My First Love Is My King

My First Love Is My King
BAB 48



Dengan berlari-lari kecil Pak Chandra dan Bu Lisa menuju rumah Pak Zubair, demi menjawab rasa penasaran yang sedang bergemuruh di hati mereka.


Tibalah mereka pada sebuah bangunan yang besar dan mewah, di depannya ada kebun dan air mancur yang indah. Bangunan itu tak lain merupakan rumah Pak Zubair.


Ketika hendak memasuki rumah Pak Zubair, Pak Chandra dan Bu Lisa dihadang oleh beberapa pengawal di sana.


"Mohon maaf. Ada perlu apa Anda kemari?" ucap salah seorang pengawal yang Menghadang jalan mereka. .


"Saya ingin bertemu dengan Pak Zubair. Apakah beliau ada di dalam rumah?" jawab Pak Chandra dengan rasa was-was.


" Baik bapak. Mohon ditunggu sebentar" ucap pengawal itu sambil memerintahkan pengawalnya lainnya untuk menginformasikan kedatangan Pak Chandra dan Bu Lisa kepada Pak Zubair..


Setelah beberapa menit menunggu. Akhirnya Pak Chandra dan Bu Lisa di perbolehkan untuk masuk. Dengan gaya khas orang kampung yang terpukau melihat kemewahan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya titik Pak Candra dan Bu Lisa sangat berhati-hati saat mulai menduduki kursi besar yang empuk, yang saat ini kita memanggil kursi itu dengan sebutan sofa.


Tak lama kemudian Pak Zubair yang sudah rapi dan wangi datang menghampiri mereka bersama para pelayan yang membawa berbagai makanan ringan dan minuman.


"Ada apakah kedatangan Bu Lisa dan Pak Chandra kemari ?" Tanya Pak Zubair pada ke dua orang tua Lily itu dengan senyuman yang sangat lebar.


Pak Chandra dan Bu Lisa saling mencubit lengan mereka. Mereka bingung harus bertanya dari mana. Sedangkan selama ini mereka sering menerima bantuan dari Pak Zubair.


"Atau segala kebutuhan yang aku berikan kurang ? Tidak masalah. Kalian bisa langsung minta kepadaku" Imbuh Pak Zubair yang melihat gelagat tamunya itu mulai salah tingkah.


"Jadi begini Pak Zubair. emmmm.... anu...." Pak Chandra kebingungan bagaimana untuk menyampaikannya.


"Tadi pagi saya mendengar gosip ibu-ibu di pasar. Mereka bilang bahwa yang melamar Lily adalah Pak Zubair sendiri. Apa itu betul tuan ?" ujar Bu Lisa langsung ke intinya.


Pak Zubair semakin melebarkan senyumnya.


"Wah..!! Cepat sekali ya gosip berjalan. Tenang saja jika Bu lisa dan Pak Chandra terganggu atas gosip itu. Aku akan menyuruh pengawalku untuk menekan semua gosip itu agar tak menggannggu hari pernikahanku dengan Lily." Jelas Pak Zubair.


Deg.


Bagaikan di hujani batu dari langit, semuanya runtuh ketika Pak Zubair memberi pernyataan itu.


'Agar tak mengannggu pernikahanku dengan Lily'


Kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga Pak Chandra dan Bu Lisa. Benar-benar menusuk jantungnya. Hidup dan masa depan Lily hancur di tangan orang tuanya sendiri.


"Pak,mohon maaf apa yang terjadi jika kami tak merestui pernikahan ini ?" Ucap Pak Chandra yang berusaha mengembalikan masa depan putrinya itu.


"Hahahahaha" Pak Zubair tertawa.


"Tidak mungkin kalian tidak merestuinya. Jika memang kalian tak merestui maka aku akan menagih semua hutang kalian dan di bayar saat hari pernikahan itu di batalkan hahahahha" Imbuhnya sambil tertawa tak melihat kepiluan hati orangtua di depannya.


******


.Setelah pulang dari rumah Pak Zubair, Bu Lisa langsung pulang ke rumah. Sedangkan Pak Chandra langsung menyewa kuda dan menembus malam untuk pergi ke kota.


Di rumah, sudah ada Lily yang duduk terpaku di tepi ranjangnya. Tak sebersinar biasanya, kini hanya kekacauan yang menyelimuti gadis cantik itu sampai Bu Lisa baru menyadari bahwa anaknya itu telah kehilangan banyak berat badan. Melihat Lily yang seperti itu membuat air mata Bu Lisa mengucur deras.


Setelah cukup puas menangis. Bu Lisa mencuci wajahnya dan mulai menghampiri Lily yang diam terpaku.


" Lily...?!!" Sapa Bu Lisa.


Lily menoleh ke arahnya.


"Makan yuk!!" Ajak Bu Lisa dengan penuh senyuman yang di paksakan.


Lily pun membalas dengan senyuman yang begitu lemah.


"Aku sudah makan Bu. Ibu makan saja dulu." Ucap Lily.


Kemudian Bu Lisa duduk di samping Lily dan ingin sekali memeluknya namun tertahan karena takut air matanya berjatuhan lagi di depan anaknya itu.


"Bapak mana Bu ?"


"Bu.." Ucap Lily lirih.


"Hmmm"


"Jika di kehidupan yang ini aku banyak melakukan kebaikan namun kehidupanku selalu di penuhi derita. Apakah di kehidupan ke dua nanti apakah aku boleh memilih jalan takdirku sendiri?. Apakah dikehidupan ke dua nanti aku bisa bertemu dengan orang yang aku cintai di kehidupan ini lagi?. Apakah aku boleh memilihnya sebagai pengantinku?" Sungguh kata-kata yang keluar dari bibir mungil Lily sangat memilukan.


Air mata yang di tahan oleh Bu Lisa sedari tadi itupun tumpah ruah.


Sementara di sisi lain Pak Chandra yang merupakan Ayah Lily harus menerjang malam agar sampai di kota bersama kuda sewaannya.


Pak Chandra dan Bu Lisa masih mengira jika lelaki yang menjadi pujaan hati Lily adalah Leon. Dan juga hanya Leon yang mampu menghentikan pernikahan konyol ini yang sudah tak bisa lagi di hentikan. Sehingga Pak Chandra dengan tekad yang sangat kuat mencari Leon di kota.


Pak Chandra memang tidak tahu tempat tinggal Leon di kota. Namun ia masih ingat nama sekolah Leon di sana karena hanya itu satu-satunya sekolah terbesar di kota.


Saat sore mulai menapakkan bias cahayanya yang berwarna jingga, Pak Chandra sudah sampai di sekolah Leon dan kebetulan saat itu juga Leon baru keluar dari kelasnya untuk pulang.


"Pp..pppak Chandra?" Ucap Leon terbatah-batah karena tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


Pak Chandra tersenyum.


Kemudian mereka berjalan menuju kedai minuman.


"Ada apa Pak Chandra jauh-jauh kemari?"


"Apakah engkau tahu bahwa ayahmu melamar Lily untuk menjadikannya istri ?"


Brushhhh


Leon tersedak ketika mendengar ucapan Pak Chandra.


"Apa maksudnya Pak ?"


"Aku serius tuan muda. Acaranya besok Nak. Tak ada yang bisa menghentikannya kecuali dirimu Nak. Ini soal masa depan anak gadisku." Ucap Pak Chandra penuh harap. "Kami kira ayahmu melamar Lily untuk dirimu ternyata dia melamar Lily untuk dijadikan istrinya sendiri. Kami tahu bahwa engkau dan Lily saling mencintai. Maka dari itu aku mohon padamu bantulah kami menyelamatkan masa depan anak kami. Karena tidak mungkin gadis sepolos Lily menikah dengan orang yang lebih pantas dia panggil Ayah dan akan menjadi ibu tiri dari otang yang di cintainya. Aku mohon padamu Kita sudah tidak punya banyak waktu karena besok adalah hari pernikahan mereka." Ucap Pak Chandra sambil menangis tersedu-sedu.


'Apakah Lily tidak memberitahu orang tuanya siapa yang ia cintai. Sehingga orang tuanya mengira aku lah orangnya' Gumam Leon dalam hati.


Leon menyadari bahwa ada kesalah pahaman di sini, namun di sisi lain ia sangat kasihan kepada sahabatnya itu terlebih lagi ia yang akan menjadi calon ibu tirinya.


'Tidak mungkin. Ini tidak bisa dibiarkan.'


Namun di sisi lain lagi ia tak semudah itu meninggalkan semua ujiannya karena ada masa depan yang ingin Ia raih bersama Mona orang yang dicintainya itu.


Jalan Manakah yang akhirnya Leon pilih ?


Menyelamatkan sahabatnya atau meraih cita-cita bersama kekasihnya ?


Sementara waktu terus berputar dan semakin dekat dengan detik-detik pernikahan ayahnya dan sahabatnya yang tak lain adalah Lily.


BERSAMBUNG...


.


.


.


Terimakasih para readers telah membaca novel perdanaku ini dan rate bintang 5.


Untuk para Author hebat, bebas tinggalkan jejak disini agar aku bisa ngedukung kalian juga.


Sayangheee dari Author. ❤