
Lisa menghela nafas saat Aldrick masuk mansion dan menatap tajam Mama dan Papa nya yang ada di ruang tengah, gadis itu mengelus lembut punggung Aldrick berharap amarah pria tersebut mereda. Benar saja harapannya, Aldrick luluh dan memeluk Lisa membawanya ke kamar namun Lisa menolaknya. Aldrick mengerutkan dahi saat Lisa berjalan mendekat kearah Jione dan Zickoo.
Brukk
Lisa berlutut dihadapan kedua orang tua Aldrick membuat pria tersebut terkejut akan kelakuan istri kecilnya tersebut.
"Lisa mohon Ma, Pa. Berkati pernikahan kami, Lisa janji gak bakal kecewain kalian berdua." Ujar Lisa menunduk membuat Zickoo terkejut tapi mesih menggunakan muka datar.
"Aku gak janji." Ketus Jione melenggang pergi ke kamarnya.
"Berdirilah." Ujar Zickoo datar membuat Lisa menggeleng.
"Saya merestui pernikahan kalian, hanya saja tadi saya ada masalah di organis-
"Papa, Lisa.. saatnya kita makan malam." Potong Aldrick cepat saat Zickoo ingin membahas tentang organisasi nya.
Zickoo mengangguk paham, "Jadilah menantu yang baik." Ujar Zickoo sambil tersenyum membuat Lisa ikut tersenyum.
"Terimakasih Papa." Lirih Lisa diangguki Zickoo.
Lisa, Aldrick, dan Zickoo makan malam bertiga tanpa Jione. Aldrick tersenyum memandangi wajah istrinya yang terlihat cantik itu dengan make up tipis dan hampir tidak menggunakan make up sama sekali karena wajahnya yang memang sudah cantik dari aslinya.
"Kamu menganggumkan." Puji Aldrick membuat Lisa tersenyum.
"Terimakasih." Balas Lisa pelan.
________
Lisa telah selesai membersihkan make up nya di kamar. Ia sedang gugup saat ini setelah melihat Video dewasa yang dikirimkan Yosa tadi, sahabatnya yang satu ini memang sangat jahil, apalagi mengenai pacar seorang Lisa Anneth. Aldrick usai mandi dan hanya membalutkan handuk di pinggang nya membuat Lisa menunduk.
"Kenapa belum memakai baju? kalau masuk angin gimana?" Kesal Lisa.
"Gak bakal masuk angin sayang, kan ada kamu hehehe." Goda Aldrick meletakkan dagu nya di leher Lisa.
"Isshhh.. geli tau, jangan gini." Rengek Lisa membuat Aldrick gemas.
"Aku mau kamu sayang." Ujar Aldrick mendorong tubuh Lisa.
Lisa belum menyelesaikan perkataannya yang sudah didahului oleh kelakuan Aldrick. Jadilah malam ini malam yang selalu dilakukan oleh pengantin baru. Aldrick menciumi gemas kening Lisa yang penuh dengan keringat. Aldrick tersenyum membuat gadis dibawahnya juga ikut tersenyum.
"I Love you, my Wife." Gumam Aldrick.
"Love you more, my husband." Balas Lisa lembut.
"Segeralah hadir di rahim Mama, sayang." Ujar Aldrick mencium perut rata Lisa membuat gadis tersebut tertawa.
"Hahaha, ngebet banget punya anak?" Canda Lisa.
"Kan biar keluarga kita makin lengkap dan bisa buat team sepak bola sendiri." Kekeh Aldrick membuat Lisa menelan susah payah salivanya.
Team sepak bola? bisa bisa jebol nih kebanggaan gue! ~Shysy Lisa Anneth.
Lisa hanya tersenyum kikuk dan tertidur dengan memeluk tubuh Aldrick, Aldrick juga heran. Pasalnya, dulu Lisa mengatakan kalau dia tak lagi perawan, tapi nyatanya salah. Mengapa Lisa berbohong? Dan saat ini Aldrick baru mengetahui alasannya jika kedua bayi yang mertuanya Aldrick bunuh itu menjadi anak angkat Lisa.
"Maafkan aku." Gumamnya mencium kening Lisa lembut dan ikut terleleap bersama.
*
Pagi hari, Lisa bangun dan mendapati wajah tampan suami nya ada di sampingnya. Lisa memainkan alis tebal milik Aldrick sambil tersenyum. Tiba tiba ia teringat akan pekerjaan Aldrick. Dia bingung, mengapa Aldrick bisa sekaya ini, padahal dia orang yang selalu berada di rumah dan hanya sesekali berangkat ke kantor jika ada masalah yang sedikit serius.
"Mikir apa hemm, aku tampan bukan?" Lisa terkejut dan menghilangkan lamunannya, gadis itu tersenyum kearah Aldrick.
"Suamiku memang tampan." Ujar Lisa tulus.
"Tentu, mangkanya aku memiliki istri yang cantik pula." Ujar Aldrick membuat Lisa tak henti hentinya bersyukur pada tuhan karena dipertemukan dengan Aldrick.
"Gombal, kamu gak kerja?" Tanya Lisa.
"Tidak, aku punya banyak waktu luang untuk beberapa tahun buat kamu dan keluarga kita nanti." Kata Aldrick mencium perut Lisa yang tanpa busana.
"Gombal aja terus, udah sana mandi. Habis ini baru aku." Ujar Lisa diangguki Aldrick.