
Lisa mematikan telponnya kemudian memutar arah kemudi yang semula bergerak ke arah rumah menjadi ke rumah sakit bunda dan anak. Aulia menatap kakak nya bingung saat mobil yang ia kendarai masuk ke parkiran rumah sakit.
"Mau apa Kak kesini?" Tanya Aulia menatap Lisa bingung.
"Mama mau lahiran dek," Singkat Lisa membuka sabuk pengamannya.
Aulia membuka mulutnya karena terkejut, lantas ia langsung membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil. Lisa menatap tajam kearah boneka yang ada digendongan Aulia yang mengisyaratkan untuk meninggalkan bonekanya di mobil.
"Aulia, tinggalkan saja temanmu di mobil. Kakak gak mau kalau boneka mu terisi 2 roh didalamnya." Tegas Lisa.
Aulia yang paham kalau dirumah sakit pasti banyak jin dan bangsanya pun meletakkan bonekanya di mobil karena terlalu beresiko jika membawa Lilulu masuk ke dalam.
"Apa Lilulu aman didalam?" Tanya Aulia.
"Huftt, dia boneka hidup. Orang yang akan mengambil nya juga berfikir dua kali!" Kesal Lisa kemudian berlari menuju loby tanpa menghiraukan teriakan Aulia.
Lisa berhenti diresepsionis untuk bertanya nomor ruangan Mama nya, setelah mendapatkan info, Lisa langsung berlari menuju tempat Mamanya bersalin. Ditengah jalan saat melewati lorong rumah sakit, Lisa menabrak seseorang membuat tubuh Lisa oleng, untung saja tangan kekar menahan tubuh nya dengan memeluk pinggang nya hingga tak jadi jatuh.
Brukk
Mata mereka saling beradu membuat Lisa buru-buru memutus kontak mata dengan pria di depannya. Dia sebenarnya kesal dengan pria di depannya yang mendapat untung dengan memeluk tubuhnya.
"Lain kali hati-hati Pak." Ketus Lisa kemudian pergi.
Pria itu hanya mengerutkan dahi kemudian melanjutkan perjalanan, sedangkan Lisa sekarang dia sedang mengumpat sumpah serapah untuk pria tadi yang tidak mengucapkan kata mau atau terimakasih sama sekali.
"Dasar sombong." Gerutu Lisa melanjutkan perjalanan.
Lisa berjalan dan berhenti didepan ruang persalinan, disana sudah ada Amel dan Alshad dengan muka khawatirnya. Terakhir kali Liah melahirkan Aulia dia sempat pingsan selama 3 kali.
"Oma, gimana keadaan Mama?" Tanya Lisa khawatir.
Aulia datang dengan nafas tersenggal-senggal, dia berlari menuju Amel dan memeluknya erat. Amel pun membalas pelukan Aulia tak kalah erat. Beberapa saat kemudian suara tangis bayi terdengar, membuat semua bernafas lega kecuali Aulia yang mendengus kesal.
"Dasar adek sial'an mau lahir aja nunggu gue dateng!" Kesal Aulia membuat Lisa menonyor kepala Aulia, sedangkan Amel dan Alshad tertawa.
"Anjer, kakak gak ada akhlak." Ucap datar Aulia.
Sesaat kemudian, Elang keluar ruang persalinan dengan keringat dingin mencucur di dahinya. Aulia, Lisa, Amel, dan Alshad tertawa terbahak-bahak melihat tangan Elang penuh dengan cakaran dari Liah. Sedangkan Elang menatap kesal kearah mereka semua.
"Hahaha mantep, lu kira bikinnya doang yang enak?" Suara seseorang dari belakang membuat Elang menatap kesal orang tersebut.
"Mama kok gitu sih, kasihan Liah didalam bertaruh nyawa buat ngelahirin kembar." Ucap lemes Elang membuat Shella terkekeh.
"Nah lo pikir Mama juga gak gitu apa? Brojolin lu juga taruh nyawa tong." Ucap Shella membuat Elang menatap Mama nya sendu.
Elang berlulut di depan Shella sambil memegangi tangan Shella, Shella hanya tersenyum sambil mengelus kepala Elang dengan sayang. Sedangkan Andra dia duduk bersama Alshad.
"Maafin Elang belum bisa ngebahagiain Mama selama ini."
"Aella tong, santuy nape. Lo pan hasil karya Mama and Papa hihihihi."
Lisa membulatkan mata karena Oma nya mengatakan hal yang seharusnya tak ia dan Aulia dengar.
"Dek tutup idung." Sergah Lisa menutup teliga Aulia.
"Tutup mata astetew."
Semua terkekeh kecil melihat kedua anak Liah yang lucu dan imut.