
Lain tempat lain suasana, Viona membawa satu koper berisi uang yang akan ia serahkan ke organisasi yang ia sewa untuk membunuh keluarga Liah. Dia tersenyum centil saat penjaga organisasi tersebut menatapnya sekilas dengan tatapan tajam. Dia dihadang beberapa penjaga di depan karena penjagaan diluar mansion sangat ketat. Viona mengeluarkan kartu member penyewaan ke penjaga dan kemudian para penjaga mengangguk dan mempersilahkan Viona masuk.
Dua orang pria duduk dengan sorot mata tajam mereka, Viona makin tersenyum menggoda dan ingin berniat mengambil hati salah satunya agar dapat menguasai harta keluarga mafia itu.
Mereka bahkan lebih kaya, kalau pun gue dijadiin simpanan nya. Gue rela asal hartanya jadi milik gue dan gue tinggal kan si tua Kento yang menjadi atm gue selama ini! ~Batin Viona menyeringai.
"Ini uang yang aku janjikan, bagaimana? apa kurang?" Tanya Viona dengan suara yang dibuat-buat.
"Hmm. Segeralah pergi dari mansion ku!" Dingin seseorang itu.
"Oh ayolah, apa kau tak ingin bermain dengan ku?" Tanya Viona mengedipkan sebelah mata.
"Saya tidak minat dengan tubuh mu, pergi atau saya bunuh kamu sekarang juga."
"Baik baik, ini uang nya. Terimakasih, hubungi aku jika kau berubah pikiran." Ejek Viona meletakkan kopernya dan pergi.
"Huffftt... wanita ******." Kesal Zefann.
Ya, dua pria itu adalah Zefann dan kakak nya Aldrick. Mereka adalah mafia terkuat di barat. Mereka pindah kemari karena menjalankan bisnis dan mendirikan cabang disini. Zefann menatap sendu ke kakak nya. Sedangkan kakaknya menatap bingung Zefann.
"Ada apa?" Tanya Aldrick kesal.
"Siapa keluarga yang kakak bunuh?" Tanya Zefann khawatir.
"Kenapa? lo suka dengan perempuan bersuami yang kakak bunuh?" Ketus Aldrick membuat Zefann menonyor bahu kakaknya.
"Bukan, apa dia memiliki 2 anak gadis remaja dan 2 anak yang baru lahir atau apalah." Tanya Zefann was was.
"Kak, kasihan mereka kak. Apa kakak tega? apalagi Aulia, gadis cantik yang bikin gue akhir akhir ini terus menghantui pikiran gue." Gumam Zefann.
Aldrick mengusap wajah nya kasar, memang dia tak punya hati karena didikan Mama dan Papa nya yang terlalu keras padanya saat kecil membuatnya menjadi pribadi yang tak punya hati. Namun, percayalah jika Aldrick memiliki hati yang lembut saat menyangkut soal anak anak.
"Dekati dia untuk menebus kesalahan kita." Ujar Aldrick membuat Zefann terbelalak kaget.
"Mama dan Papa tidak akan mengizinkan nya." Bantah Zefann.
"Mereka tidak akan tau." Ucap Aldrick dingin membuat Zefann menghela nafas panjang.
Aldrick sibuk dengan ponselnya, dia sedang menghubungi mata mata yang ia percaya di negara ini untuk mencari identitas anak anak dari korban yang ia bantai. Aldrick menghela nafas, mengapa tadi ia tidak mencari secara detail terlebih dahulu dan asal menembak target saja. Sebenarnya bukan Viona yang menembak Liah sekeluarga, namun dirinya yang bersembunyi di balik pintu dan menembak sesuai arah pistol Viona.
Tring.
Foto foto beserta identitas Lisa dan Aulia masuk kedalam ponsel Aldrick, dia memandangi Lisa yang tak asing di pengheliatannya lagi. Wajah Lisa seperti pernah dilihat dan nama nya juga ada di list pendaftaran yang ia buat untuk mendapatkan kariawan dan kariawati baru.
"Gadis ini seperti gadis yang gue tabrak di rumah sakit." Gumam Aldrick yang ditatap serius oleh Zefann.
"Siapa? kakak Aulia?" Tanya Zefann diangguki Aldrick.
"Hmm dia satu satunya gadis yang tak terpesona dengan gue. Bahkan dia tadi memaki gue saat gue gak sengaja menabrak dan memegangi pinggangnya." Jelas Aldrick membuat Zefann tersenyum.
"Ya, mereka berdua memang beda." Ucap Zefann diangguki oleh Aldrick.