MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
MENEMUKAN SAUDARA



Thalita dalam hati sangat sebal saat para penjaga Viona sangat bodoh. Dia berfikir jika dia menyebut nama Lisa, para penjaga akan membawanya masuk ke mansion, Thalita mengusap air mata palsunya dan memasang wajah takut serta kedinginan, dia berjalan menuju mansion dan mendapati banyak penjaga yang bersembunyi di balik pohon membawa senapan jarak jauh. Dia berjalan menuju halaman dan berdiri di depan salah satu penjaga. Dia meringkuk ketakutan sambil menangis membuat penjaga tersebut menyembunyikan senjatanya dan berjongkok menyamakan tingginya dengan Thalita.


"Hei bocah, kenapa kamu kesini?" Tanya mafioso itu makin membuat Thalita senang.


"Ak.. Aku mencari Mama Lisa, aku tersesat disini!" Kata Thalita sambil menangis.


"Siapa tadi? Lisa? Lisa siapa maksud kamu?" Tanya Penjaga tersebut mulai terpancing.


"Shysy Lisa Anneth." Kata Thalita menyeka air matanya perlahan.


"Mama mu ada didalam, sekarang kamu masuklah." Kata penjaga tersebut berbohong sesuai permintaan Viona.


Ahahaha.. bodoh, tapi gak apa lah, yang penting Thata bisa masuk ~Batin Thalita senang.


Thalita masuk dengan langkah pelan, dia menoleh kanan dan kiri mencoba menghitung orang bersenjata yang ada dirumah itu, Thalita menghela nafas pelan saat mengetahui orang bersenjata yang ada didalam berjumlah kurang lebih 50 orang.


Susah!! Wanita iblisss, aku berjanji saat aku mendapatkanmu, ku pastikan akan ku cincang ginjalmu! ~Kesal Thalita dalam hati.


Thalita digiring menuju ruangan besar dengan sapuan cat warna putih bagian luarnya. Dia masuk bersama mafioso tadi untuk menemui seseorang wanita yang sedang duduk membelakanginya. Mafioso berbisik pada wanita itu lalu pergi.


Drama ketiga akan dimulai ~Batin Thalita menyeringai.


"Mama.. apa itu Mama?" Panggil Thalita lirih sambil terisak.


Wanita itu berbalik, "Wah, ada yang datang lagi ternyata. Kali ini kau akan menyerahkan nyawamu sendiri ha?" Tanya Viona menyeringai.


Cih, sombong sekali! ~Kata Thalita mendesis tak suka.


"Tan.. te siapa? Ap.. apa maksud tante menyerahkan nyawaku?" Tanya Thalita terbata.


"Hahaha, dasar gadis bodoh. Kamu anak dari Lisa bukan? Mama mu telah mati ditanganku, dan sekarang kamu dan kedua adik kembarmu!" Kata Viona tertawa iblis.


"Diam lah, jangan menangis atau aku akan membunuhmu!" Dingin Viona menghempaskan tubuh Thalita hingga terhuyung kebelakang.


Sabar Thata, sabar.. demi Mama dan Galaksi, dengan Selatan. ~Batin Thalita.


Thalita hanya diam menangis dalam diam, Viona menyeretnya keluar ruangan dan menghempaskan tubuh Thalita disalah satu ruangan sempit dan kotor, dulu ruangan itu adalah ruangan Elang meletakkan berkas berkas perusahaannya. Thalita menangis saat melihat wajah pucat Selatan yang lemas, disampingnya ada Galaksi yang menatap nya sendu. Thalita menggeleng untuk meminta kedua saudaranya diam. Viona menyeringai dan mendorong tubuh Thalita.


"Auhhh.." Ringis Thalita memegangi tangannya.


"Ahahaha.. selamat tinggal bocah ingusan!" Ejek Viona menutup rapat pintunya dan menguncinya dari luar.


Thalita mengubah wajahnya dari sedih menjadi kesal, dia mengusap air mata nya dan menatap saudara kembarnya. Thalita memeluk Galaksi dan Selatan erat, dia menumpahkan tangis bahagia nya saat menemukan saudaranya.


"Hikss.. kalian tidak apa-apa kan?" Tanya Thalita sesenggukan.


"Kita gak apa, kenapa kamu kemari? Ini bahaya." Kata Galaksi pelan sedangkan Selatan hanya bisa diam.


"Aku harus membawa kalian pulang." Lirih Thalita.


"Tidak, biarkan kami tiada disini. Kamu pergilah dari sini, dan tinggalkan kita. Tak ada gunanya kami hidup." Kata Selatan lemah membuat Thalita emosi.


"Jaga bicaramu Selatan, lalu apa gunanya aku datang kemari jika kamu pasrah dengan keadaan ha? Mama dan Papa menangisimu setiap malam, dan kalian? Hanya ingin pasrah dan membusuk disini?" Kata Thalita emosi namun berbisik agar Viona tidak mendengarnya.


"Papa? Bukannya Papa sudah tiada? Apa maksudmu?" Tanya Selatan berusaha duduk.


"Papa kalian belum meninggal, selama ini, Mama kabur dari rumah saat mengetahui Papa kalian yang membunuh orang tua ku." Kata Thalita lirih membuat Selatan dan Galaksi terkejut.


Greebbb


Galaksi dan Selatan memeluk tubuh Thalita erat, Thalita menangis dalam diam saat mengingat kenyataan bahwa orang tuanya sudah meninggal saat ia masih kecil. Thalita merasakan suhu badan Selatan terasa panas, gadis itu mengeluarkan 4 roti dan satu obat penurun panas.