
Aulia, Lisa, Zefann dan Aldrick sudah berada di kediaman Hawasaki. Mereka merencanakan prihal penyelamatan anak Aldrick dan Lisa. Sedangkan Thalita dan Sabitha ada di markas BL dan BS. Sekedar info saja, sejak Lisa menghilang dari kehidupan Aldrick, dia bertemu dengan Om Heru, teman Liah. Om Heru membantu Lisa untuk kembali mengaktifkan organisasi yang telah lama nonaktif tersebut. Alhasil, Thalita dan Sabitha ikut terseret ke dunia kejam tersebut.
"Aku tidak setuju dengan usulanmu Zefann, Viona menculik kedua anakku karena ingin memancing Lisa agar keluar dari persembunyian." Kata Aldrick dingin.
"Tapi Bagaimana? jika kakak ipar tidak masuk kedalam, mereka juga tidak akan bisa bebas." Kata Zefann bingung.
"Salah satu jalan nya adalah merelakan Thalita masuk kesana." Kata Aulia lirih membuat semua menatap kearahnya.
"Apa?! Tidak, Thalita tetap disini!" Emosi Lisa.
"Cukup Selatan dan Galaksi yang sudah masuk kesana, Thalita jangan." Kata Aldrick menatap tajam adik iparnya.
"Apa kamu gila?" Kata Zefann bingung.
Aulia menghela nafas, "Itu tidak akan terjadi, Thalita memiliki jiwa Mama. Dia gadis yang cerdik dan berfikir panjang sebelum bertindak." Kata Aulia.
"Bagaimana jika dia terluka?" Lirih Aldrick.
"Kita akan memantaunya, dia akan masuk dan memakai chip. Jika terjadi sesuatu, kita harus masuk kesana dengan segera." Kata Aulia.
"Huftt, aku tidak merelakannya begitu saja." Lirih Aldrick.
"Apa kamu gila? aku tidak mau merelakan Thalita!" Bentak Lisa menatap suaminya.
"Dengar ini kakak ipar, kita tidak punya pilihan lain. Kita harus bergerak cepat." Kata Zefann.
"Aku tidak mau dia terluka, hiks.." Tangis Lisa pecah kembali.
"Aku tidak akan membiarkannya terluka." Kata Aldrick mendekap tubuh Lisa.
Setelah perundingan tadi, akhirnya Lisa dengan berat hati menyetujui usulan untuk membiarkan Thalita masuk ke mansion dengan penjagaan super ketat itu. Semua merasakan pusing saat Lisa sangat sulit untuk di bujuk. Beberapa saat kemudian, pintu ruangan diketuk dan masuklah sesosok gadis cilik yang cantik, sambil menggunakan baju serba hitam. Lisa memalingkan wajah dan pergi dari sana. Thalita masuk sambil menundukan kepalanya, dia meletakkan pisau lipat di meja dan duduk di tempat Lisa duduk tadi.
"Bagaimana? apa Mama setuju?" Tanya Thalita sendu.
"Hah, dengan berat hati iya." Kata Zefann diangguki Thalita.
"Chipmu ada ditanganku, kemarin jatuh saat kamu di rumah sakit." Kata Zefann memberikan chip nya kembali.
Thalita menerima chipnya kembali, dia mencoba membolak-balikannya melihat apa ada kerusakan disana, dia tersenyum saat chip nya baik-baik saja. Dia memasukan Chipnya di kantong lalu mengambil pisau lipat nya.
"Aku berangkat setelah ini, jika aku membutuhkan bantuan. Tolong kalian segeralah menuju belakang mansion." Kata Thalita membuat Aldrick tercengang.
"Bagaimana Thata tau denah mansion?" Tanya Aldrick bingung.
Aulia tersenyum, "Dia bukan Thalita, dia Mama." Kata Aulia memeluk Thalita dan menangis dipelukannya.
"Ap? apa?" Tanya Aldrick.
Thalita tersenyum kearah Aldrick, "Perjuangkan cintamu, jaga anak-anakku dan istrimu." Kata Thalita membuat Aldrick memeluk Thalita dan menangis.
"Maafkan aku Mama mertua, aku salah telah membunuh kalian, aku menyesal." Kata Aldrick meneteskan air mata.
Thalita tersenyum dan mengusap kepala Aldrick, "Jaga Lisa, aku baik-baik saja." Kata terakhir Lisa sebelum tubuh Thalita ambruk dan pingsan.
•
•
•
•
•
•
•
Maaf telat ya, habis ngerjain tugas sampe lupa kalau ada janji up. Aku bakal tetep up 4 chapther tapi jadwalnya diundur. Maaf😊