MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
THALITA BANTU BUNUH?



"Apa!?" Pekik Lisa kaget.


"Ayo kita kesana." Kata Thalita bersemangat.


"Buat apa?" Tanya Lisa mendadak bodoh.


"Thalita pengen nunggang buaya." Kata Thata pelan membuat Thalita melotot.


"Jangan macam-macam Thata, adik mu saja belum keluar rumah sakit." Peringat Lisa membuat Thalita menggembungkan Pipi nya.


"Janji sama Thata kalau nanti kita tinggal di rumah Papa." Kata Thalita memohon.


"Iya mungkin, tapi setelah Om sama Tante menikah." Kata Lisa dingguki Thalita.


Lisa mengemudikan mobil nya menuju mansion utama, katana panjang ia bawa menuju ruang bawah tanah. Para penjaga mansion dan mafioso lain menunduk saat berpapasan dengan Lisa. Thalita dan Lisa berjalan santai menuju ruang bawah tanah.


Lisa mengangguk kepada mafioso dan kemudian pintu besi tua didorong oleh Mafioso. Thalita takjub dengan interior di ruang bawah tanah, dia melihat sekitar dan mendapati ada seseorang yang mati mengering di jeruji besi. Thalita menggelengkan kepala sambil menatap Mama nya.


"Papa jorok Ma, ada boneka menjijikan disini." Kata Thalita pergi menuju ruangan disamping Lisa.


Lisa mengerutkan dahi, "Boneka? anak ini benar-benar bukan manusia." Gerutu Lisa heran dengan kepribadian Thalita.


Lisa dan Thalita kompak masuk menuju ruang eksekusi, Lisa dengan muka dingin nya berjalan mendekati Viona yang nampak sedikit ketakutan dengan Lisa. Lisa berjongkok dan mengisyaratkan jika semua mafioso hanya boleh menonton saja, biar dia dan Thalita yang beraksi, ngomong-ngomong dengan Thalita, gadis itu entah mencari apa, dia berputar-putar mencari sesuatu di sekitar ruangan.


"Selamat malam tanteku yang baik, kita hitung ya? Berapa tahun kita belum bertemu?" Tanya Lisa lembut sambil mencengkram dagu Viona.


"Cih, muka polos lo itu bikin gue eneg." Kata Viona meludah ke samping.


"Wah sombong sekali, nyawamu akan hilang dalam hitungan detik tante sayang." Kata Lisa menghempaskan kepala Viona.


"Jangan mimpi lo bisa ngebunuh gue." Kata Viona dingin yang sebenarnya sudah takut setengah mati.


"Ekhemm.. permisi nona-nona, princess Ariel si ratu mermaid datang untuk membuat sate." Kata Thalita bahagia sambil membawa telenan dan kursi kecil.


Nih anak ganggu dialog gue aja perasaan. ~Kesal Lisa


"Ekhem, kita akan main masak-masakan, mau pesen sate berapa tusuk Ma?" Tanya Thalita membuat Lisa cengo.


Nih anak mau nya apa sih? tadi katanya mau ikut ngebunuh Viona, kok malah ngajak main masak-masakan? Bikin sate lagi? ~Batin Lisa bingung.


"Hei bocah, mau apa lo? Main masak-masakan?" Ejek Viona tertawa iblis.


"Iya tante, minta bumbu kacang atau perasan jeruk nipis dikasih kecap, bawang merah, cabe, tomat, atau apa?" Kata Thalita senang.


"Kenapa? lo mau kasih makan gue pake masakan lo?" Tanya Viona membuat Thalita terkekeh kecil.


"Iya, bumbu kecap aja ya?" Kata Thalita diangguki Viona.


Viona menatap sinis Lisa yang sedang bingung, "Contoh itu anak lo, dia aja mau ngasih makan gue. Kok lo yang sewot." Ejek Viona.


"Diem atau gue bunuh lo sekarang." Ancam Lisa meletakkan katana nya di leher Viona.


"Sabar Ma, dia belum pernah ngerasain rasa sate buatan Thalita." Kata Thalita mengasah pisau lipatnya.


Ingin sekali Lisa memakan hidup-hidup Thalita yang menjengkelkan pada saat-saat tegang seperti ini. Bayangkan saja, disaat emosi seseorang sudah berada di ubun-ubun, terus ada anak kecil yang niatnya mau bantu malah ngajak main masak-masakan, pengen diapain? dibuang? tapi sayang, dibiarin? ngabisin nasi doang. Lisa menggeleng kepala dan pergi mengambil minuman.


Kalau bukan anak sendiri udah gue jual kiloan sama orang jualan bunga 7 rupa biar kerasukan dedemit marjan !!