MY LOVE For MAFIA

MY LOVE For MAFIA
TERUNGKAP



Aldrick mengacak rambut frustasi akibat tak menemukan Lisa di semua tempat. Dia baru saja hilang beberapa jam namun dengan cepatnya ia tak menampakan dirinya seperti ditelan bumi. Waktu terus berjalan, detik berganti ke menit, menit berganti ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan dan bulan ke tahun. Begitu seterusnya, tak tetasa sudah hampir 2 tahun ia dan Zefann kehilangan Aulia dan Lisa. Penampilan mereka sudah terlihat acak acakan dan tidak terurus, sering mabuk dan melampiaskan emosi dengan membunuh orang.


Jrakkk.. Jrakk. .. Jrakkkk..


Pisau pemotong es mendarat sempurna di leher pria yang sedang berbaring dengan keadaan terikat. Ia membunuh dengan membabi buta kemudian mencecel kecil-kecil tubuh orang yang ia buang dan ia masak untuk memberi makan hewan kesayangannya.


"Kalian pergi dari sini atau aku akan membunuh kalian semua!" Bentak Aldrick dingin membuat para mafioso langsung pergi.


"Not bad." Balas Zefann ketus sambil meneguk red wine yang ada ditangannya.


"Beri aku satu." Ujar datar Aldrick sambil membuang pisaunya asal.


Zefann tersenyum sinis, dia melempar botol Vodka kearah Aldrick dan di tangkap tepat di tangan Aldrick. Pria itu langsung meneguk hingga tandas tanpa mabuk membuat Zefann makin menatap Aldrick dingin.


"Karena ulahmu mereka semua pergi." Dingin Aldrick.


Bughh


Satu bogeman didapatkan Zefann, "Kau pikir aku mau kehilangan mereka? tidak dasar bodoh. Jika aku ingin memilih, aku akan memilih mati apabila yang membunuhku Lisa sendiri." Bentak Aldrick.


"Lalu? kau salahkan aku atas semua ini?" Tanya Zefann sinis.


"Cih, memalukan!" Dingin Aldrick melempar botol Vodka tersebut hingga pecah.


Krieeeeettt Brummm


Aldrick dan Zefann kompak menoleh, dia mendapati adik tirinya ada disana sambil menggelengkan kepala karena melihat mayat dengan leher yang tak terputus dengan benar. Seperti leher hewan yang disembelih, itulah wujudnya. Vino melangkahkan kaki masuk sebelum menghembuskan nafas panjang.


"Kenapa kau tak bilang dari dulu jika saudara iparku adalah Lisa?" Dingin Vino.


"Aku mengenalnya lebih jauh darimu. Dan seharusnya aku yang mendapatkannya sekarang." Sinis Vino.


Aldrick mengepalkan tangannya kuat, dia siap memberikan bogeman berturut turut untuk Vino. Sedangkan Zefann, pria itu emosi dan memilih meninggalkan dua orang yang terlibat cinta segetiga tersebut.


"Kau tak pantas mendapatkan Lisa, menjadi suami saja tidak becus hingga membuat Lisa kabur." Tegas Vino.


"Kamu tidak tau akar permasalahannya Vino, jangan membuatku marah." Dingin Aldrick.


"Karena pembunuhan orang tuanya bukan?" Sinis Vino.


"......"


"Kenapa? tidak bisa jawab?" Tambah Vino menyeringai.


Tanpa basa basi lagi, Aldrick menyerang Vino dengan bruntal. Vino sendiri yang tak mahir dalam ilmu beladiri pun jatuh terjembab di lantai penuh darah tersebut. Aldrick mencondongkan pistolnya tepat pada kepala Vino. Jione yang baru masuk pun berteriak karena melihat anaknya bertengkar.


"Kalian apa apaan sih? Cuma karena cewek murahan seperti Lisa, kalian seperti ini? Apa dengan membunuh salah satu dari kalian akan menyelesaikan masalah?" Bentak Jione menendang pistol Aldrick.


"Ini juga karena mu, jika saja kamu tidak membentak Lisa. Gadis itu tidak akan pergi seperti ini." Bentak Aldrick balik.


Bughhhhhhh


"Kamu membentak Mama ha? Asal kamu tau, gadis dan satu pria bertopeng adalah Lisa dan Arsen yang mencoba membunuhmu. Mereka bersekutu sejak Arsen menculik Lisa dibawah pengawasanmu. Kamu bodoh dengan menyalahkan orang tanpa tau akar dari permasalahannya sendiri. Bahkan hal sebesar ini kamu tidak bisa mendeteksinya dengan cepat. Sadar Aldrick sadar, dia berusaha dengan mengadu domba keluarga Barrak Fonata agar lebih mudah menghancurkan kita. Bodoh!!" Maki Jione emosi sambil membogem Aldrick.


Jione langsung pergi sambil menarik tangan Vino untuk mengikutinya. Aldrick jatuh lemas ke lantai saat tau pelaku pembunuhan besar besaran di barat satu tahun lalu yang mengakibatkan dia koma selama 2 bulan di rumah sakit pribadi milik mafia Hawasaki dan menewaskan ratusan mafioso terkuat yang merupakan gabungan dari Yakuza. Dia tak menyangka jika gadis manis seperti Lisa menjadi iblis tak tersentuh dan mampu menghilangkan banyak nyawa dalam hitungan menit.