MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
HARI H



Pagi-pagi sekali, Aldrick masuk ke kamar Lisa. Sesuai tebakkannya jika Lisa masih terlelap di ranjang nya. Aldrick menggelengkan kepalanya kemudian duduk di tepi ranjang untuk membangunkan Lisa.


"Lisa, bangun sayang." Gumam Aldrick menepuk-nepuk pipi Lisa.


"Apa sih Kak, masih ngantuk ini." Balas Lisa tanpa membuka mata.


"Katanya mau nikah, ntar babang Aldrick dibawa orang loh." Canda Aldrick membuat Lisa bangun dengan kesal.


"Jangan macam-macam!" Ketus Lisa.


Aldrick terkekeh kecil, "Mangkanya bangun, abis itu kamu mandi, sarapan, terus dirias." Ujar Aldrick diangguki Lisa.


Dengan muka bantal, Lisa masuk ke kamar mandi. Dia menyalakan air hangat dan berendam di bathup agar rasa pegal terlalu lama tidur hilang. Hanya butuh beberapa menit saja, Lisa kembali dengan menggunakan jubah mandi duduk di tepian ranjang.


Aldrick yang masuk tanpa ketok pintu pun meneguk susah payah salivanya yang melihat pemandangan seperti ini di pagi hari. Lisa yang menyadari itu langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


"Sarapan saya su.. suapin." Gagap Aldrick membuat Lisa tertawa.


"Iya,"


Aldrick mendekat sambil membawa nampan berisi makanan kesukaan Lisa, yaitu aneka sambal. Lisa sangat antusias saat makanan tersebut masuk ke mulutnya, tapi dia kecewa karena sambal nya tak sepedas yang ia bayangkan.


"Saya mau tanya sama kamu." Aldrick membuka pembicaraan sambil menyuapi Lisa.


"Tanya apa?"


"Apapun yang terjadi, saya tidak mau kehilangan kamu Lisa." Jujur Aldrick.


"Hehehe, emang saya mau kemana sih Kak?" Gurau Lisa membuat Aldrick tersenyum.


"Nggak bakal kemana-mana selain keluar dengan saya. Oke?" Aldrick menyodorkan jari kelingkingnya.


"Oke!" Balas Lisa menyambut kelingking Aldrick.


Setelah selesai makan, dua orang wanita masuk kekamar Lisa sambil membawa perlengkapan merias. Lisa mengangguk dan duduk di kursi, dua orang wanita tersebut langsung mendandani Lisa dengan cekatan. 2 Jam berlalu, wajah Lisa sudah berbeda dari aslinya karena Lisa tak pernah memakai make up sebelum nya.


"Aih, cantik banget." Gumamnya dengan centil.


"Ini juga karena riasan mbak," Puji Lisa.


"Eke riasnya cuma dikit, kamu saja yang cantik." Lisa terkejut saat mendengar suara laki yang keluar dari bibir wanita tersebut.


"Aeh? Bukan wanita?" Tanya Lisa spontan membuat salah satu perias tersebut tertawa.


"Hahaha, dia punya batang." Ujar wanita tersebut.


"Eke punya batang, you juga suka." Ketus orang tersebut membuat Lisa makin tertawa.


Tok ... tok .. tok ..


Pintu diketuk tiga kali dan terbuka, Lisa dan dua orang tersebut langsung menoleh dan mendapati Aulia datang bersama Zefann sambil menggendong si kembar yang sudah belajar duduk. Zefann tercengang melihat Lisa yang nampak cantik.


"Sudah selesai?" Tanya Aulia diangguki keduanya.


"Ayo, pengantin pria sudah menunggu kakak ipar yang cantik." Goda Zefann membuat Lisa tersenyum.


Lisa digandeng Aulia dan Zefann dari kamar hotel menuju pantai di depan hotel tersebut. Karpet merah panjang, dilintasi Lisa dengan anggun. Tamu undangan yang hadir langsung mengarahkan pandangan nya ke Lisa membuat Aldrick mendengus kesal. Aldrick juga terpesona karena kecantikan Lisa. Aldrick mengulurkan tangannya agar Lisa menyambutnya dengan anggun.


"Cantik sekali." Puji Aldrick yang hanya dibalas senyuman oleh Lisa.


Lisa membawa sebucket bunga besar digenggamannya, dia dan Aldrick berdiri di depan satu pria yang akan meresmikan ritual janji suci yang akan ia buat dengan Lisa. Keduanya mengucapkan janji suci dan sah menjadi suami istri bagi negara dan agama. Aneh? memang, jika bertanya mengapa Lisa seperti itu? Semua tak ada yang tau. Lisa dan Aulia berbeda keyakinan dengan kedua orang tuanya. Dia satu keyakinan dengan Aldrick, jadi tidak ada hambatan saat ritual pernikahan. Aldrick mencium dahi Lisa lembut.


"Tetaplah bersamaku my wife, walau rintangan ada, dan banyak yang ingin memecah pernikahan kita. Berjanjilah pada saya kalau kita akan melaluinya bersama." Ujar Aldrick sambil tersenyum.


"Aku akan berjanji, sehidup semati, menua bersama hingga akhir nanti bersama mu, bersama anak anak kita kelak, dan menjadi keluarga yang harmonis." Balas Lisa langsung memeluk tubuh Aldrick.


"Hoii.. bunga nya lempar!" Pekik Aulia sedikit keras membuat para tamu menoleh kearahnya dan Zefann yang mebungkam mulut Aulia.


"Hihihihi.. maap, kelepasan bang." Ujar Aulia nyengir.


Lisa dan Aldrick saling pandang kemudian tersenyum, ia langsung berbalik badan membelakangi para tamu yang berdiri menunggu kemana jatuhnya bunga tersebut. Lisa dan Aldrick memegang bunga tersebut dan melemparnya kebelakang. Bunga tersebut jatuh tepat di Zefann. Zefann tersenyum dan memberikan bunga nya ke Aulia.


"Loh, kok dikasih kan saya pak?" Tanya Aulia bingung.


"Itu huat kamu biar gak kelihatan jomblo." Ejek Zefann membuat Aulia kesal.


"Jomblo jomblo gini, bapak kalau dikasih juga mau. Ngaku kagak?" Selidik Aulia membuat Zefann tertawa.


"Barang berkualitas siapa pun tak menolak Lia." Balas Zefann tertawa.


Semoga diberkati! ~Shysy Lisa Anneth.






Maaf jika ada typo ya, Author minta maaf jika banyak pembaca yang kecewa😁