
Di teras rumah, nampak 3 orang menyantap ubi rebus yang ada di hadapan mereka. Ipen terus saja menggoda nenek kesayangannya itu. Sementara Lily sibuk dengan lamunan dan segala pertanyaan yang ada di benaknya. Hati siapa yang takkan patah jika mendengar kata-kata menusuk itu keluar dari nenek kesayangan orang yang di cintainya. Padahal nenek itu tak terlihat membencinya. Lalu kenapa ? lalu mengapa ? nenek itu harus bilang kalau cucunya tak pantas di cintai. Wajahnya tampan, tubuhnya kekar, pekerja keras. Semua itu sudah menjadi alasan yang pas bahwa Ipen lebih dari pantas untuk cintai.
"Hai.. gadis jelek, setelah makan bersiap-siaplah ! Karena kita akan pergi ke suatu tempat." Suara Ipen menyadarkan Lily dari lamunannya.
"Kita mau kemana ?" Tanya Lily penasaran.
"Ada deh kamu ikut saja".
Setelah kenyang dengan ubinya mereka berdua langsung bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan mereka..
Cukup lama mengikuti jalan setapak yang berbelok dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata. Mereka masih harus naik perahu melewati danau agar sampai di tempat tujuan mereka.
Di dalam perahu, Lily mengutarakan apa yang sedari tadi membuat hatinya gundah gulana karena ucapan neneknya..
Ipen tersenyum melihat wajah gadis yang di cintainya di penuhi rasa kekhawatiran takut tak bisa mencintainya lagi..
"Biasalah itu li.. mungkin nenek takut aku di ambil kamu. secara gitu kan yaaa, aku cucu nenek satu-satunya tapi paling tampan di seluruh negeri ini." Ipen menjawabnya dengan guyonan meskipun dia sendiri pun sebenernya penasaran.
Perahu yang mereka tumpangi telah sampai ke tepi. dan mereka melanjutkan perjalanan.
Setelah cukup lama berjalan akhirnya mereka tiba pada sebuah ladang.
LADANG BUNGA LILI..
Mata Lily berbinar-binar melihat apa yang ada di hadapannya. Barisan bunga-bunga itu memantul ke dalam lensa mata hitam gadis cantik itu.
"Indahnyaa...."
Ipen tersenyum melihat gadis yang di cintainya terpana dengan apa yang dia tunjukkan.
"Li.. "
"Kamu tahu tidak nama bunga ini apa ?"
"Aku tidak tahu"
"Kamu tahu tidak, apa arti namamu ?"
"Aku juga tidak tahu. kenapa pen ?" Lily terus memandangi bunga-bunga yang cantik itu.
"Lily.. Nama bunga ini Lili"
Lily menghentikan aktifitasnya..
"Bunga Lili putih melambangkan ketulusan, penantian, kesetiaan, kemuliaan, pengabdian, rasa simpatik, dan kehidupan baru." Lanjut Ipen
Lily menoleh ke arahnya
" Semua lambang bunga lili itu ada padamu Lily.. Jadi mulai hari ini berhenti menganggap dirimu tak berharga karena kamu lebih dari sekedar kata berharga. Kamu sangat tulus dan setia. Kamu juga mulia mampu menjaga martabat dirimu dan keluarga. kamu juga tulus mengabdi kepada orang tua. Rasa simpatimu juga teramat besar untuk orang-orang dan lingkungan di sekitarmu. Harapannya meski kehidupan awal ini tak mudah. Namun semua hal positif yang ada padamu mampu membawamu ke kehidupan yang baru yang lebih baik lagi dan lebih indah ."
Gyut...
Lily berlari terharu memeluk Ipen.
BERSAMBUNG....
***********
Terimakasih banyak kepada para pembaca setia. ini adalah novel perdana ku. Menulis adalah hobbyku. Meski tulisan ku jauh dari kata sempurna setidaknya semoga dapat menemani dan menghibur para pembaca. Namun aku akan terus berusaha dan belajar menjadi yang lebih baik lagi demi kalian semua..
Terus suport aku yaa teman teman .. !!!!
Fighting Ria go !! go !! go !! go !!