
Hari-hari Ipen tak seperti hari-hari saat sebelum bertemu Lily. Meski tak mudah mengartikan apa yang dia rasa karena memang selama 28 tahun hidupnya belum pernah merasakan jatuh cinta ataupun tertarik pada wanita. Kenapa harus Lily gadis 17 tahun yang polos berhasil memukaunya ?.
Namun,,,
Cinta adalah sebuah rasa yang suci dan tidak bisa di pertanyakan ataupun di ragukan dan kita pun tak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta dan kapan kita akan jatuh cinta.
*******
Sepulang dari laut seperti biasa Ibu Ipen menyambutnya dengan senyuman,, terlihat begitu sayangnya ibu ipen padanya.
"Ipen ini Ibu masak ayam rebus. Ayo cepat di makan !! " Sambil menyiapkan makanan untuk anak semata wayangnya itu.
" Siap komandan (sambil bergerak hormat). Ipen mandi dulu ya Bu." Lanjut Ipen bergegas masuk kamar mandi.
Setelah mandi, Ipen menghampiri ibunya yang sudah duduk di meja makan. Kemudian Ipen duduk pas di samping Ibunya.
Ipen memakan masakan Ibunya dengan sangat lahap namun terlihat bulir bening menetes berjatuhan dari mata elangnya.
"Ipen.." melihat Anaknya, Ibu itu langsung memeluknya erat dan mengusap-usap pundaknya yang tegap.
"Ayam ini mengingatkanku padanya Bu... Apakah dia lahap memakannya waktu itu ?" Ipen Tenggelam dalam pelukan ibunya.
"Iya nak . . Dia memakannya dengan lahap . Bisa di pastikan Ibu tak kan membuatnya kelaparan. Silahkan kamu tanyakan padanya kalau Ibu benar-benar menjamunya .!" Ucap Ibu Ipen dengan pelan dan lembut sambil menepuk-nepuk pundak anaknya itu.
"Bagaimana caraku bertanya padanya kalau Ibu sangat baik dalam menjamunya. Sedangkan menemukannya saja sangat mustahil bagiku. Aku gak tau apa yang kurasakan ini bu. Hatiku sangat sedih saat mengingatnya. Padahal pertemuanku dengannya sangatlah singkat dan mungkin tak berati apa-apa baginya. Tapi aku sangat ingin bertemu dengannya lagi bu. Bagaimana caraku menemukannya bu ?. Sedangkan namanya saja aku tak tahu atau mungkin jika aku berhasil menemukannya tapi dia sudah tak mengingatku. Hatiku rasanya patah memikirkan semua itu." Ipen meluapkan semua rasanya kepada ibu tercinta.
*******
Hari ini ipen libur ke laut dan lebih memilih menemani Ibunya ke pasar. Tiba-tiba sepasang matanya menangkap sosok yang tak begitu asing baginya. Gadis berusia 25 tahun berkulit sawo matang dan rambutnya pendek .
Hmmm
' Aaahh iyaaa .. Itu kakaknya si gadis itu'
Ucap Ipen dalam hati setelah mengingat ingat siapa dia.
"Bu,, Ipen ada perlu sebentar. Nanti ketemuan di warung Mbok Rukmi ya Bu." Setelah pamit. Ipen bergegas mengejar Mela yang merupakan kakak dari Lily.
Dia berharap bisa menemukan informasi tentang gadis itu lewat kakaknya, meskipun dia ingat betul bahwa hubungan Lily dan kakaknya tidak begitu baik.
Setelah mencari cukup jauh akhirnya Ipen menemukan Mela masuk ke sebuah Rumah Bordil. Dengan ragu akhirnya Ipen memilih untuk masuk juga.
Didalam sana Ipen di sambut wanita-wanita cantik berdandan menor yang menawarkan diri untuk menemaninya.
"Maaf Nona-nona cantik, aku hanya ingin minum sendiri. Betapa sangat tersanjungnya diriku jika kalian memahami maksudku." Tolak Ipen kepada wanita-wanita yang tadi merayunya.
Dan sepasang mata tajam itu kembali melihat kesegala arah untuk mencari gadis yang dia kejar tadi.
BERSAMBUNG .....