
"Kamu menolak saya?" Pertanyaan tersebut juga dibalas gelengan oleh Lisa.
"Lalu?" Tanya Aldrick tak sabaran.
"Saya belum yakin, saya tidak bisa memutuskan hal ini dengan mudah. Dan saya belum yakin dengan hati saya sendiri!" Jelas Lisa membuat Aldrick menghembuskan nafas panjang.
"Saya akan membuktikan sama kamu kalau saya serius memintamu menjadi istri saya." Kekeh Aldrick yang hanya dijawab anggukan oleh Lisa.
"Lagi pula saya janda beranak dua." Bohong Lisa membuat Aldrick menatap nya tajam.
"Saya tidak peduli status kamu, saya mencintai kamu tulus Lisa." Ujar Aldrick yang hanya ditatap oleh Lisa.
Entah mengapa, saat Lisa memberikan alasan nya untuk menolak pernyataan nya, hati Aldrick serasa sakit. Dia melakukan ini hanya dasar kasihan bukan mencintai. Tapi rasa itu kian berubah seiring berjalan nya waktu. Disisi lain, Aldrick takut jika ia menikah dengan Lisa akan membahayakan nyawa istrinya sendiri, dia punya banyak rival diluaran sana yang ingin menumbangkannya. Rival nya tentu akan melukai orang orang terdekat nya terlebih dahulu.
Aku yang membawamu masuk ke duniaku, dan aku yang akan melindungi nyawamu dengan segenap jiwa ragaku. Lisa bagiku kamu adalah cahaya yang menerangi saya di gelap nya dunia mafia duniaku.
Aldrick bergumam dalam hati sambil tersenyum tulus kearah Lisa. Lisa menatap sekilas Aldrick kemudian ia mengerjakan kembali laporan keuangan yang tatanan dari sekertaris lama masih ambyur adul. Lisa menggelengkan kepala kesal karena laporan yang di tulis sekertaris lama seharusnya itu bulan yang telah lalu tapi mengapa baru ditulis dengan tanggal bulan kemarin membuat Lisa harus memperbaiki ulang.
Huh, ini hanya sementara saja tugasku sudah menumpuk. Bagaimana kalau aku bekerja disini setiap hari? Lebih mending menjalankan bisnis Oma dulu sebelum direbut tante Viona
Gerutu Lisa dalam hati*
__________________________
Di SMA Dharma Bangsa, Aulia sedang menjahili beberapa guru termasuk Zefann yang berada dalam mode galak. Beberapa kali Aulia sudah diusir Zefann tapi makin membuat gadis tersebut senang menjahili Zefann. Aulia menjahili Zefann dengan menyenggol tangan Zefann yang sedang menulis sehingga tulisannya merembet kemana mana.
Srettttt..
Zefann menatap kesal kearah Aulia yang sedang tertawa puas.
"Hahaha, dosen sejarah tapi tulisannya jelek." Ejek Aulia menjulurkan lidah membuat Zefann gemas.
"Saya lagi malas berantem Lia, bisa kamu akhiri berdebatan kita?" Ujar Zefann pasrah membuat Aulia mengerutkan dahi.
"Kita tidak sedang berdebat, gimana mau mengakhiri?" Tanya Aulia membuat Zefann menepuk kepala nya kesal.
"Okay, bye bye Pak Zefann."
Zefann menatap bingung kearah Aulia yang melangkahkan kaki keluar dari kelas nya saat ini, semua murid yang ada dikelas dibuat bingung dengan kelakuan Aulia yang terlalu bar bar. Zefann menatap Fisca yang sedang menatapnya bingung, Fisca izin kemudian keluar dari kelas untuk menyusul Aulia yang sedang membolos.
Ada yang beda dari nya, oh iya lupa kalau dia tidak membawa temannya (Lilulu)
Batin Zefann menggelengkan kepala.
Beberapa menit setelah Aulia dan Fisca keluar dari kelas pun bel istirahat berbunyi. Zefann menutup mata pelajarannya kemudian pergi ke kantin sambil membawa lembar jawaban kuis dari murid murid nya. Dia melihat Aulia sedang makan bersama Fisca dengan tenang.
"Gue rasa lo suka sama Pak Zefann ya?"
Pertanyaan tersebut membuat Aulia hampir tersedak es batu yang ia kunyah membuat Fisca tertawa melihat wajah lucu Aulia saat hampir tersedak.
"Gila ya, hampir aja gue kesedak es batu. Kalau gue mati gimana?" Cerca Aulia mencak mencak membuat Fisca tertawa.
"Kalau kamu mati, saya akan menjadi suka relawan membelikan kamu peti mati."
Aulia menoleh sambil melototkan mata membuat Zefann tertawa akibat ulahnya yang sangat suka menggoda Aulia. Aulia memincingkan nata kemudian mendesis tak suka kearah Zefann yang sedang menertawainya.
"Cih, yang ada saya akan mencekik anda duluan kalau saya mati!" Ujar Aulia membuat Fisca dan Zefann tertawa.
"Emang kamu berani sama saya?" Gida Zefann.
"Ngapain gak berani sama bapak, nih ya saya kasih tau. Alasan kenapa bapak jomblo sampai sekarang. Bapak itu galak, dingin, datar, nyebelin, suka memperintah dan mesum!"
Kesal Aulia membuat Fisca terkejut karena Aulia menjawab tanpa ada rasa takut dengan guru disampingnya. Sedangkan Zefann, pria itu mengerutkan dahi tak paham dengan maksud ucapan Aulia tentang kata 'Jomblo'
"What's Jomblo?"
Pertanyaan tersebut membuat Aulia menepuk jidat nya lagi karena kesal. Berbicara dengan orang asing yang baru belajar bicara Indonesia sangatlah susah.
"Haissss.. salah server lagi gua!"