MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
GONDOROWO



Lisa duduk di kasur sambil mengotak-atik telponnya, matanya bengkak karena kebanyakan menangis di kamar. Dia masih menangis ditinggal keluarga tercintanya, namun dia menangis sendiri tak ingin membuat Aulia sedih. Lisa membelalakan mata kaget saat pelatihan di AFN'T Group diajukan menjadi besok. Dan masalah skripsinya juga belum selesai.


Lisa benar-benar pusing saat ini. Dia memijit perlahan kening nya yang terasa pusing.


"Astaga, sape sih CEO nya kagak ada akhlak banget!" Gerutu Lisa ingin menonjok laptop nya tapi tidak jadi.


"Jangan ditonjok lah, ini mahal." Kekeh Lisa mengelus laptopnya.


"What? Pengumpulan data diri dilakukan sore ini di AFN'T Group?" Ujar Lisa membaca kan pesan masuk lewat emailnya.


"Gile bener nih orang." Kesal Lisa membereskan laptopnya.


Dia membawa tas slempang kecil untuk ponsel dan kartu kartu debit lainnya. Dia juga membawa tas laptop untuk laptopnya sendiri. Dia memandangi Thalita dan Sabitha yang tertidur. Lisa meletakkan keduanya di box bayi dorong dan mendorongnya ke kamar Aulia.


"Auliaa, kakak titip Lita sama Bitha." Ujar Lisa dibalik pintu.


Beberapa saat kemudian Aulia keluar dari kamar dengan wajah menyeramkan membuat Lisa terkejut.


"Astagaaa.. genderuwo!" Pekik Lisa menutup kedua matanya membuat Aulia ikut terkejut dan berlari keluar kamarnya.


"Mana mana? mana ada gondorowo?" Pekik Aulia ikut terkejut karena dia sendiri juga sedikit takut dengan gondorowo.


Lisa membuka matanya dan menonyor kepala adiknya. Bayangkan saja, rambut acak acakan, eyeliner yang sudah luntur kemana mana, lip stick nya sudah merembet kemana mana membuat Aulia sudah semacam neng kunti bengek.


"Kakak ngagetin aja, yakali ada gondorowo disini, yang ada mereka takut sama Aulia hihihihi." Nyinyir Aulia membuat Lisa kesal dan masuk kedalam kamar Aulia sambil mendorong box bayi.


"Iya, demit makin takut kalau lihat wajah lo yang bobrok itu." Kesal Lisa membuat Aulia masuk kamar dan menatap cermin.


"HUAAA HMMMPP!!"


Sesuai dugaan Lisa, bahwa Aulia akan berteriak. Jadi dari pada membuat si kembar menangis, dia menutup mulut Aulia terlebih dahulu membuat suara cempreng Aulia terendam oleh tangan Lisa.


"Jangan lupa kasih susu kalau nangis, ntar lo lagi yang minum." Kesal Lisa membuat Aulia mengerucutkan bibir nya.


"Iya iya dasar Mama muda." Gerutu Aulia membuat Lisa menatap tajam kearahnya.


"Bunda muda, wkwkwk." Ralat Lisa sambil terkekeh membuat Aulia menatap tajam kearahnya.


Lisa berangkat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar tidak telat sampai ke AFN'T Group, Sesampainya disana seperti dugaan nya. Banyak mahasiswa dan mahasiswi lain yang mengantri untuk mengumpulkan data untuk pendaftaran. Lisa menghela nafas panjang, dia mengitung masih ada 10 orang yang akan mengantri. Dia duduk di sofa tempat menunggu disamping seorang wanita muda membawa anak berusia 6 bulanan di gendongannya.


"Mbak mahasiswi univ XXX juga?" Tanya Lisa sambil tersenyum.


Wanita tersebut tersenyum, "Iya, dan saya mencoba pelatihan ini dan melamar pekerjaan disini, siapa tau bisa masuk dan menghidupi anak saya." Ucapnya mencium kening anaknya.


"Emm..maaf, memang Papa nya kemana?" Tanya Lisa hati hati.


"Papa nya selingkuh dek." Ucapnya sendu membuat Lisa menutup mulutnya tak percaya.


"Eh, maaf ya mbak." Ucap Lisa tak enak hati.


"Nggak apa kok."


"Nama ny-


Pertanyaan Lisa terhenti saat nama nya sudah disebut oleh sekertaris pribadi CEO AFN'T Group. Lisa mengerutkan dahi saat tak melihat mahasiswa dan mahasiswi lain disana. Lisa tersenyum kepada wanita disampingnya kemudian berdiri dan masuk ke ruangan.


tok.. tok.. tok..


"Permisi!" Jawaban dari dalam membuat Lisa masuk kedalam.


"Hah lo?" Pekik Lisa