MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
MENGETAHUI KEBENARAN



Aldrick berangkat ke kamar mandi dengan semangat, ia terlalu sayang dengan istrinya tersebut. Dari awal dasar kasihan namun lambat laun perasaan tersebut datang hati Aldrick. Beberapa saat kemudian, Aldrick keluar dengan hanya melilitkan handuk di tubuh bagian bawahnya, Lisa menunduk kemudian menggulungkan selimut ke tubuh polosnya untuk ke kamar mandi.


"Hahaha, gak usah ditutup juga kali. Saya udah tau luar dalem nya juga." Goda Aldrick membuat Lisa kesal.


"Awas aja kalau ngeledekin lagi, nanti malam sampe seminggu puasa!" Ketus Lisa masuk kemar mandi.


Aldrick menggelengkan kepala sambil tersenyum, ia memakai bajunya segera sambil tersenyum ke cermin dimana ada pantulan wajah tampannya disana. Suara ketukan dari luar membuat Aldrick keluar kamar dengan segera, ia bingung saat mendapati Papa nya ada disana.


"Papa? Ngapain?" Tanya Aldrick.


"Ikut Papa sekarang." Ujar Zickoo.


_________________________


Lisa keluar kamar mandi, lengkap dengan bajunya. Dia menyisir rambut panjangnya kebelakang sebelum menguncir kuda pada rambutnya. Dia memoles sedikit make up ke wajahnya agar terlihat lebih cantik dari biasanya. Lisa keluar dan menuju kamar si kembar sejenak.


"Anak Mama udah bangun ya?" Canda Lisa membuat dua bayi tersebut tertawa.


"Mereka sangat pintar nona." Ujar sang pengasuh.


"Terimakasih, tolong letakkan kembar di kamar saya ya.. saya akan buatkan mereka susu sejenak." Pinta Lisa diangguki semuanya.


Lisa turun dari kamar atas, entah mengapa perasaannya saat ini sedang tak enak. Dia menepis pikiran negatif yang hadir di pikirannya. Lisa langsung ke dapur dan membuatkan dua botol susu, setelah jadi ia membawa botol tersebut kembali. Lisa saat ini melewati gudang belakang rumah yang tak pernah ia lewati, entah mengapa feelingnya mengatakan jika akan ada yang terjadi setelah ini. Lisa mendengar suara pelan, ya itu suara Aldrick dan Zickoo yang sedang berbicara. Suara gaduh orang kesakitan pun terdengar membuat Lisa penasaran.


"Hah!?" Lisa terkejut sambil menutupi mulutnya yang menganga.


"Ap .. apa ini?" Lirih Lisa bersembunyi di balik tembok.


Aldrick membawa pistol di tangan kirinya dan katana di tangan kanannya. Beberapa saat kemudian Aldrick menebas kepala orang tersebut cepat. Lisa yang melihat semua itu terkejut dan menangis, perutnya mual melihat hal tersebut di depan matanya. Aldrick membuang katana nya asal kemudian menatap Papanya yang menatapnya datar. Lisa yang akan pergi dari sana pun tidak jadi dan memilih mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut.


"Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi?" Ujar Zickoo datar.


"Hemm, berarti benar jika kamu menikahi Lisa lantaran kamu ingin membalas jasa karena kamu membunuh kedua orang tuanya?" Aldrick mengangguk sebagai jawaban membuat hati Lisa sakit.


Prakkk..


Botol susu yang dibawa Lisa jatuh ke lantai, Aldrick dan Zickoo menoleh bersamaan dan terkejut saat Lisa menatap sendu Aldrick saat ini. Aldrick langsung berjalan mendekati Lisa namun gadis itu dengan cepat menolak hal tersebut.


"Berhenti disana! Hiksss." Ujar Lisa sesenggukan.


"Lisa..." Lirih Aldrick.


"Hiksss.. apa semua itu benar ha?" Tanya Lisa emosi sambil menangis.


"I.. Ini bukan seperti yang kamu lihat Lisa, ini-


"Diam! Apa kamu yang bunuh orang tua aku?! Jawabbbb!! Aku benci kamu! Hikss." Teriak Lisa memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Kamu mafia! kamu pembunuh! kamu orang jahat yang gak punya hati membunuh seseorang sesukanya. Mau kamu apa ha? Hikss.. mau balas dendam dengan menikahiku? Jawab Aldrick jawab!!" Teriak Lisa.


"....." Aldrick hanya diam menerima kemarahan Lisa.


"Hikss.. apa kamu belum puas melihat aku menderita dengan kepergian keluarga ku? apa belum puas kamu tarik ulur perasaanku? Kamu jahat Aldrick, aku minta sekarang juga kamu ceraikan aku."


"Shit!!" Aldrick benar benar emosi saat Lisa memintanya bercerai saat ini.


Aldrick menarik pergelangan tangan Lisa dengan erat sambil menampilkan wajah dingin nya. Ia membawa Lisa ke kamarnya, Lisa memberontak namun tenaga Aldrick jauh lebih besar darinya. Aldrick menghempaskan tangan Lisa saat sudah berada di kamar. Pria itu mengunci pintunya dan menatap tajam kearah Lisa.


Plakk!!