MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
ON THE WAY



Lisa sedari tadi mondar mandir di depan pintu gerbang kampus menunggu Yosa, gadis ini menggigit bibir bawahnya karena bingung saat menjelaskan semuanya kepada Yosa, bagaimana pun juga, Yosa adalah sahabat terbaiknya. Mobil warna serba hitam berhenti didepan Lisa, Yosa turun sambil menggunakan kacamata hitam.


"Lo hutang penjelasan sama gue." Datar Yosa membuat Lisa terkejut.


"Lo udah tau?" Yosa mengangguk sebagai jawaban.


"Iya gue ceritain." Ujar Lisa langsung menggandeng tangan Yosa menuju taman.


Lisa melepaskan genggaman tangannya dari Yosa saat sudah di taman yang sangat sunyi tak berpenghuni. Yosa mengangkat sebelah alis agar Lisa cepat mengatakan maksud nya. Lisa menghela nafas panjang sejenak sebelum menatap manik mata tajam didepannya dengan seksama.


"Gue bakal nikah sama Pak Aldrick." Ujar Lisa setelah lama hening.


"Lalu?" Tanya Yosa acuh.


"Gue gak bisa kasih alasan yang jelas sama lo, ini menyangkut masa depan kedua adik gue Sa, gue harap lo ngerti. Dan," Lisa menjeda sebentar pelafalannya.


"Dan gue bakal nikah sama orang yang gue sukai besok." Mata Yosa membulat sempurnya mendengar ucapan Lisa.


"Besok? Gak salah?" Pekik Yosa keras.


"Iya, dan acaranya bakal di adain di negara asalnya." Balas Lisa membuat Yosa kesal.


"Gue gak bakal di izinin buat kesana Lis, gue cuma mau ngasih do'a aja. Semoga lo bahagia sama pilihan lo, dan rumah tangga lo tetap langgeng sampai maut memisahkan." Do'a Yosa membuat Lisa memeluknya erat.


"Thanks, gue harap walau kita berada terpisah oleh jarak dan waktu. Semoga kita tetap menjadi sahabat." Ujar Lisa terharu sambil mengeratkan pelukannya.


"Pasti. Taudah, gue masuk dulu. Habis ini matkul nya Mrs. Sahara, bye bye Lisa." Pamit Yosa melenggang pergi.


"Bye." Gumam Lisa lirih sambil tersenyum.


"Udah selesai pamitnya?"


Lisa terkejut dan langsung menoleh kebelakang mendapati Aldrick dengan senyumannya membuat Lisa ingin memukul wajah tanpa dosanya itu. Lisa mengerucutkan bibirnya kesal, kemudian terbelalak kaget saat Aldrick memeluknya dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu Lisa.


"Saya sudah menyiapkan keperluan kembar dan kopermu. Hari ini kita penerbangan ke negara D." Ujar Aldrick diangguki Lisa.


Aldrick menggandeng tangan Lisa ke mobil, Aldrick tak henti-hentinya menggenggam tangan Lisa erat membuat Lisa tersenyum. Dia bahagia bertemu orang yang menyayanginya tulus lebih dari dirinya sendiri. Lisa tertidur di mobil, Aldrick pun tersenyum melihat sang pujaan hatinya terlelap disampingnya.


"Kini saya tau, bukan rasa bersalah dan rasa terpaksa. Saya tulus mencintai kamu." Ujar Aldrick menggunakan bahasa negara nya dan tersenyum.


_______


Setengah jam berlalu, Aldrick dan yang lain sudah berada di bandara. Aldrick menoleh ke samping dan Lisa masih terlelap nyenyak di sampingnya. Aldrick menyampirkan kedua tangan Lisa ke tengkuk nya, kemudian ia menggendong Lisa ala bridal style membuat Aulia iri.


"Zefann, tolong bawakan koper kakak dan milik Lisa. Si kembar juga ya Lia." Pinta Aldrick diangguki keduanya.


"Aaaa.. kak Aldrick romantisnya. Jadi iri deh Aulia." Gerutu Aulia menyebikkan bibirnya.


"Kamu mau seperti mereka?" Tanya Zefann diangguki Aulia.


"Mau lah, siapa juga yang gak mau diromantisin." Kesal Aulia.


"Nanti saya gendong." Ujar Zefann enteng membuat Aulia melotot.


"Ogah." Ketus Aulia mendorong box bayi si kembar.





Maaf up nya telat dari jam biasanya😶, mohon dimaklumi yah😘