
Semenjak pengakuan Jione kepada Aldrick, pria itu berusaha keras untuk menembus penjagaan ketat mafia Arsen. Tapi sama saja, disaat penjagaan tersebut dapat dibobol Aldrick. Ternyata Lisa sudah tidak ada disana. Bayi dan adiknya juga tidak ada disana. Aldrick mengacak rambutnya frustasi dan pergi dengan mendapatkan luka sayatan di tangannya akibat lengah.
"Kita kembali ke negara asalnya." Gumam Aldrick diangguki Zefann.
*
Lima tahun lamanya, Aldrick mencari jejak Lisa dan saudaranya tapi tidak menemukan hal yang pasti. Terakhir kali, Zefann menemukan identitas palsu yang digunakan Aulia di universitas Indonesia ini. Zefann sudah menyerah, ia mengibarkan bendera putih tanda menyerah berjuang mendapatkan hati Aulia.
"Kamu dimana sih Aulia, aku merindukanmu." Lirih Zefann.
Air mata menggenang dipelupuk mata Zefann membuat pengheliatannya kabur. Kendaraan dari arah berlawanan ia seruduk akibat tidak bisa melihat jalanan.
"Ouh, Shit!"
Brakkkkk
*
"Dikabarkan hari ini terjadi kecelakaan di jalan XXX simpang lima. Diduga supir mengantuk dan menghantam mobil dari arah berlawanan. Kedua supirnya mengalami luka parah, namun yang paling parah adalah supir wanita yang harus masuk IGD dan cidera pada kaki dan kepala. Saksikan terus kelanjutan beritanya..
Aldrick terkejut saat melihat berita yang disiarkan, dia melihat mobil Zefanm sudah hancur dibagian kap mobil. Dan entah mengapa, rasanya melihat mobil yang ditabrak Zefann membuat hati Aldrick sakit. Dia langsung menuju rumah sakit yang membawa Zefann.
ZEFANN CALLING📲.
" Hallo Kak, tolong kesini aku kecelakaan."
"Kenapa bisa sampai kecelakaan sih? apa yang kamu pikirkan saat berkendara?"
Tut
Aldrick dengan kesal memutus sambungan dan mengambil jasnya yang ada di kursinya. Ia menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi agar dengan cepat sampai di RS. Hatinya sangat cemas, bukan karena Zefann. Entah mengapa, dulu sewaktu Zefann terkena 4 peluru saja, Aldrick biasa saja. Tapi ini? hatinya sangat sakit.
Dia sampai di RS, Aldrick berlari kearah loby dan menuju ruangan yang telah dikirim oleh Zefann. Di lorong rumah sakit, langkah Aldrick terhenti saat melihat ada seseorang yang ditutup kain putih sampai kepala dan anak kecil berusia sekitar 6 tahunan menangis dibelakangnya.
Deg
Aldrick menatap kepergian hal tersebut hingga tak terlihat, saat Aldrick membalikan badannya dan menjalankan langkahnya kembali. Tutup kain pada wajah wanita tadi terbuka. Jadi Aldrick tidak tau wajahnya.
Krieeeeeett
"Kamu gila, untung saja tidak kecelakaan beruntun." Kesal Aldrick.
"Lalu, apa sudah bisa dilacak?" Tanya Aldrick.
"Tidak, identitas yang ia gunakan adalah identitas gadis Jepang yang telah tiada." Kata Zefann lesu.
"Hah?! Bagaimana bisa?" Pekik Aldrick bingung.
"Pasti ada seseorang yang membantunya hingga bisa seperti ini." Jelas Zefann.
"Hanya Arsen yang bisa, kamu bisa menghapus data itu kan?" Tanya Aldrick diangguki Zefann.
"Nanti akan ku hapus, lalu apa rencanamu?" Tanya Zefann.
"Dia akan membuat identitas baru lagi, dan saat itu kita pantau siapa saja identitas baru yang masuk di daftar." Balas Aldrick diangguki Zefann.
"Aku akan pergi sebentar, kamu jaga diri baik-baik." Pesan Aldrick diangguki Zefann.
Aldrick berjalan lesu menuju taman rumah sakit, dia melihat ada anak laki-laki duduk di ayunan dengan muka pucat dan mengayun-ayunkan kakinya. Pandangannya kosong menatap Aldrick, bibirnya terbuka akan mengatakan sesuatu.
"Ka.. Kamu bukan Papa-ku!"
•
•
•
•
•
•
•
•
Maap gantung perasaan kalian dulu😂, hehehe.. kasih like, komen, vote, ratt and fav nya ya? dengan itu author sangat senang..
THE PERFECT BOYFRIEND ~Silahkan mampir^^