah tertarik dan masuk lebih dalam.


Di dalam mobil yang sunyi itu, hanya terdengar napas keduanya yang saling memburu.


Felli menunduk, merasa malu. Berulang kali merutuki kebodohannya sendiri, kenapa pula ia harus membalas, bahkan Felli tak segan untuk ikut membelit lidah Bagas.


"Lihat mataku," ucap Bagas, sontak dengan gerakan cepat Felli menuruti ucapan Bagas itu. Hingga akhirnya kini kedua mata mereka kembali saling mengunci.


"Kamu tahu apa artinya ciuman itu?" tanya Bagas ambigu.


Apa? apa artinyaa? kesal Felli di dalam hati, kenapa bapak bapak ini suka sekali membuatnya berpikir keras.


"Aku tertarik padamu dan aku ingin mulai sekarang kita menjalin hubungan," terang Bagas saat dilihatnya Felli hanya bergeming, menatapnya dengan kedua mata yang membola.


Felli makin mendelik ketika mendengar itu.


Benarkah? benarkah! teriak Felli di dalam hati. Jujur saja, sudah sejak lama ia memendam rasa pada Bagas. Tiap kali melihat pria ini, hatinya berdesir.


Dan seperti mimpi, kini Bagas memintanya untuk memulai sebuah hubungan.


"Nanti malam aku akan kembali menemuimu," ucap Bagas, lalu mengancingkan baju Felli yang tadi sempat ia lepas. Menutup tanda kemerahan diatas dada gadisnya.


Felli mengulum senyum, beginilah kalau memiliki hubungan dengan bapak-bapak, pasti tak jauh-jauh dari hal mesumable.


"Aku bisa sendiri," jelas Felli seraya mengancingkan kancing bajunya sendiri.


Bagas menurut, lalu menghapus sisa-sisa kecupannya dibibir Felli menggunakan ibu jari.


"Siapa aku?" tanya Bagas, lagi-lagi ambigu.


Dan Felli memutar bola matanya, berpikir keras, "Kekasihku?" jawabnya lirih.


"Bagus," timpal Bagas mantap.


Dengan bibir yang tersenyum, Bagas turun lebih dulu. Lalu membukakam pintu untuk Felli dan segara memasuki rumah itu.


Selama berjalan, Bagas menggenggam erat tangan Felli, tak ada canggung sedikitpun.


"Aku akan mengatakan tentang hubungam kita pada pak Hanan dan Nyonya Sena, aku tidak ingin main kucing-kucingan," jelas Bagas langsung pada intinya.


Hingga membuat Felli terbelalak.


Antara senang, gugup dan takut sekaligus.


"Ma-maksudku jangan kasih tahu om Hanan dan Sena dulu, aku kan baru sehari ke Jakarta, masa langsung gitu-gituan," ucap Felli belepotan.


Dan mendengar kata gitu-gituan, Bagas mengulum senyumnya.


"Baiklah, aku akan mengatakan pada mereka jika kamu sudah siap," jawab Bagas, lalu dengan cepat pula ia melepas genggaman tangannya pada Felli.


Diperlakukan seperti itu, Felli dibuatnya bingung sendiri.


Bagas, masih menjadi misteri.


Sebenernya pak Bagas serius nggak sih? tanya Felli yang hanya berani bertanya di dalam hati.


Mereka masuk setelah mbok Darti membukakan pintu. Bagas langsung saja meminta Felli untuk menunggu di ruang tengah, sementara ia memanggil Tuan dan Nyonyanya.


Mendengar suara ketukan pintu lalu disusul oleh suara Bagas, Sena langsung kegirangan. Ia tahu jika kedatangan Bagas itu pasti bersama Felli.


Tanpa babibu lagi, Sena langsung saja menarik Hanan untuk keluar.


Antusias, Sena menemui Felli di ruang keluarga. Seolah sudah lamaa sekali tidak bertemu. Kedua wanita itu saling memeluk erat.


Sementara Hanan dan Bagas yang melihatnya hanya mengedikkan bahu.


"Pak, saya dan Felli sudah resmi," bisik Bagas pada Tuannya itu. Sebenarnya Hanan sudah curiga jika Bagas memiliki rasa pada Felli sejak acara lamarannya pada Sena di Palembang kala itu.


Tahu jika sang istri begitu menyayangi Felli, Hanan segera memanggil Bagas untuk mengkonfirmasi.


Dan ternyata benar, Bagas mengakui jika ia tertarik pada sepupu istri tuannya. Saat itu juga, Hanan mengancam Bagas untuk tidak mempermainkan Felli, karena jika Bagas sampai menyakiti Felli maka itu berarti Bagas juga menyakiti Sena.


Tak sampai disana, Hanan pun meminta Bagas untuk segera menjadikan Felli sebagai kekasih jika benar Bagas serius tentang perasaannya itu.


"Bagus," jawab Hanan dengan berbisik pula.


Setelah menemui Mariam dan berkenalan pada Nadia.


Sena mengajak Felli untuk beristirahat di kamar Noah. Anehnya, saat sampai di kamar itu Felli masih betah menggunakan bajunya yang terlihat sangat gerah.


"Fell, kenapa tidak ganti baju?" tanya Sena heran.


Sudah biasa bagi mereka ganti baju di hadapan muka.


"Nanti sajalah," jawab Felli mangkir, dalam hatinya ia merasa begitu gugup.


Jangan sampai Sena lihat tanda merah ini. Batin Felli takut-takut.


Pasalnya, Felli sudah berjanji untuk tidak melakukan dosa maksiat lagi pada sepupunya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sapa Author 👋


Jangan lupa dukungannya ya, Insya Allah Hanan dan Sena akan up setiap hari jam 5 subuh.


Jika berkenan, terus berikan dukungannya ya, like dan komen sebanyak-banyaknya, Vote dan juga Hadiah.


Karena dengan dukungan kalian, buat author jadi semangat nulis, meski hujan badai ataupun panas terik 🙈😆


Salam HS (Hanan & Sensen)🌹