
"Permintaan dikabulkan." Aldrick menyeringai.
Sraaaaanngg..
__________________
"Lisa bangun Lisa," Panik Aldrick menepuk nepuk pipi Lisa.
"Aaaaaaa hoshh... hosshh.. hosshh.. "
Lisa dengan keringat dingin yang mencucur deras dari dahinya menatap takut kearah Aldrick. Gadis itu memegangi dada nya yang masih naik turun mengambil pasokan oksigen. Lisa bersyukur karena ini hanya sekedar mimpi, dia melihat sekitar dan ternyata dia tertidur di sofa dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Aldrick. Aldrick menangkup kedua pipi Lisa gemas.
"Ada apa hem? mimpi buruk?" Tanya Aldrick diangguki Lisa.
"Tenang oke, cuma mimpi." Ujar Aldrick mengelus rambut Lisa dan membawa Lisa kedekapannya.
"Aku takut, hiksss.." Lirih Lisa.
"Tenang saja, itu hanya mimpi kan? Semua akan baik baik saja." Ujar Aldrick tersenyum manis membuat Aulia dan Zefann mencibir.
"Dih, ngeselin amat!" Ujarnya berbarengan.
"Bodo!" Balas Lisa.
Hari ini Lisa meminta kepada Aldrick agar mau menemaninya ke makam kedua orang tuanya untuk meminta restu, bagaimana pun juga mereka perlu tau secara langsung dengan membawa Aldrick ke makam. Aldrick pun dengan berat hati menyetujui permintaan Lisa. Mereka datang ke makam dengan membawa bunga mawar merah dan air.
Lisa mulai meneteskan air mata, Aldrick menghela nafas kasar sebelum menghapus air matanya.
"Sudahlah, jangan terlalu larut dalam kesedihan. Mereka akan sedih apabila melihatmu seperti ini." Ujar Aldrick diangguki Lisa.
Lisa duduk berjongkok diikui Aldrick disampingnya, Lisa kemudian mengusap nisannya dan mengecupnya perlahan. Batu nisan dengan tulisan nama terukir indah membuat hati Lisa sangat terpukul jika mengingat semua canda tawa Liah dan Elang saat bertengkar dirumah.
"Lisa bawa calon suami Lisa Ma, Pa. Namanya Aldrick, dia baik sama Lisa. Lisa bakal kabulin permintaan Mama buat memberikan kasih sayang kedua orang tua buat kembar."
"Semoga Mama, Papa gak marah ya? maafin Lisa hiksss.."
Lisa tak bisa membendung air matanya terlalu lama, dia langsung kembali menangis sesenggukan membuat Aldrick mendekapnya erat, Aldrick menaburkan bunga, menyiramkan air dengan cepat lalu membawa Lisa kembali ke mobil.
"Saya tidak mau melihatmu menangis kembali Lisa." Ujar Aldrick dingin.
"Maaf,"
"Ayo kita pulang, kembar butuh kamu. Dan besok ikut saya kembali ke negara saya untuk menikah."
Mata Lisa membuka sempurna, bahkan dia belum memberikan kabar untuk sahabatnya disini. Dan adiknya? apa adiknya juga ikut kesana, lalu Zefann apa akan meninggalkan pekerjaannya menjadi dosen?
"Lalu Aulia? Zefann?" Tanya Lisa kesal.
"Mereka juga akan ikut tinggal disana, bukan kah kamu ingin negara 4 musim hem?" Goda Aldrick membuat Lisa memukul bahu Aldrick.
"Hahaha, yaudah jangan sedih lagi. Kita pulang!" Lisa mengangguk dan masuk mobil.
Semoga tuhan memberikan tempat terindah untuk Mama Papa dan keluarga yang lain. ~Shysy Lisa Anneth
Aldrick melajukan mobilnya dengan santai, semua sudah diurus oleh orang suruhan Aldrick untuk mendekor rumah utama Hawasaki dengan keamanan ketat. Ia tak mau ada pertumpahan darah saat acara sakral nya terjadi. Dia juga jaga jaga apabila musuhnya datang, termasuk Mama nya yang sering melakukan hal nekat.
"Lalu disana musim apa sekarang?" Tanya Lisa penasaran.
"Musim panas, beberapa bulan lagi akan pergantian musim ke musim dingin, dan kamu bisa bermain salju sesuka mu. Asal jangan tuang sirup diatas salju."
Peringat Aldrick membuat Lisa terkekeh. Aldrick tau kalau Lisa sangat senang dengan hal hal yang bernama es batu. Membeli minuman pun dia selalu extra es, ia akan memakannya saat selesai. Hal serupa juga dilakukan Aulia membuat Zefann menggelengkan kepala.