
Aulia menelpon Bu Aini sekalu tetangga samping mansion besar yang ia tinggali bersama yang lain dulu. Dia menceritakan semua kepada Bu Aini dan meminta tolong agar membantu memakamkan semua orang tuanya dengan layak. Sedangkan Lisa, gadis itu tak henti-hentinya menangis, pembunuhan beruntun ia lihat dengan mata kepalanya sendiri membuatnya bersalah karena tak menolong kedua orang tuanya. Dia mengajak Aulia agar cepat masuk mobil. Lisa meletakkan selimut yang ia tata di kursi belakang dan meletakkan Thalita dan Sabitha yang tertidur disana.
Lisa menghapus air mata nya kemudian menyingkirkan boneka hantu Aulia yang akan membuat takut anak angkat nya. Lisa tanpa banyak bicara langsung tancap gas menuju mansion nya untuk melihat keadaan yang ada. Berhuntung dia selalu memakai mobil modifikasi, walau mobilnya murah, namun Elang sekaan paham situasi memodifikasi mobil ini dengan kaca tahan peluru. Sedangkan Aulia, gadis itu selalu membawa kartu debit yang diberikan oleh kedua orang tuanya yang didalam nya berisi uang milyaran.
Aulia khawatir jika kakak nya akan berubah sifat menjadi dingin, Lisa berhenti dari jarak kurang lebih 100 meteran dari mansion. Dilihatnya beberapa maid diseret keluar mansion sengan wajah bersimbah darah, bisa dipastikan kalau Viona menembakkan peluru ke kepala maid.
Aulia yang melihat kakak sesekali mengusap air matanya pun jadi ikut merasakan kembali luka. Aulia memang tak melihat secara langsung pembunuhan kedua orang tunya, sedangakan Lisa dia melihat dengan jelas pembunuhan itu sehingga akan selalu tergiang-giang di otak miliknya.
"Kita harus pergi." Singkat Lisa kemudian mencari rumah sederhana untuk ia beli.
"Kak, gue mohon jangan rubah sikap kakak." Ucap Aulia namun tak digubris oleh Lisa.
Lisa memberhentikan mobil di penjualan rumah, dia turun meninggalkan Aulia dan adiknya di dalam mobil dan tanpa sepatah kata apapun dia kembali kedalam mobil membawa kunci rumah membuat Aulia menghela nafas nya. Lisa juga membeli bunga dan air untuk ia tabur ke pemakaman keluarga besarnya. Soal makam Leo dan Katrina, Lisa tidak tau tempatnya.
Mama, Papa, maafin Lisa.. Lisa sayang kalian hiks.. Mama..
Lisa menoleh Aulia sendu, "Kita mulai hidup baru." Ucap nya tersenyum membuat Aulia ikut tersenyum.
"Aulia bakal bantu kak Lisa." Ujar Aulia membuat Lisa makin tersenyum.
Gue gak suka terlihat lemah di depan Aulia, gue harus kuat demi mereka.
~Shysy Lisa Anneth.
"Kak, mendingan Aulia gak usah lanjut sekolah aja gapapa kok kak, bayar sekolah di sana kan pasti mahal." Ujar Aulia pelan membuat Lisa menggeleng.
Mobil yang dikendarai Lisa dan Aulia sampai di rumah sederhana, berhuntung Lisa dan Aulia tak pernah menggila harta. Jadi saat dunia berputar 180° dimana yang kaya menjadi miskin dan begitu sebaliknya, mereka tak mengeluh.
"Lia, tolong gendongin Sabitha!" Ucap Lisa menggendong Thalita.
"Oke bossquee." Aulia memberikan pose hormat membuat Lisa terkekeh. Mereka berdua sadar, jika kesedihan tak akan mengembalikan semuanya. Tapi dengan saling menguatkan semua akan baik baik saja.
"Kamu masuk kamar mandi sama ganti baju. Kakak udah beliin kamu baju, bajunya ada di paperbag merah." Jelas Lisa diangguki Aulia. Sedangkan Lisa membawa kedua bocah tersebut ke kamarnya.
"Anak bunda sekarang minum susu ya." Ucap Lisa meneteskan air mata.
•
•
•
•
•
•
Maaf ya guys, up nya pendek pendek. Lagi bingung huaanjay😌. Jangan lupa beri like and comen. Dan bagi Komentar yang belum terbalas maaf ya hehehe lagi males ngetik😣.