
"Apa?! Anak kandungku?" Ulang Aldrick yang hanya ditatap oleh Thalita.
"Thata, sudah. Kata Mama, kamu gak boleh ketus sama orang." Peringat Shabita.
Thalita menghela nafas dan tersenyum, dokter keluar dari ruangan membuat Aldrick menatapnya dengan wajah bertanya-tanya. Dokter tersenyum dan mengangguk. Aldrick dan kedua bocah kembar tersebut langsung berlari masuk membuat dokter menggelengkan kepala.
"Mama!" Pekik Shabita dan Thalita memeluk Lisa.
Lisa tersenyum kearah anak-anaknya, dia mencium kening dan mengusap rambut mereka sayang. Dia terkejut saat melihat keberadaan Aldrick yang akan memeluk tubuhnya, wajahnya berubah dingin serta melepaskan dekapan anak-anaknya. Lisa menatap kedua anaknya, mereka sudah paham dan kemudian keluar dari ruangan tanpa sepatah kata apapun.
Aldrick tersenyum dan menangis bahagia, dia merentangkan tangannya namun dibentak mentah mentah oleh Lisa.
"DIAM DISANA!" Bentak Lisa membuang alat pembantu pernafasannya.
"Lisa, aku minta maaf. Aku menyesal, kau boleh meminta apa saja agar kamu memaafkanku!" Lirih Aldrick.
"Aku ingin dirimu mati!" Dingin Lisa membuat hati Aldrick sakit.
"Apa sebegitu buruknya aku dimatamu? aku melakukannya karena suruhan. Dan aku tidak berniat membunuh orang tuamu Lisa." Kata Aldrick mendekap tubuh Lisa.
Lisa mencabut infusnya secara paksa, dan dalam hitungan detik.
Bugh!
Lisa memberikan bogeman tepat di ulu hati Aldrick membuat pria tersebut langsung tersungkur dan melepaskan dekapannya dari Lisa.
"Kau pikir saja sendiri! coba jika kau ada diposisiku! orang tua dibunuh oleh kekasih sendiri! bagaimana bisa aku memaafkanmu dengan mudah! Fikir Aldrick fikir!!" Bentak Lisa keras sambil menunjuk Aldrick dengan telunjuknya.
"Aku mohon maafkan aku, aku bersalah. Untuk itu aku akan membantumu membunuh Viona." Kata Aldrick memelas.
"Cih, berdirilah tanpa menjatuhkan orang lain Aldrick. Kamu sama sama salah seperti Viona." Sinis Lisa memalingkan wajah.
"Ku mohon, pikiran masa depan anak kita. Aku ingin bertemu anak kandungku." Lirih Aldrick meneteskan air mata.
Deg!
Selatan.. Galaksi.. ~Lirih Lisa dalam hati.
Lisa menundukan wajahnya, dia menangis dalam diam saat memikirkan dua nama yang membuatnya sakit jika mengingat namanya. Viona! Wanita licik yang menculik kedua anak kandung Lisa dan Aldrick. Sampai saat ini, Lisa masih belum bisa menyelamatkan kedua anaknya karena Viona akan mengancam pembunuhan kedua anaknya.
Greb!
Jrussss!
Aldrick memekik kesakitan membuat Lisa terkejut dan menatap anaknya yang sedang menatap sinis Aldrick. Paha Aldrick mengeluarkan darah segar, Thalita tak berniat mencabut pisaunya. Dia beralih naik ke brankar dan memeluk Mamanya.
"Jika Om disini cuma buat Mama menangis, lebih baik om pergi atau Thalita yang akan mewakili Mama agar om mati." Dingin Thalita membuat Lisa mendekap anaknya kuat kuat.
"Mama tidak apa-apa nak, maafin Mama tidak bisa menjaga saudaramu." Lirih Lisa mencium pipi Thalita.
"Mama gak salah." Kata Thalita membalas pelukan Lisa.
Aldrick meringis kemudian mengelap darah yang ada di paha nya menggunakan tissue. Celananya terlihat basah akibat darah yang menetes deras. Hati Lisa sakit melihat hal tersebut, tapi dia memilih acuh dan tersenyum kearah Thalita.
"Thalita, boleh Papa berbicara sebentar dengan Mama-mu?" Kata Aldrick lirih.
Thalita menggeleng keras, Lisa tersenyum kemudian mengangguk membuat Thalita keluar dari kamar tersebut.
•
•
•
•
•
Up Dua Chapther niehh.. jan lupa Like, Komen, Vote and Fav nya🤗
Ku kasih bonus si kembar😊
Thalita Anneth-
Shabita Anneth-