MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
SABITHA DAN THALITA



Semua tertawa melihat kelakuan kedua anak Liah yang lucu. Sedangkan Elang, dia masih mengingat-ingat, makanan apa yang dimakan Liah dulu sewaktu mengandung Lisa dan Aulia. Amel yang melihat wajah berfikir Elang pun tersenyum setan.


"Ngidam apaan dulu?"


Elang terkejut saat mertuanya mengatakan hal yang ingin ia tanyakan pada Liah. Elang mengingat ingat dan kemudian menepuk jidatnya sendiri sambil terkekeh.


"Kalau Lisa sih ngidamnya gak aneh Ma, cuma minta naek odong odong doang. Kalau Aulia itu hahaha.. banci ondel ondel."


Semua tertawa kecuali Aulia yang mengerucutkan bibir nya kesal, dia mengalihkan topik dengan mengingatkan tentang adik kembarnya.


"Papa, Aulia pingin ketemu dedek." Rengek Aulia membuat Elang tepuk jidat lagi.


"Sampe lupa kalau didalam masih ada urusan." Ucap Elang datar kemudian masuk.


Shella menggelengkan kepala, "Ini nih akibatnya kalau dulu waktu pembagian otak sama akhlak die nye sibuk main ps." Ujar Shella datar membuat Andra terkekeh.


"Gitu gitu itu anak kamu."


"Benih kamu!"


"Cewek selalu benar."


"Kalau gak benar gak cewek!"


Andra menatap kesal istri nya yang selalu bisa menjawab ucapan nya. Walaupun istri nya sangat menurut, tapi kalau soal debat, pemenangnya adalah Shella yang memiliki seribu satu jawaban absurd yang membuat sang lawan kesal.


Dokter wanita keluar dari ruangan persalinan, dia membuka masker wajah kemudian tersenyum ramah.


"Keluarga pasien boleh masuk tapi jangan mengganggu pasien." Ujarnya kemudian pergi.


Shella dan Amel berebut masuk kedalam ruangan. Karena pintu ruangan kecil, maka tubuh Amel dan Shella terjepit membuat keduanya terkekeh bersamaan. Liah hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan para orang tua. Dia mencibir kesal karena setelah melahirkan perhatiann mereka semua teralihkan kepada si kembar.


"Gak ingat umur." Cibir Liah membuat semua terkekeh.


Amel menggendong bayi perempuan yang sangat imut, kedua anak Liah sama sama berjenis kelamin perempuan. Sedangkan Lisa dan Aulia menggerutu kesal karena tak mendapatkan giliran menggendong sang adik.


"Nggak, ini cucu Oma." Ketus Shella membuat Aulia kesal.


"Itu adek Aulia." Kesal Liah membuat Shella terkekeh kecil.


"Adek, jangan gitu. Oma kan nggak setiap hari ketemu sama dedek." Peringat Elang membuat Aulia mengangguk dan duduk.


Shella dan Amel tersenyum karena Elang mendidik anaknya dengan sangat baik dan tak membangkang kepada orang tua. Kedua nya sangat baik menurut dengan perintah Liah dan Elang.


"Mama, nama nya si kembar siapa?" Tanya Lisa menatap adik kembar yang digendong Oma nya.


"Nggak tau, coba tanya Papa." Ucap Liah lembut mengelus rambut putrinya.


Lisa menangguk kemudian duduk di sebelah Elang. Lisa tersenyum membuat Elang ikut tersenyum.


"Nama adek siapa Pa?" Tanya Lisa.


"Kamu mau kasih nama siapa?" Tanya Elang menatap Lisa.


"Emang boleh?" Sambar Aulia membuat Lisa kesal.


"Boleh." Jawab Elang.


"Thalita/Sabitha." Jawab Aulia dan Lisa kompak.


Liah dan Elang kompak mengangguk. Liah dan Elang sepakat kalau kedua anaknya itu yang memberikan nama adalah kakak nya sendiri. Elang hanya menambahkan nama seperti Aulia dan Lisa.


"Jadi nama si kembar adalah Thalitha Anneth dan Sabitha Anneth." Ucap Elang membuat semua mengangguk senang.


"Nama yang bagus." Gumam Liah tersenyum.


Semoga ini hanya perasaan ku saja.


~Batin Liah memegangi dada nya.