My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 32



29 tahun setelah itu.


Anak emas yang di titipkan Hera kepada Robert dan Diana, tumbuh menjadi Pria dewasa yang gagah dan tampan. Selain itu ia sangat berbakat dalam segala hal.


Saat ini Robert dan anak itu sedang fokus berlatih pedang, karena cepat atau lambat anak itu harus kembali ke asalnya, untuk merebut takhta sahnya.


" Ipen..!" Begitulah Robet memanggil nama anak itu.


" Iya Pak,, ada apa ? "


" Tak lama lagi, kemungkinan lusa kita harus pergi ke kota."


" Untuk apa Pak kita kesana ?."


" Banyak hal yang harus kamu ketahui Nak. Tapi tidak untuk saat ini."


" Baik lah Pak. Beritahu aku kapanpun Bapak siap.! Kira-kira kita ke kota untuk berapa lama Pak ?. Aku harus pamit kepada Lily agar dia tidak kebingungan mencariku. "


Robert, seseorang yang di anggap ayah Ipen selama ini hanya terdiam seribu bahasa.


******


Keesokan harinya.


Sesuai janji, hari libur kali ini Lily datang mengunjungi Ipen lagi.


" Hai Ipen..! "


" Hai juga Lily.. "


Lily tersenyum.


" Sudah makan belum ?. "


" Sudah. Yuk lanjut kita jalan-jalan saja." Ajak Lily.


" Yuk..! ikut aku kerumah temanku. Ada beberapa urusan yang harus aku lakukan di sana."


" Boleh."


Kemudian mereka berjalan kaki menuju rumah Monde yang tak jauh dari rumah Ipen.


Setelah sampai disana mereka melihat Monde mendorong perahunya ke laut.


" Eeh.. Mon..! kamu mau kemana ??. " Teriak Ipen pada Monde.


Sambil bergandengan tangan Ipen dan Lily menghampiri Monde.


" Eehh Iii..iii..ipeen !."


Ssssrttt


Monde melirik ke arah gadis yang di gandeng Ipen.


" Aaauuww..!!! " Monde menahan sakit.


Lily tersenyum lebar.


Monde sempat tercengang dengan apa yang di bawa Ipen ke tempatnya. Betul kata Ipen bahwa gadis yang ia sukai itu lebih dari sekedar kata cantik. Di sisi lain dia juga penasaran bagaimana cara Ipen dan gadis ini bertemu lagi.


" Aku mau balik ke laut, Pen!. Ada jaring yang lupa ku bawa dan masih terapung di laut. Ada perlu apa kamu kemari ?. Pamer pacar ?. " Tanya Monde menggoda.


" Iya dong biar memotivasi kamu buat nyari pacar juga hahahaha." Ipen tertawa. " Ada yang mau omongin sama kamu Mon.."


" Aku mau ikut naik perahu ke tengah laut." Tiba-tiba ucapan Lily memutus pembicaraan Mereka.


Kemudian mereka bertiga menaiki perahu menuju tengah laut.


Lily tersenyum bahagia.


" Apakah setiap malam pekerjaanmu seperti ini Pen ?! "


" Hemm.. tapi suasana malan lebih mencekam karena di laut sangat gelap. "


" Seru banget ini!.. " Lily kegirangan.


" Kalau boleh tau nama Nona siapa ?. Kok mau sih sama Ipen bujang lapuk ini. " Suara Monde terdengar di tengah-tengah percakapan mereka.


Lily : " Namaku Lily. Iyaa.. yaa... kenapa aku bisa jatuh cinta sama Om Om ini.."


Ipen : " Kurang aja lu Mon."


" Ini lagi ngapain ikut-ikutan?" Sambil mencubit hidung Lily.


" Enak aja manggil aku Om-Om. Aku masih 28 tahun tauk."


Mereka bertiga asyik saling bercanda dan bergurau. Setelah semuanya selesai, Mereka memutar perahu untuk kembali pulang.


" Lily.. " Ipen menyebut nama Lily.


" Hemmm.."


" Besok aku di ajak Bapak ke kota. Aku hanya ingin memberitahumu itu."


Wajah Lily mulai nampak sedih dan menyandarkan kepalanya pada bahu Ipen.


" Jangan sedih.. Aku takkan lama.. Maafkan aku yaa.. Jika selama ini kamu yang jauh-jauh menghampiriku.. Aku janji jika aku kembali dari kota. Kamu orang pertama yang akan aku temui. Aku yang akan mencari dan menghampirimu. Saat itu kenalkan aku pada orang tua mu yaa.."


Lilu mengangguk tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat-sangat sedih seolah kekasihnya takkan pernah kembali lagi..


" Oh.. Iyaa Mon.. Nanti sore setelah aku mengantar Lily pulang, aku akan ke rumahmu menyampaikan pesan dari Bapak. "


" Siap boss!!"


BERSAMBUNG...