
Hangat mentari senja menemani langkah Lily menuju rumah, setelah lelah bekerja seharian.
Pikirannya tak pernah lepas dari bayangan Ipen. dia kembali mengingat ingat setiap momen yang di laluinya kemarin.
"Oh senjaaa... Senja kemarin aku masih memeluknya dan sekarang aku sendirian lagi ." Lily menghela nafas.
Sebelum sampai di depan rumah, Amira sudah menunggunya di persimpangan jalan. Amira merupakan sahabat dan teman terbaiknya namun beberapa saat yang lalu Amira harus tinggal di kota selama beberapa bulan karena mengikuti ayahnya dan saat dia kembali Lily lah orang yang pertama dia cari .
" Hai Miraaa .. " Sapa Lily sambil terus melangkahkan kakinya .
" Eehh tunggu.. "
Deg..
" Semudah itu kamu melupakanku" cetus Amira
Jleb
Lily baru tersadar bahwa suara itu milik sahabatnya yang baru pulang dari kota. Lily langsung menoleh dan berhambur memeluk sahabatnya itu.
" Ya ampun miraa ,, aku kangen sama kamu,, bagaimana kabarmu ? kapan kamu tiba di sini." Ucap Lily sambil memperhatikan sahabatnya dari ujung rambut sampai kaki . guna memastikan bahwa sahabatnya baik baik saja dan sehat wal afiyat.
"Ihhh.. Kamu itu mikirin apa sih ,, padahal s udah melihatku tapi tidak sadar juga kalau aku Amira sahabatmu . Aku tiba kemarin di sini. aku mencarimu tapi kamu tidak ada . emang kamu dari mana sih ? " Tanya Amira.
Lily tersenyum dan tersipu malu mengingat bahwa kemarin dia bersama Ipen.
" Ada deh .. kapan-kapan aku pasti cerita sama kamu."
" Kok nunggu kapan-kapan sih, orang sekarang juga bisa."
" Gak bisa titik hahahaha. Pokoknya kapan-kapan"
" Bikin orang penasaran aja deh."
" Eh ngomong-ngomong kamu rencana tinggal di sini berapa lama ?"
" Kemungkinan sih lama .. bahkan lama banget .." Kata amira.
" Wah bisa-bisa gak balek ke kota ini..." Goda Lily.
Dua sahabat itu menikmati masa masa kebersamaan mereka.
********
Tenggorokan Lily terasa kering hingga membuatnya terbangun di malam hari untuk meminum air. Saat melintas di kamar ibunya , Lily melihat ibunya menangis sambil memegang foto anak sulungnya yaitu Mela. Lily juga tidak berani menegur ibunya ataupun bercerita bahwa dia telah mencari Mela dan begitu kasarnya Mela terhadapnya . Lily takut semua itu justru membuat ibunya semakin terpuruk.
Bruuukkk ..
"Aduh .." sengaja Lily menabrakkan badannya ke meja dan terjatuh untuk memancing ibunya agar tidak berlarut dalam kesedihan
Ibu Lily kaget mendengar suara itu dan langsung keluar sambil mengusap usap matanya . Di dapur dia sudah melihat Lily duduk tergeletak sambil mengucek matanya.
"Lily kamu kenapa ?" Ibu Lily menunduk dan membangunkan Lily.
"Aku haus Bu. tapi mataku ngantuk jadilah aku nabrak meja ini" Lily tertawa.
"Ini minum " Ibu Lily menyodorkan segelas air putih.
" Makasih banyak Ibu Ratu" Goda Lily.
" Hemmm anak manis.. ayo cepat tidur lagi."
" Ayah kemana bu ? "
" Ohh..Ayah pergi ke kota Li.. ikut majikannya."
" Kalau begitu bolehkah aku tidur sama Ibu ?"
" Tumben-tumben ???"
" Anak gadis ibu ini sedang jatuh cinta bu. Jangan di biarkan tidur sendiri nanti jalan sendiri sambil tidur ke rumah orang yang di cintainya" Lagi lagi Lily berusaha mencairkan suasana hati ibunya.
Di pikiran ibunya mengira bahwa yang di maksud Lily orang yang di cintainya adalah Leon karena setahu ibu Lily lelaki yang paling dekat dengan Lily akhir akhir ini adalah Leon.
BERSAMBUNG..
***********