MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
NENG KUNTHI AND BANG PO?



Hari hari berlalu, semua dilakukan sesuai skenario yang dibuat, akhir akhir ini Aldrick dan Zefann sering mendekati Lisa atau pun Aulia. Yosa dan Fisca sedikit curiga dengan hubungan mereka. Aulia pun menjadi kesal sendiri karena Zefann selalu menguntit dirinya saat selesai pulang sekolah karena waktu Zefann mengajar di SMA Dharma Bangsa telah usai. Sedangkan Lisa dan Aldrick, hubungan mereka kian membaik. Keduanya sangat dekat walau dihati Aldrick masih tetap dengan dasar menebus kesalahan yah digaris bawahi 25% ia memiliki rasa dari Lisa.


"Pak, ngapain sih ngikutin saya mulu?" Ketus Aulia yang berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya diaspal.


"Saya tidak mengikuti kamu, saya cuma menawarkan kalau kamu pulang dengan saya." Kilah Zefann membuat Aulia kesal.


"Saya gak mau!" Ketus Aulia lagi membuat Fisca menyenggol lengan Aulia.


"Udah, lo bareng pak Zefann aja kan lumayan gak lama nunggu Kak Lisa." Ujar Fisca membuat Aulia cemberut.


"Yakali gue ninggalin lo." Rengek Aulia membuat Fisca menggelengkan kepala.


"Supir gue abis ini dateng." Ujar Fisca menengok jam tangannya.


"Gue ga-


Tin Tin Tin


Suara klakson mobil membuat mereka semua menoleh, Aulia kesal saat mobil jemputan milik Fisca datang. Fisca melambaikan tangannya sambil tersenyum juga memberikan 2 jempol untuk Zefann yang tersenyum penuh kemenangan kearah Aulia yang kesal. Aulia dengan muka dongkol berjalan menjauhi Zefann membuat Zefann mengikuti Aulia menggunakan sepeda motornya.


"Ayo naik!"


"Saya gak mau!"


"Nanti kalau kamu dihadang sama kuntalanak gimana, atau picong? atau apalah."


Aulia terkekeh saat mendengar ucapan Zefann yang berusaha mengingat nama dedemit dan bangsanya. Dia menyebutkannya dengan sedikit kesalahan membuat Aulia tak tahan untuk menahan tawanya. Zefann lupa jika menakuti Aulia dengan setan bukannya Aulia yang takut melainkan dirinya, sebab Aulia gadis indigo yang sangat sering bahkan setiap hari melihat penampakan tersebut didepan gedung tua bekas pabrik disamping hutan (Bekas Mafia Black Lion)


"Kalau saya ketemu juga, saya bakal ajak mereka main uno." Jawab asal Aulia membuat Zefann bergedik ngeri.


"Beneran gak mau bareng saya? Nanti kalau diculik terus diapa apain gimana?" Ujar Zefann membuat bulu kuduk Aulia berdiri.


Aulia langsung memberhentikan jalannya kemudian langsung duduk dibelakang Zefann membuat sang pengemudi tersenyum senang, Aulia meletakkan tas nya ditengah agar tidak terlalu dekat dengan Zefann. Dia memilih untuk berpegangan di jok sepeda dari pada merangkul Zefann.


"Pak, memang dinegara Bapak ada Neng Kunti sama Bang Po?" Tanya Aulia nyeleneh membuat Zefann bingung.


"Neng kunti sama bang po? Makanan apa itu?" Tanya Zefann polos membuat Aulia tertawa renyah.


"Hahaha.. oh astaga, Maksud Aulia itu Kuntilanak dan Pocong. Apa disana ada?" Tanya Aulia antusias.


"Oh itu, saya tidak tau. Kalau kamu ingin tau, ikut saja dengan saya kembali ke negara saya dengan status yang jelas." Ujar Zefann enteng.


"Jangan aneh aneh deh, saya masih sekolah. Lagian bapak udah tua, umurnya juga jauh sama saya." Kesal Aulia memeluk tasnya membuat Zefann ikut kesal.


"Mana ada tua, umur saya baru 23 tahun ya? Dan kamu 17 tahun. Kita cuma keterpautan 6 tahun, dan saya masih muda." Bantah Zefann membuat Aulia jengah.


"Ya ya ya.. udah anterin saya pulang kalau gak mau kena amukan gajah betina." Rengek Aulia dibalas deheman oleh Zefann.


"Hmm."


"Aisshhh sombong amat:v"


____________________________


Di negara tetangga, Zaikoo sedang berbicara dengan anak kandung beda ibu dari Zefann dan Aldrick. Dia bernama Alvino Fonata. Pria tampan yang berusia 25 tahun, sama seperti umur Aldrick. Ia anak dari Zaikoo dan Kaminghye. Pemimpin Hawasaki ini memang memiliki 3 istri, istri ketiganya (Heyona) ibu dari Zefann meninggal karena penyakit jantung. Sedangkan istri yang kedua (Kaminghye) pergi entah kemana. Jadilah hanya tersisa istri pertama (Jione) di mansion Hawasaki ini.


"Kenapa harus aku? mata mata milik Papa bukannya lebih dari 100 orang?" Ujar Vino memincingkan matanya.


Zaikoo menyesap teh hijau nya perlahan, dia menatap anak kedua nya tersebut dengan tatapan yanh sulit di tebak. "Mereka semua mati ditangan saudaramu (Zefann dan Aldrick)." Jawab singkat Zaikoo.


"Lalu, kau ingin mereka membunuhku juga?" Tanya Vino tak percaya.


"Mereka tak akan melukai saudaranya sendiri." Jawab Zaikoo menyerahkan paspor Vino yang ia sita.


Vino mengambil paspor tersebut dengan kesal, ia menggerutu dalam hati dengan calon kakak ipar yang membuat Aldrick membantah ucapan kedua orang tuanya.


"Secantik apa cewek yang disukai Aldrick? Kalau jelek bakal aku bunuh." Kesal Vino mengepak baju nya.








Haloo jumpa lagi dengan Author Dev♥ UwU. Bagi kalian yang dalam hati bertanya tanya "Ini cerita tentang mafia gak sih? Kok ceritanya melenceng kemana mana?" Maka akan ku jawab.. Nah ini memang cerita tentang mafia ya, tapi bagi yang sudah baca semua novel ku. Novelku punya slow alur, jadi ini dalam masa pendekatan dulu, kalau tuh semua udah terikat janji suci (nikah) cerita inti mulai masuk nih... semua tentang pertumpahan darah author tulis Muehehehew.. Author lebay yak? Bodo amat lah😆😆. Thank you yang udah setia baca😊😊