
Qi Wo Jione menoleh dan tersenyum manis kearah Zeikoo Fonata, membuat Zeikoo bingung dengan jalan pikiran istrinya tersebut.
"Kau pasti sudah tau alasannya sayang, bukan kah kau menyutujui hubungan Hawasaki dengan Yakuza?" Ujar Qi Wo Jione membuat Zaikoo menatapnya tajam.
"Sebaliknya, aku tau Mauren dan Morfen bukan gadis biasa. Mereka dari kecil sudah dilatih latihan keras dan menjadi pribadi yang mandiri. Tapi, apa kau memikirkan kebahagiaan putra mu?" Zaikoo menghela nafas panjang karena pikiran Qi Wo Jione yang sulit ia tebak.
Qi Wo Jione tersenyum kecut mendengar ucapan suaminya yang masih belum memahami apa yang ia pikirkan, menikah selama 30 tahun ini tetap saja Zaikoo tak pernah paham akan kode keras nya.
"Apa pernikahan selama 30 tahun ini masih tidak membuatmu paham akan karakterku Zae?" Ujar Qi Wo Jione menatap nanar Zaikoo.
Zaikoo mengerutkan dahi melihat mata Qi Wo Jione yang berlinangan air mata, Qi Wo Jione berlari masuk kedalam mansion meninggalkan Zaikoo yang masih tak bergeming dari tempatnya.
"Astaga, benar juga apa yang Jione katakan."
"Apa aku salah? mana aku tau perasaan wanita jika selama ini yang aku hadapi adalah katana, pistol, dan teman temannya." Keluh Zaikoo masuk kedalam mansion.
_____________________________
Aldrick merendam tubuhnya di kolam renang yang ada di kamarnya. Dia memejamkan kedua matanya ingin menghapus ingatannya dari gadis bernama Shysy Lisa Anneth dan kedua bayi nya. Aldrick beberapa kali memukul ringan kepala nya yang tak bisa melupakan senyuman manis Lisa.
"Gadis sialan, mengapa dia selalu ada dipikiranku!"
Sahutan dari belakang membuat Aldrick makin frustasi, dia tidak mungkin bisa membuka hatinya secepat itu. Bahkan dia tak pernah merasakan jatuh hati pada seorang gadis, hati nya sudah beku dan tidak dapat melelehkannya dengan cepat. Namun, semacam asam fulfat, Lisa menghancurkan hati beku yang menutupi hati lembut milik Aldrick.
"Sudah ku bilang kan Zefann, aku hanya ingin membalas perbuatanku. Bukan untuk mencintainya paham?"
Zefann terkekeh kecil, "Kurasa tidak, disaat pikiranmu berkecamuk memikirkan dia, disaat jantung mu bedebar tak beraturan saat didekat nya, disaat hatimu menghangat melihat sikapnya. Kurasa kau benar benar menyukainya." Ujar Zefann menyombongkan ucapannya.
"Kau lebih mirip orang tua bau tanah yang menasehati cucu nya bung." Cibir kesal Aldrick.
"Terserah dasar hati es!" Kesal Zefann meninggalkan Aldrick dengan kesal.
_____________________________
Dilain tempat pula, Viona mengeluarkan darah dari hidunnya saat ia masuk ke ruangan meditasi milik Aulia. Disana boneka boneka Aulia memang tak bergerak, tapi saat melihat mata para boneka tersebut membuat tubuh Viona lemas dan mengeluarkan darah segar.
"Boneka hantu siaalan, apa yang kau lakukan padaku. Akan ku bakar kalian semua!!" Teriak Viona seperti orang gila.
Dua buah boneka bergerak, kepala boneka tersebut yang semula tegap menjadi miring. Menekin semacam leak bali terlihat menyeramkan, tiba-tiba taringnya mengeluarkan darah bersamaan dengan keluarnya darah dari bahu Viona semacam bekas cakaran. Viona berteriak kemudian keluar dari kamar meditasi tersebut. Di rumah Lisa, Aulia yang sedang duduk dikamarnya sambil memeluk Lilulu pun tertawa terbahak bahak akan kelakuan sahabat hantunya.
"Berani juga nyali lo tante. Satu jam saja lo disana gue pastikan lo mati kehabisan darah." Sinis Aulia memeluk Lilulu erat