MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
PULANG KE JEPANG



Thalita mendengus kesal, pada akhirnya dia dan si kembar langsung di bawa pulang oleh Aldrick untuk bersekolah. Lisa sedari tadi mondar-mandir di dekat brankar Sabitha karena kepikiran dengan perkataan suami nya tadi malam.


"Mama meminta kita semua kembali ke Jepang!"


Kata-kata tersebut tergiang-giang di kepala Lisa. Sabitha hanya diam dan mengambil jus yang ada di nakas. Sabitha tau kalau Mama nya sedang dalam pikiran yang tak baik. Sabitha memegangi perutnya dan beranjak duduk membuat Lisa terkejut.


"Hei, siapa suruh kamu duduk?" Kata Lisa tajam membuat Sabitha meringis.


"Bosan Ma, kata Papa, besok kita ke Jepang ya?" Tanya Sabitha diangguki perlahan oleh Lisa.


"Lalu? Sekolah Sabitha gimana?" Tanya Sabitha lagi.


"Kalian semua akan pindah ke sekolah yang baru." Kata Lisa diangguki Sabitha.


*


Pagi hari, sesuai permintaan Qi Wo Jione, mereka semua berada di bandara Soekarno-Hatta. Lisa nampak lebih tenang dari biasanya, dia berjalan masuk ke pesawat sambil mendorong kursi roda Sabitha. Talitha dengan Aulia, Galaksi dengan Aldrick dan Selatan dengan Zefann. Mereka masuk dan duduk di tempat masing-masing.


Perjalanan berjam-jam ditempuh melalui jalur penerbangan tersebut membuat Lisa bosan dan tertidur. Dia semalam tidak bisa tidur akibat memikirkan cara agar Qi Wo Jione bisa menerimanya.


"Lisa, bangun sayang." Kata Aldrick menepuk pipi Lisa.


"Hemm." Dehem Lisa kemudian turun.


Sepanjang perjalanan menuju mansion, Lisa hanya diam. Setelah sampai di mansion, Lisa menegaskan Aldrick agar tidak mengikuti nya masuk bertemu Qi Wo Jione.


"Aku baik-baik saja kak." Kata Lisa sedikit kesal.


"Jika Mama mencelakaimu, teriaklah. Aku akan datang." Kata Aldrick diangguki Lisa.


Lisa masuk ke ruangan Jione, wanita cantik yang menggunakan lip stick merah darah itu duduk sambil menyesap teh hijau asli. Katana panjang melintas dan berhenti tepat di depan leher Jione. Lisa menyeringai sedangkan Jione menatap sinis menantu nya.


"Apa ini yang kamu katakan menyambut mertua mu?" Sinis Jione.


"Bukankah ini yang ada inginkan?" Kata Lisa menyeringai.


Jione memeluk Lisa erat, dia bahkan menendang jauh-jauh katana yang di bawa Lisa. Jione bangga akibat Lisa paham akan maksud nya. Lisa menangis dan membalas pelukan Jione tak kalah erat.


"Maafkan Lisa Mama, Maaf Lisa baru paham dengan siasat Mama." Kata Lisa menangis sesenggukan.


"Kamu gadis yang pandai, maafkan Mama yang tidak memberitahu mu secara langsung. Mama tidak ada niatan untuk membuatmu jauh dengan Aldrick, Mama hanya ingin menyampaikan jika kamu menjadi istri penerus mafia Hawasaki harus kuat dan cerdik." Kata Jione tersenyum sambil nengusap air mata Lisa.


"Lisa sayang Mama." Kata Lisa memeluk Jione kembali.


"Dimana anak-anak?" Tanya Jione setelah pelukannya terurai.


"Sama Papa nya," Kata Lisa tersenyum manis.


Lisa dan Jione melangkahkan kaki keluar ruangan. Aldrick yang semula tegang menjadi lega saat melihat Mama nya keluar dengan Lisa.


"Kamu gak di apa-apaan sama Mama kan?" Selidik Aldrick sambil membolak-balikan tubuh Lisa.


"Astaga, aku tidak apa-apa. Kamu salah paham sama Mama, minta maaf gih." Kata Lisa membuat Aldrick memincingkan mata nya.


"Apa? Kamu aja yang bodoh, Lisa aja paham siasat Mama kok kamu nggak." Ketus Jione melangkahkan kaki ke si kembar.


"Dimana cucu Oma?" Tanya Jione tersenyum gemas melihat 4 anak anak disana.


"Hadir Oma!" Kata Galaksi mengacungkan tangannya dan memeluk Jione.


"Hadir Oma!" Lanjut Selatan melakukan hal yang sama.


"Sabitha juga." Kata Sabitha mengulurkan tangannya agar Jione memeluk nya.


"Thalita." Kata Thalita singkat sambil tersenyum.


"Aduh, cucu oma pinter semua." Kata Jione memeluk ke empatnya.