
Lisa berlari sembunyi dibalik pintu ruangan sebelah bersama Aulia dan kedua adiknya. Beberapa saat kemudian terdengar suara dobrakan keras membuat Lisa menggigit bibir bawahnya. Lisa mengintip dari celah pintu dan betapa terkejutnya Lisa saat melihat ada Viona (Wanita yang menjebak Leo hingga dia hamil)
"Lo mau apa kesini ha?" Bentak Elang mencondongkan pistol nya.
"Gue cuma mau ngehabisin kalian semua agar gue bisa menikmati indahnya dunia dengan kekayaan kalian. HAHAHA!!"
Viona berujar dengan tawa iblis dan tanpa aba aba menembakkan peluru ke tubuh Elang saat Elang lengah, Elang saat ini tak bisa berkonsentrasi dengan benar karena memikirkan Liah dan orang tuanya. Shella, dan Andra langsung menghampiri anaknya yang sudah bermuncratan darah, sebelum itu juga, Viona menembakkan peluru ke dua manusia itu hingga tiada.
"Papa.. Oma.. Opa." Lirih Lisa tersedu-sedu.
Lisa menatap Aulia sendu, gadis itu mengisyaratkan untuk menyuruh Aulia menggunakan teman gaib nya. Aulia yang paham atas permintaan kakak nya pun menggelengkan kepala.
"Tidak bisa, Lilulu memiliki aura positif sedangkan disini negatif. Lilulu akan kalah."
"Magic gue juga hanya bisa dengan tatap mata dahulu." Tambah Aulia menangis membuat Lisa frustasi.
Dia ingin membantu Oma dan Opa nya bertarung tapi dia akan ikut mati, sedangkan pesan Mama nya menyuruhnya agar menjaga kedua adik yang baru lahir milik nya. Dia menantikan pegawai rumah sakit yang tak kunjung masuk. Aulia menelpon polisi juga kalah cepat dengan pergerakan Viona. Mereka tak tau saja kalau pihak polisi sedang di loby karena dicegah oleh mafia yang disewa Viona. Lisa dan Aulia mendekap adiknya bersamaan, yang ia takutkan adalah jika keduanya menangis, maka mereka tak ada yang selamat hari ini.
"Thalita, Sabitha jangan nangis ya sayang." Lirih Lisa meneteskan air mata.
"Mau kemana lo?"
Dor!
"Akhh.." Rintih Liah memegangi dada nya.
"LIAH!"
Amel dan Alshad berteriak bersamaan, mereka berlari kearah anaknya dan juga akhirnya tertembak. Jadilah hari ini pertumpahan darah lagi setelah beberapa tahun tak terulang. Viona tersenyum sambil bergumam.
"Hmm.. Leo dan Katrina sudah mati, keluarga nya juga. Hah tinggal menghabiskan hartanya." Girang Viona melangkahkan kaki keluar, nampaknya dia lupa kalau Liah memiliki 4 anak.
Aulia mengeluarkan 2 slayer merah dari dalam tas nya, dia menangis sambil memberikan slayer satunya kepada Lisa. Lisa menerimanya kemudian memakainya, sehingga saat bertemu Viona, wanita iblis itu tak mengenalinya. Lisa mencium kening adik yang sekarang menjadi anak angkatnya.
"Berjanjilah pada Bunda kalau kalian harus kuat." Bisik Lisa kemudian keluar lewat pintu belakang.
Aulia menelpon Bu Aini sekalu tetangga samping mansion besar yang ia tinggali bersama yang lain dulu. Dia menceritakan semua kepada Bu Aini dan meminta tolong agar membantu memakamkan semua orang tuanya dengan layak. Sedangkan Lisa, gadis itu tak henti-hentinya menangis, pembunuhan beruntun ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Dia mengajak Aulia agar cepat masuk mobil. Lisa meletakkan selimut yang ia tata di kursi belakang dan meletakkan Thalita dan Sabitha yang tertidur disana.