
Lisa sebenarnya masih sangat sangat ragu untuk menerima ajakan menikah dengan Aldrick. Tadi malam gadis ini bermimpi tentang Mama nya yang tersenyum kearahnya, tapi tatapan Mama nya tersebut seolah masih ada yang membuatnya bersedih. Tatapan mata sendu dan bibir tersenyum manis. Entah apa maksudnya, Lisa juga tidak tau kebenarannya.
Pandai pandailah kamu menyikapi hal yang datang di kemudian hari~
Pesan yang selalu diucapkan Liah, tergiang giang selalu dipendengaran Lisa. Gadis itu melamun lama hingga membuat Aldrick bingung, dia menggenggam tangan gadis di depan nya membuat Lisa tersentak kaget.
"Mau kepantai?" Ajak Aldrick membuat Lisa spontan mengangguk.
"Mau!" Semangat Lisa membuat Aldrick terkekeh.
Aldrick menggandeng tangan Lisa, lagi lagi Vino mengumpat dalam hati saat tidak bisa melihat wajah sang gadis karena terhalang oleh badan Aldrick. Vino memutuskan mencari apartemen untuk dihuni sementara. Sementara Aulia, seperti biasa. Hari hari nya akan menjahili Zefann saat keluar bersama. Saat ini Zefann berada di rumah Aulia karena tadi setelah mengantar Aulia dia mampir sebentar.
"Pak, kayaknya kalau bapak pake bandoo ini lucu deh." Kekeh Aulia menunjuk bandoo hello kitty yang ada diruang tamu nya.
"Apa? enak saja. Saya itu pria gentelman!" Tolak Zefann cepat.
"Ye bapak, katanya gantelman. Tapi cuma tantangan gini doang udah lemez." Cibir Aulia membuat Zefann kesal.
"Kamu dari pada ngerjain saya, mendingan kamu buatin saya teh."
Aulia mengerucutkan bibir nya kesal karena hari ini tak berhasil mengerjai Zefann. Gadis itu menggerutu kesal sebelum membuat kan teh untuk Zefann yang sedang bermain dengan si kembar. Aulia mengaduk aduk teh nya kasar karena tak ikhlas membuatkannya. Aulia tersenyum setan melihat obat pencuci perut. Gadis itu meneteskan beberapa tetes obat ke minuman Zefann sambil terkekeh geli.
Mampos lo habis ini kena gue! hihihihi
Aulia nyengir kemudian membawa teh milik Zefann kembali. Dia meletakkan teh hangat di depan Zefann sambil tersenyum manis tak seperti biasanya yang galak dan nyebelin.
"Ini teh nya sudah jadi, saya tinggal bikin bolu dulu ya."
Aulia melotot mendengar ucapan Zefann yang asal ceplos, "Enak aja gue disamain sama gajah betina mau kawin. Yaudah sono pulang." Kesal Aulia membuat Zefann terkekeh dan menarik Aulia hingga jatuh ke pangkuannya.
"Pak jangan gini." Rengek Aulia membuat Zefann gemas.
"Biarkan seperti ini saja sebentar. Atau kamu mau membangunkan adik saya?" Goda Zefan membuat Aulia tak berkutik.
Zefann tersenyum sebelum memeluk tubuh Aulia yang ada dipangkuan nya, Zefann meletakkan kepalanya di pundak Aulia. Sedangkan Aulia hanya diam dan rasa kantuk nya mulai menyerang, dia tertidur dipelukan Zefann. Zefann yang merasakan kalau nafas Aulia teratur pun merenggangkan pelukannya dan menyenderkan kepalanya ke dada bidang nya.
"Kamu cantik walau nyebelin." Ujar nya terkekeh.
_____________________________
Lisa menangis tersedu-sedu melihat hal didepannya menggunakan mata kepala nya sendiri, gadis itu ingin berlari. Namun rasa takut nya lebih besar sehingga dia tak bisa berkutik. Samurai panjang melintas, menembus, menusuk dada orang dengan mata kepalanya sendiri. Bukan itu yang membuat Lisa takut, melainkan pria yang dianggapnya pahlawan itu membuatnya kehilangan kepercayaan nya.
"Hahaha, kamu sudah tau siapa aku sekarang bukan?"
"Kamu jahat, hikss.. apa kamu juga membunuh kedua orang tua ku ha?"
Aldrick tersenyum sinis kemudian mencabut katana yang ada di dada orang yang ia bunuh barusan. Dia mencekal tangan Lisa dan mengarahkan samurai nya itu tepat pada leher Lisa. Lisa memejamkan mata kemudian menghembuskan nafas panjang.
"Lebih baik aku mati sekarang dan akan bertemu kedua orang tua ku."
"Permintaan dikabulkan." Aldrick menyeringai.
Sraaaaanngg..