My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 8



Ombak di lautan.


Alunan dan deburan nya mengalun bagaikan sebuah irama.


Tak ada yang tahu alunan irama apa yang sedang di dendang ombak senja itu.


Deburan yang mengeluarkan suara menyayat hati,alunan nya sendiri penuh dengan arti.


Setiap hempasan ombak ke pantai itu laksana rindu yang berkepanjangan. Suatu harapan besar yang datang dari air laut. mereka beriringan untuk cepat sampai di pantai, lalu menghempaskan dirinya ke pesisir pantai untuk melepas rindu. Walau tak semua hempasannya sampai ke pasir di tepian, tapi terkadang mereka merelakan diri menerjang tebing.


Tatapan Ipen lurus kedepan menatap lautan lepas dan ombak yang sedang menari nari.


Hembusan angin terasa menyayat hati dan menusuk jantungnya .


Inikah yang di namakan RINDU ?.


Butiran suci berjatuhan dari singgasana sang alam. namun tak membuat Ipen beranjak dari tempat duduknya.


Tiba-tiba ada seseorang yang memayunginya hingga akhirnya dia tersadar bahwa tetesan air hujan itu tak membasahinya dan dia menatap ke atas..


"Hy.. Ipen" Seseorang itu tersenyum.



Dan... kisah ini baru saja di mulai ..


*******


Di sisi lain .. Lily juga merasakan apa yang Ipen rasakan. Dia juga memiliki rasa dan rindu yang sama. Dia juga kebingungan apa yang harus di lakukannya.


" Li.. kenapa kamu kok melamun terus sih ?" Leon menegur temannya itu yang di lihatnya sering kali melamun .


" Soal hutang gak usah di pikirkan Li .." lanjut Leon .


"Bukan begitu Leon.." Lily mengembuskan nafas.


" Kamu sedang jatuh cinta yaaa ??? Hayoo ngakuuu ..!" Lanjut Leon meledek.


" Iiihhh jangan di ledekin Leon.."


" Sini..sini..! Cerita sama aku!. Di jamin rahasia mu aman terkendali. "


Akhirnya Lily pun bercerita tentang Ipen, dan dengan penuh antusias Leon mendengarkan.


"Harus begitu yaa ?. Bukannya gak baik kalau gadis mencari laki-laki terlebih dahulu ?."


" Yaa ampun Li.. Kalau nunggu begitu keburu jodohmu di gondol kucing. "


" Tapi mas..."


" Udah gak usah tapi." Leon memutus kata-kata Lily. " Kamu tidak bisa menunggunya Li, karena dia tidak tahu namamu dan dimana kamu tinggal. Sedangkan kamu kan pernah bermalam di rumahnya bersama Ibunya. Setidaknya kamu kesana lagi untuk berterimakasih begitu." Jelas leon pada sahabat barunga itu.


Seperti biasa Leon dan Lily selalu berpapasan dan pulang bersama karena rumah mereka searah.


Di rumah ..


Keadaan Ibu Lily semakin membaik dan beraktifitas seperti sedia kala. Lily sangat bersyukur melihat Ibunya. Meskipun ketiadaan Mela di rumah membuat kebahagiaan keluarganya tak lengkap.


Malam hari.


Tidur Lily tak begitu nyenyak. Dia mengingat kembali kata kata Leon yang menyuruhnya untuk menemui si pria dari desa sebrang itu.


*********


Keesokan harinya.


Lily bergegas ijin pamit pulang lebih awal kepada majikannya. Lily berlari ke dermaga dan menaiki kapal.


Sore hari Lily sampai di dermaga seberang dan langsung menuju rumah Ipen.


Tok tok tok


" Permisi ..."


Nampak wanita paruh baya keluar dari rumahnya. Wanita itu tercengang tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Bidadari yang di nantikan dan di rindukan oleh anak bujangnya kini ada di hadapannya.


Wanita itu memberitahu Lily bahwa Ipen ada di pantai. Dengan rasa tak sabar Lily pamit ke pantai mencari Ipen.


" Tunggu Neng !!. Bawa payung ini sebentar lagi hujan." sambil memberikan payung kepada Lily..


"Baik bu terimakasih." Lily tersenyum.


BERSAMBUNG...