
Semua orang sedang berada di ruang tunggu di depan kamar IGD, semua menampilkan wajah khawatir nya. Thalita sedari tadi merasa bersalah, coba kalau dia lebih cepat bergerak, pasti tidak akan ada pertumpahan darah dari keluarganya lagi. Aldrick memeluk tubuh Selatan dan Galaksi, dia mengecup kening keduanya dan beralih meletakkan Thalita di pangkuannya.
"Ini bukan salah Thalita, Thalita udah berikan yang terbaik untuk kita semua." Kata Aldrick lembut sambil membelai pucuk kepala Thalita.
Thalita menggeleng, "Seharusnya Thalita yang terkena peluru, bukan Sabitha." Kata Thalita sedih.
"Tidak ada yang pantas mendapatkan timah panas itu kecuali Viona." Kata Aldrick dingin membuat Lisa menoleh sekilas.
Aldrick menatap lekat kedua bocah laki-laki kembar itu, wajahnya sangat mirip dengan wajah anak laki-laki yang menemuinya di rumah sakit menggunakan bayangan. Aldrick meneteskan air mata dan mendekap erat tubuh kedua nya.
Mata Lisa berkaca-kaca, dia memeluk Thalita erat dan menumpahkan tangis nya disana. Galaksi dan Selatan ikut turun dari kursi dan memeluk Lisa dengan erat, Galaksi dan Selatan belum mengetahui jika Aldrick adalah Papa kandungnya.
"Hikss.. maafin Mama, Thalita rela berkorban masuk ke mansion, sedangkan Mama cuma dirumah sambil mendengarkan keluh kalian. Maafin Mama, karena keegoisan Mama, Sabitha jadi korban." Kata Lisa menangis tersedu-sedu.
Thalita membalas pelukan Mamanya, "Mama gak salah, Thalita ceroboh karena strategi yang Thalita buat sudah diketahui wanita iblis itu." Kata Thalita lirih.
"Tidak ada yang salah Mama, kita semua rindu Mama." Kata Galaksi memeluk erat Lisa.
"Selatan juga, kata Thata, Papa Galaksi dan Selatan di temukan. Dimana Papa?" Tanya Selatan membuat Lisa menghentikan tangisnya.
"Kalian tidak akan membenci nya bukan?" Tanya Lisa dibalas gelengan oleh Galaksi dan Selatan.
"Papamu ada dibelakangmu." Kata Lisa sambil tersenyum membuat si kembar menoleh dengan cepat.
"Anda?" Pekik keduanya membuat Aldrick tersenyum.
"Ini Papa, maafin Papa kalau selama ini tidak ada saat kalian membutuhkan Papa." Kata Aldrick menarik mereka kedalam dekapannya.
"Papa!!" Kata mereka menangis sambil membalas pelukan Aldrick.
"Papa berjanji akan selalu ada disamping kalian, disamping Mama, disamping keluarga kita." Kata Aldrick lembut membuat Aulia memegangi pipinya.
"Aaa.. so sweet, jadi pen punya Papa." Kata Aulia memegangi Pipinya membuat Zefann menyeringai.
"Ada Papa nya udah ada di samping kamu tuh." Kata Lisa mewakili Zefann.
Aulia menoleh, "Dih, males bat dah sama die." Kata Aulia memperagakan pose muntah.
"Males tapi kok nyosor." Ketus Aldrick membuat Aulia melotot.
Krieeeeeeettt..
Tawa mereka berhenti dan digantikan dengan wajah serius sekaligus khawatir. Dokter tersebut mengulas senyum sebelum mengangguk pelan.
"Peluru yang ada di tubuh pasien dapat di ambil, tapi kondisi anak itu sedang tidak baik. Dia koma." Kata Dokter membuat senyum di wajah mereka pudar.
"Koma?" Ulang Lisa dengan pelan diangguki dokter.
Pengheliatan Lisa terasa kabur, kepala nya pusing, tubuhnya terasa pingsan. Lisa ambruk di dada bidang Aldrick membuat pria itu terkejut.
"Lisa, bangun Lisa." Kata Aldrick menepuk-nepuk pipi Lisa.
Aulia menghela nafas kasar, Sabitha koma adalah berita buruk, bukan tanpa alasan, Lisa sangat khawatir melihat bocah itu koma, dia teringat dengan Mama nya yang sempat regang nyawa akibat koma berkepanjangan. Aldrick duduk dan memangku Lisa, dia menyandarkan kepala Lisa di dada bidangnya. Dia tidak ingin Lisa terlalu berfikir jika Sabitha ada kemungkinan kehilangan nyawa nya.
Thalita berdiri dari duduk nya membuat Aldrick waspada dengan psikopat kecilnya. Sorot mata tajam milik Thalita membuat Aldrick bisa menebak, kemana arah pergi nya Thalita setelah ini.
"Jangan pergi, biar kan Mama mu yang menuntaskan dendak Mama Liah." Kata Aldrick membuat Thalita meliriknya dengan ekor mata nya.
"Karena dia, aku harus mengorbankan adik ku, Papa fikir aku mengikhlaskan nya begitu saja? Tidak." Kata Thalita dingin.
"THALITA!"
•
•
•
•
Hei, Hei, not bad😆. Author kembali dengan menggantung cerita, kasih like komen dan vote ke karyaku yang baru yuk..
ISTRI KESAYANGAN ME.AROGAN MAFIA😊
Kalau like, komen setiap chapther bisa nambah terus, bahkan sampai tembus 25 like per chapther.. aku akan up panjang setiap hari nya disini😊
Atas perhatiannya disampaikan terimakasih😆🙏