MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
SIAPA PAPANYA?



Aldrick terkekeh saat menyadari pertanyaan nya sangat tak berbobot dan membuat Lisa kesal. Tanpa ia sadari, rasa emosinya terhadap Mama nya seketika hilang saat bertemu Lisa dan anak kembarnya. Lisa yang semula menatap tajam Aldrick pun menatap bingung anak kembarnya yang tiba-tiba menangis. Lisa menggendong Thalita dan mendekapnya.


"Aduh, anak Bunda kenapa nangis. Laper hmm?" Ujar Lisa lucu membuat Aldrick tersenyum.


Lisa menjadi kalang kabut saat Sabitha ikut menangis histeris dan menatap Aldrick seolah memintanya untuk menggendongnya. Aldrick tersenyum kemudian mengambil Sabitha dari kereta dorongnya dan mendekapnya.


"Mereka sangat cantik," Gumam Aldrick menciumi pipi Sabitha membuat Lisa kesal.


"Pak itu anak saya, jangan diapa apain. Kalau lecet akan saya bunuh kamu!"


Ancam Lisa membuat Aldrick tersenyum kecut. Lagi lagi Lisa mengingatkan nya tentang pembunuhan yang ia lakukan. Aldrick tak menanggapi ucapan Lisa, dia masih sibuk dengan anak yang ada digendongannya yang nampak anteng dan nyaman di dalam dekapannya. Lisa tanpa sadar tersenyum memandangi Aldrick yang seperti hot Dady.


Ya tuhan, mengapa pria didepan ku menggoda iman para wanita tuhan!!


"Siapa nama anak perempuan ini?" Tanya Aldrick membuyarkan lamunan indah Lisa.


"Sabitha Anneth dan yang ini Thalita Anneth." Jawabnya singkat.


"Kalau boleh tau, siapa Papanya?" Tanya Aldrick memancing ucapan Lisa.


"Kamu Papanya!" Jawab Lisa sambil tersenyum membuat Aldrick tersenyum dan menaikan sebelah alis.


Lisa mengerutuki kebodohannya kemudian tersenyum kikuk kearah Aldrick yang menatap nya dengan menggoda.


"Mak.. maksud saya. Saya tidak ingin membahas ini Pak Aldrick!" Elak Lisa membuat Aldrick mengangguk.


Dia menoleh kearah harimau yang sedang menatapnya tajam, Aldrick menatap bingung Lisa yang asyik mengelus kepala Harimau itu dari luar kandang jeruji. Keakraban mereka seperti saudara sendiri membuat Aldrick heran.


"Kamu sering kesini?" Tanya Aldrick penasaran.


"Jarang sih, kenapa emang pak?" Tanya Lisa.


"Ini harimau Oma saya yang baru meninggal tadi. Beliau menitipkan hewan ini ke Zoo ini agar suatu saat ia pergi mereka tidak akan mengamuk."


"Sepertinya mereka juga merasakan kesedihan seperti kehilangan induknya saat pembantaian, buktinya tadi saya ditelpon kalau Aivin mengamuk dan mencakar pawang disini!" Jelas Lisa meneteskan air mata membuat Aldrick makin tersiksa batin nya.


Aldrick tersenyum kecut, dia menghapus air mata Lisa dengan tangan kanan nya membuat Lisa terkejut dan menepis tangan Aldrick kasar.


Gadis ini akan membuat ku gila kalau ia selalu mengingatkan ku tentang pembunuhan itu!


Aldrick mengajak Lisa ke restaurant terdekat dari tempat tujuan dengan berjalan kaki sambil mendorong kereta masing masing satu. Lisa tak mempermasalahkan Aldrick saat mendekati anaknya. Dan bahkan anaknya juga tidak terganggu saat Aldrick menciumi pipinya gemas.


Aldrick dan Lisa duduk di kursi pojok, satu satunya kursi yang tersisa disana. Waiter datang dengan senyuman yang merekah dan memberikan buku menu.


"Kalian pasangan yang serasi, bahkan dikaruniai anak yang cantik cantik." Celetuknya membuat Lisa membelalakan mata.


"Terimakasih, doakan saja semoga kita tatap langgang." Ujar Aldrick agak belepotan membuat Waiter dan Lisa tertawa.


"Lemontea satu, nasi goreng seafood nya 2 dan jus lemon satu. Sudah itu saja?" Tanya Waiter mengulang pesanan membuat mereka mengangguk bersamaan.


Lisa menatap tajam Aldrick yang saat ini tersenyum manis kearahnya.


"Kenapa bapak bertanya seperti itu?" Sinis Lisa.


"Tanya apa?" Ujar Aldrick pura pura bodoh.


"Jangan berpura pura bodoh Pak." Kesal Lisa sambil membuatkan susu untuk kedua anaknya.


"Memangnya kamu nggak mau nikah sama saya?" Pertanyaan itu membuat Lisa terkejut dan hampir menumpahkan susu yang akan ia tutup.


"What??"