
Aldrick tetap menggeleng, dia berusaha keras agar Lisa menerima permintaan nya untuk menikahinya, bukan tanpa alasan. Aldrick bisa gila kalau gadis ini selalu mengingatkan nya tentang pembunuhan orang tua Lisa.
"Saya tidak mau anak yang kamu asuh menjadi pembicaraan orang." Aldrick mendapat ide yang bagus, pri itu menyeringai melihat Lisa yang tengah berfikir.
"Sekarang saya tanya kamu, apa jantung kamu selalu berdebar jika bersama saya? apa hati kamu menghangat jika memikirkan saya? jujur saya sayang sama kamu Lisa." Jujur Aldrick.
"Saya juga." Lirih Lisa membuat Aldrick tersenyum manis.
"Jadi, apa kamu mau menikah dengan saya?" Tanya Aldrick sekali lagi membuat Lisa mengangguk dengan mata berkaca-kaca.
"Terimakasih." Ujar Aldrick memeluk tubuh Lisa lembut.
___________________________
Lisa membolak balikan tubuhnya di cermin besar ruang ganti. Dia menatap gaun yang memperlihatkan tubuhnya di cermin yang sedikit terbuka. Lisa menghela nafas sebelum mencoba gaun yang lain. Dia tersenyum memakai gaun biru muda yang melekat indah ditubuhnya serta tak terlalu terbuka. Lisa keluar dari kamar ganti dengan wajah bahagia, begitu juga Aldrick yang menatap kagum Lisa yang terlihat sangat cantik.
"Bagaimana?" Tanya Lisa membuyarkan lamunan Aldrick.
"Cantik." Gumam Aldrick membuat Zefann dan Aulia terkekeh.
"Iyalah Kak, cewek pasti cantik. Yakali kak Aldrick cantik hihihihi." Nyinyir Aulia memfoto Lisa.
"Kamu manggil kakak saya dengan sebutan Kak, tapi mengapa kamu memanggil saya dengan sebutan Pak?" Protes Zefann.
"Yaudah, kalau gak mau saya panggil Pak gapapa, ntar Aulia panggil Om. Mau?" Kesal Aulia membuat Zefann melotot.
"Kalian berantem terus kalau suka gimana?" Goda Aldrick.
"Nggak mungkin/kawinin lah kak." Jawab Aulia dan Zefann.
"Gile!" Pekik Aulia membuat Lisa tertawa.
Aldrick memeluk pinggang Lisa dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu Lisa. Aulia tersenyum senang sebelum memfoto pose keduanya yang romantis. Dia seperti melihat drama korea nyata didepan matanya. Sedangkan Zefann mendengus kesal karena setelah ini kakaknya akan menghilangkan status jomblonya. Aulia memposting foto tersebut di status Whatsapp nya yang tidak diprifasi.
"Saya menyayangimu Lisa." Gumam Aldrick mencium pipi Lisa dari samping.
"Saya juga, saha harap tidak ada setan berwujud pelakor ya kak?" Ujar Lisa membuat Aldrick tertawa.
"Tidak akan." Jawab Aldrick.
_______________________________
–Cristyalhys°
Lia, apa kakakmu akan menikah?
Aulia melihat ponselnya dan membuka mulut karena terkejut, dia menepuk jidatnya sendiri karena lupa untuk mengatur prifasi statusnya.
–Lianneth.
Hehehe iya kak, jan bilang siapa² dulu ya!
–Cristyalhys°
Kenapa Lisa tidak cerita?
–Lianneth.
Maaf, kak ini juga mendadak.
–Cristyalhys°
Jangan lupa mengundangku nanti.
–Lianneth.
Siap bossquee!!
Zefann melirik ponsel Aulia, dengan cepat Aulia menutupi ponselnya agar Zefann tak tau isi pesan Aulia membuat Zefann penasaran dan sedikit cemburu, takut jika Aulia memiliki kekasih dan akan menjauh dari nya.
"Lagi chattingan sama siapa?"
"Kepo amat sih pak,"
"Saya tidak kepo, saya hanya ingin tau."
Apa bedanya bambang?
"Ini teman saya pak." Kesal Aulia memasukan ponselnya kembali kedalam tas.