
"Dek," Panggil Lisa membuat Aulia menoleh dan tersenyum.
"Muehehew, nah kan pak. Saya sudah dijemput bye bye pak." Ledek Aulia kemudian berlari menuju Lisa.
Lisa menoleh kearah Zefann yang sedang tercengang, Lisa yang merasa tak enak hati pun mendekati pak Zefann yang sedang kesal. Tanpa menatap Zefann, Lisa meminta maaf membuat Zefann mengerutkan dahi.
"Maaf pak."
"Maaf untuk apa?" Tanya Zefann dingin.
Astagaa.. udah dingin, datar, galak, gak peka lagi. Dari segi mana Yosa suka sama pak Zefann?
~Batin Lisa tak habis pikir.
"Maaf untuk kelakuan adik saya yang tidak sopan." Ujar Lisa mencoba bersabar.
Zefann hanya menggedikan bahu acuh kemudian pergi meninggalkan Lisa membuat Lisa berdecak kelas dan mengumpat sumpah serapah di dalam hati untuk Zefann. Sedangkan Zefann, dia mengambil boneka hantu milik Aulia yang tertinggal di bawah pohon, walau sedikit takut Zefann memberanikan diri memberikan boneka nya kembali ke Aulia.
"Dasar dosen gak ada akhlak!" Kesal Lisa berdecih tak suka.
Zefann hanya menatap datar Lisa yang mengumpat sumpah serapah untuknya, dia kembali berjalan menuju Aulia.
"Temen kamu ketinggalan, ingat besok kalau kamu mengulangi lagi, saya pastikan hukumannya lebih dari ini. You understand?" Tegas Zefann datar diangguki Aulia dengan cengiran tengilnya, yang lagi lagi membuat Lisa bingung.
"Janji besok lagi hehehe." Canda Aulia yang mendapat pelototan dari Zefann.
Aulia tertawa terbahak-bahak kemudian berlari.menuju gerbang depan membuat Lisa menggelengkan kepala dengan tingkah anah adik nya itu. Biasanya Aulia akan lebih suka berdiam diri mencoba berkomunikasi dengan teman teman nya di ruangan yang berisi banyak menekin dan boneka hantu lainnya. Entah mengapa, melihat Aulia seperti itu membuat Lisa terheran-heran.
Lisa menyusul adiknya yang sudah berada di mobil sambil mengelus rambut boneka yang dipangku nya. Lisa menatap adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak ingin ambil pusing, Lisa tancap gas kembali ke rumahnya.
"Gak seperti biasanya gimana?" Tanya Lisa bingung.
"Ya kan gosip nya sih dosen sejarah di universitas XXX itu baik hati, ganteng dan apa lah. Eh aslinya ngeselin bat!" Gerutu Aulia membuat Lisa tersenyum setan.
"Jangan ngomong gitu lo, ntar lo suka sama Pak Zefann mamp'us!" Goda Lisa membuat Aulia melotot.
"Ogah, amit amit yawlah!" Ucap Aulia menggetok getokan tangannya ke kepala lalu ke dashboar mobilnya membuat Lisa tertawa.
"Lo kok jadi aneh gini sih dek?" Tanya Lisa penasaran.
"Gara gara Fisca sih aslinya, dia mancing gue buat ngomong sih. Yaudah deh, jadi diri sendiri apa susahnya." Jujur Aulia membuat Lisa tersenyum bangga.
"Nice!"
Tringg.. ting.. ting.. ting.. ting.. tring..
Ponsel Lisa bergetar, membuat Lisa memasang earphone ke telinganya dan melihat layar ponselnya sekilas. Nampak nama bertuliskan Oma tersayang.
"Iya hallo Oma, ada apa? "
"Mama kamu lagi lahiran, cepet kesini sama Aulia! "
"Busyett dah, gak sabaran banget tuh dua bocil buat lahir aella. "
Aulia mengerutkan dahi mendengar ucapan Lisa yang menggerutu kesal, bukannya senang adik kembarnya akan lahir malah memaki nya karena tidak sabaran keluar dari perut Mamanya. Padahal dari waktu yang diperkirakan, si kembar telat 1 hari dari waktu lahir nya.