MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
DRAMA THALITA



Aldrick menarik Thalita ke gendongannya, dia menepuk-nepuk pipi gadis kecil itu agar sadar. Aulia menggenggam tangan Thalita dan mengusapnya perlahan, tubuh Thalita kembali mendapatkan kesadarannya. Dia menatap dingin Aldrick tanda jika dia benar Thalita, bukan Liah.


"Jangan membuatku khawatir." Lirih Aldrick membuat Thalita bingung.


"Sudahlah, cepat berikan aku pistol kedap suara dan beberapa pisau lipat." Dingin Thalita membuat Aldrick menghela nafas.


"Berjanjilah pada Papa jika setelah ini Thata tidak akan bermain-main dengan ini semua." Kata Aldrick membuat Thalita merotasikan mata malas.


Thalita mengganti bajunya dengan baju santai, dia meletakkan Chip nya di telinga dan menutupinya dengan rambut panjang yang ia gerai dengan indah. Dia tersenyum dan menghampiri Mamanya yang meneteskan air mata. Thalita memeluk Lisa dari belakang membuat wanita itu terkejut.


"Mama tidak perlu khawatir, Thata berjanji akan membawa kembali Galaksi dan Selatan besok malam." Kata Thalita yakin yang hanya diangguki pasrah Lisa.


"Mama tidak mau jika Thata pulang dengan luka, Thata harus kembali dengan keadaan sehat dan utuh." Kata Lisa diangguki Thalita.


"Thata pamit, do'a kan Thalita." Lirihnya mencium pipi Lisa.


Thalita keluar dari kamar Mamanya dan berjalan menuju mobil Papa angkat nya, dia duduk disamping Aulia, dia memeluk tubuh Aulia dan Sabitha adik kembarnya. Thalita tidak membiarkan Sabitha ikut karena bela diri Sabitha tidak begitu kuat. Dia menghela nafas sebelum meletakkan pisau lipat di sela sepatunya.


"Thata akan bergerak besok, kalian tunggu dibelakang mansion, kalau Galaksi dan Selatan sudah keluar, kalian tembak semua orang yang ada disana." Kata Thalita yakin.


"Lalu bagaimana kamu akan kabur?" Tanya Sabitha.


"Aku akan menghabisi wanita iblis itu terlebih dahulu." Dingin Thalita mengeratkan rahangnya.


"Hati-hati." Kata Sabitha.


"Papa stop!" Pekik Thalita kencang membuat Aldrick refleks menginjak rem.


Cekitttttttttt...


Tunggu dulu, dia memanggil ku apa tadi? Papa? ~Batin Aldrick senang.


"Ada apa Thata?" Tanya Zefann.


"Thata berhenti disini, perbatasan depan pasti banyak yang menjaga, dan lihat dipojok pohon jati itu? ada satu CCTV yang mengarah ke jalan mansion." Kata Thalita menunjuk pohon jati.


Thalita menggeser tubuhnya hendak membuka pintu, Aulia mencegah Thalita kemudian menyatukan kening nya dan kening Thalita. Gadis kecil itu menggeleng sedikit saat ada beberapa memori masuk kedalam pikiran nya. Aulia melepaskan pegangannya dan menatap manik mata dalam Thalita.


"Panggil namaku 3 kali, aku akan mengawasimu dari jauh." Kata Aulia diangguki Thalita.


Chup. Chup. Chup.


Tiga kecupan beruntun ia dapatkan dari Aldrick, Zefann dan Sabitha. Dia hanya bisa tersenyum dan langsung membuka pintu. Dia melambaikan tangan sambil melihat kepergian mobil Aldrick yang perlahan menghilang. Gadis itu berjalan santai di kegelapan malam, suasana dingin dan mencekam ia rasakan. Ia merasakan ada kehadiran jin dan bangsanya di sekitar ia berdiri.


"Gara-gara wanita iblis itu, aku harus mengalami masa sulit seperti ini!" Rutu Thalita menghentakkan kakinya.


Didepan ada CCTV, bisa dipastikan jika orang suruhan wanita itu sedang memantauku sekarang. Okeh, tinggal menjalankan aksi berpura-puraku! ~Batin Thalita sabar.


"Mama Lisa!! Tante Aulia!! Mama dimana? Thalita takut hiks.." Tangis Thalita saat sampai di depan CCTV.


"Mama, tolongin Thalita. Thalita takut!!" Tangis Thalita makin kencang.


Huftt.. kalau ini gak berhasil, aku harus drama lagi di mansion. ~Kesal Thalita.








Maaf up nya kemaleman, author dapet kejutan kecil tadi, ada drama kejar-kejaran pake lemparan tepung, air sama telur. Jadi lama dan mandi dulu, baru selesai jam 11 ahahah.. maaf telat, up besok jam pagi aja ya😁🙏