
Lisa menangis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dia menjerit keras membuat Aldrick bangun dari tidurnya dan membangunkan Lisa dari mimpi buruknya. Ini adalah mimpi buruk ketiga dalam satu malam, Aldrick menjadi bingung sendiri.
"Lisa, Lisa, sayang bangun sayang.. hei heii!!" Kata Aldrick panik sambil menepuk pipi Lisa.
"Hikss.. nak, jangan tinggalin Mama sayang, Selatan!! Galaksi!!" Teriak Lisa tetap belum membuka mata.
Aldrick meneteskan air matanya, dia menepuk-nepuk pipi Lisa sedikit keras membuat Lisa bangun dan memeluk Aldrick erat. Aldrick membalas pelukan Lisa tak kalah erat. Untung saja mereka sudah tinggal satu rumah lagi. Aldrick mengelus rambut istri kecilnya dengan sayang.
"Kamu mimpi apa lagi? Jangan membuatku khawatir sayang." Kata Aldrick menghapus air matanya yang menetes.
"Hikss, anak kita kak, Aku bermimpi Viona membunuh Galaksi dan Selatan." Lirih Lisa sesenggukan.
"Aku akan bergerak cepat, kamu tenang saja. Tapi sebentar, sejak kapan kamu hamil anak kita?" Tanya Aldrick sambil menangkup pipi Lisa.
"Sejak aku kabur dari rumah." Kata Lisa lirih.
"Maafkan aku belum menjadi suami yang baik untuk kamu dan menjadi ayah yang tidak baik untuk anak-anak kita. Maafkan aku telah membuatmu susah karena menjaga empat anak sekaligus." Kata Aldrick mendekap kembali tubuh Lisa.
"Hikss.. aku tidak pernah merasakan susah karena menjaga anak-anak kita. Bagiku, Hiks.. mereka adalah anugrah terindah yang dikirimkan tuhan." Kata Lisa masih sesenggukan.
"Aku tidak akan membiarkanmu mengalami masa sulit sendirian lagi." Kata Aldrick mencium kening Lisa lama.
Lisa hanya mengangguk, dia tak bisa lagi tidur dengan nyenyak sebelum membawa anak nya kembali kerumah ini. Kepalanya sedikit pusing, tadi sore drama Thalita dengan Lisa terjadi saat Thalita tidak mau mengakui Aldrick sebagai Papa angkat nya. Aldrick menghela nafas panjang sebelum mengangkat dagu Lisa agar menatapnya.
"Masalah Thalita biar aku yang mendapatkan kepercayaannya. Kamu tidur lagi ya?" Pinta Aldrick menata bantal dan meletakkan kepala Lisa di tangannya.
Lisa menggeleng, "Aku tidak bisa tidur sebelum membawa kembali anak-anakku." Kata Lisa.
"Baiklah kalau itu mau kamu, sekarang aku tanya, apa kamu ingat denah ruangan mansion?" Tanya Aldrick menatap Lisa.
"Dari depan setelah pintu ruang utama adalah ruang tamu, sampingnya dapur dan meja makan, ada toilet lalu lorong kecil untuk menuju ruang kerja Papa dulu.." Lisa menjeda kalimatnya sambil berfikir.
"Lalu, disamping ruang kerja Papa ada lemari kayu besar dan didalamnya ada pintu rahasia menuju ruang bawah tanah. Diruang bawah tanah ada tiga tempat, ruang latihan, senjata dan gudang." Kata Lisa lirih.
"Aku takut Viona akan menyakiti anak kita Kak." Kata Lisa kembali menangis.
"Aku akan membawa anakku dengan keadaan utuh, jika sampai wanita sialan itu menyakiti anak anak kita. Aku pastikan dia akan membusuk di ruang bawah tanah Hawasaki!" Dingin Aldrick.
"Tapi, mereka bekerja sama dengan mafia utara." Lirih Lisa.
"Bagaimana bisa? mereka mafia yang licik dan biasanya meminta bayaran yang tinggi. Darimana dia bisa membayar mafia timur? bahkan kekayaan mendiang keluargamu tidak bisa untuk membayarnya selama setahun." Kata Aldrick lirih.
"Dia punya tubuh yang seksi, dia membayarnya dengan tubuh. Sekarang, bagaimana kita bisa menerobos masuk? Aku sebagian sudah lupa dengan denah mansion." Kata Lisa sedih.
"Mama, biarkan aku masuk kesana!"
•
•
•
•
•
•
•
Happy Reading, hehehe.. hari ini adalah hari special nya author. Dan author akan memberikan banyak up hari ini.
Jadwal Up khusus hari ini :
00.00
06.00
12.00
18.00
Karena hari ini hari ultah author, author boleh kan minta like, komen, vote dan fav nya.. kasih like dan komen setiap chapther. Kalau like nya makin banyak, author usahain bakal up banyak selalu😊🙏
Thankyou🙏